Warga Mamasa pilih berada di tenda darurat akibat gempa
Rabu, 07 November 2018 - 07:13 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Peta gempa 4,6 SR yang berpusat di enam kilometer tenggara Mamasa pada Selasa (06/11/2018). (BMKG). Sumber foto: https://bit.ly/2OwSI4h

Elshinta.com - Gempa yang mengguncang Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, membuat sejumlah warga di wilayah tersebut memilih berada di tenda darurat karena takut bangunan roboh ketika guncangan gempa terasa keras.

Pemantauan di Mamasa, Selasa (7/11) malam, sejumlah warga memilih meninggalkan rumahnya dan mendirikan tenda darurat di ruang terbuka setelah gempabumi terus mengguncang daerah itu sejak Sabtu, 3 November 2018.

Sejumlah warga memilih mendirikan tenda darurat karena khawatir tertimpa bangunan ketika guncangan gempa semakin keras.

Bupati Mamasa, Ramlan Badawi telah meminta warganya untuk tenang dan tetap waspada serta berharap agar masyarakat tidak terpengaruh berita hoaks yang tidak bertanggung jawab, serta menunggu imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Serangkaian gempa guncang Mamasa, warga panik

Dihimpun Antara, gempa di Mamasa tercatat sudah terjadi 67 kali sejak tiga hari terakhir dan gempa bumi terbesar terjadi pada Senin (5/11) malam. Gempa itu berkekuatan 5.5 Magnitudo berada pada kedalaman 10 kilometer berlokasi 12 km Tenggara Kota Mamasa pada 2.93 Lintang Selatan-119.44 Bujur Timur.

Gempa tersebut dirasakan di Kota Mamuju ibu kota Provinsi Sulbar dengan getaran sebanyak dua kali dan membuat sejumlah warga panik

"Getaran gempa mengakibatkan masyarakat di Kota Mamuju terbangun dari tidurnya karena getaran gempa cukup keras. Warga berlari mencari ruang terbuka menghindari bangunan tinggi," kata Endang, salah seorang warga Kota Mamuju. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:12 WIB
Elshinta.com - Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Badan Geologi, ...
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Sebagian wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan terendam banjir hingga sel...
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:07 WIB
Elshinta.com - Semakin meningginya debit air di Bendungan Bissua yang merupakan bendungan prime...
Selasa, 22 Januari 2019 - 13:18 WIB
Elshinta.com - Lagi, gempa mengguncang wilayah Sumba Barat, NTT, Selasa (22/1). Setelah pagi, t...
Selasa, 22 Januari 2019 - 12:08 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga pukul 1...
Selasa, 22 Januari 2019 - 08:56 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi dua kal...
Selasa, 22 Januari 2019 - 08:35 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6.2, Selasa (22/1) pagi pukul 07.59.21 WIT...
Selasa, 22 Januari 2019 - 08:14 WIB
Elshinta.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan aktivit...
Senin, 21 Januari 2019 - 16:53 WIB
Elshinta.com - Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, jalan lintas...
Senin, 21 Januari 2019 - 11:11 WIB
Elshinta.com - Masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang rawan tanah longsor di Jawa T...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)