Kamis, 15 November 2018 | 12:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Warga Mamasa pilih berada di tenda darurat akibat gempa

Rabu, 07 November 2018 - 07:13 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Peta gempa 4,6 SR yang berpusat di enam kilometer tenggara Mamasa pada Selasa (06/11/2018). (BMKG). Sumber foto: https://bit.ly/2OwSI4h
Peta gempa 4,6 SR yang berpusat di enam kilometer tenggara Mamasa pada Selasa (06/11/2018). (BMKG). Sumber foto: https://bit.ly/2OwSI4h

Elshinta.com - Gempa yang mengguncang Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, membuat sejumlah warga di wilayah tersebut memilih berada di tenda darurat karena takut bangunan roboh ketika guncangan gempa terasa keras.

Pemantauan di Mamasa, Selasa (7/11) malam, sejumlah warga memilih meninggalkan rumahnya dan mendirikan tenda darurat di ruang terbuka setelah gempabumi terus mengguncang daerah itu sejak Sabtu, 3 November 2018.

Sejumlah warga memilih mendirikan tenda darurat karena khawatir tertimpa bangunan ketika guncangan gempa semakin keras.

Bupati Mamasa, Ramlan Badawi telah meminta warganya untuk tenang dan tetap waspada serta berharap agar masyarakat tidak terpengaruh berita hoaks yang tidak bertanggung jawab, serta menunggu imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Serangkaian gempa guncang Mamasa, warga panik

Dihimpun Antara, gempa di Mamasa tercatat sudah terjadi 67 kali sejak tiga hari terakhir dan gempa bumi terbesar terjadi pada Senin (5/11) malam. Gempa itu berkekuatan 5.5 Magnitudo berada pada kedalaman 10 kilometer berlokasi 12 km Tenggara Kota Mamasa pada 2.93 Lintang Selatan-119.44 Bujur Timur.

Gempa tersebut dirasakan di Kota Mamuju ibu kota Provinsi Sulbar dengan getaran sebanyak dua kali dan membuat sejumlah warga panik

"Getaran gempa mengakibatkan masyarakat di Kota Mamuju terbangun dari tidurnya karena getaran gempa cukup keras. Warga berlari mencari ruang terbuka menghindari bangunan tinggi," kata Endang, salah seorang warga Kota Mamuju. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Gempa yang mengguncang Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, membuat sejumlah warga di wilayah tersebut memilih berada di tenda darurat karena takut bangunan roboh ketika guncangan gempa terasa keras.

Pemantauan di Mamasa, Selasa (7/11) malam, sejumlah warga memilih meninggalkan rumahnya dan mendirikan tenda darurat di ruang terbuka setelah gempabumi terus mengguncang daerah itu sejak Sabtu, 3 November 2018.

Sejumlah warga memilih mendirikan tenda darurat karena khawatir tertimpa bangunan ketika guncangan gempa semakin keras.

Bupati Mamasa, Ramlan Badawi telah meminta warganya untuk tenang dan tetap waspada serta berharap agar masyarakat tidak terpengaruh berita hoaks yang tidak bertanggung jawab, serta menunggu imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Serangkaian gempa guncang Mamasa, warga panik

Dihimpun Antara, gempa di Mamasa tercatat sudah terjadi 67 kali sejak tiga hari terakhir dan gempa bumi terbesar terjadi pada Senin (5/11) malam. Gempa itu berkekuatan 5.5 Magnitudo berada pada kedalaman 10 kilometer berlokasi 12 km Tenggara Kota Mamasa pada 2.93 Lintang Selatan-119.44 Bujur Timur.

Gempa tersebut dirasakan di Kota Mamuju ibu kota Provinsi Sulbar dengan getaran sebanyak dua kali dan membuat sejumlah warga panik

"Getaran gempa mengakibatkan masyarakat di Kota Mamuju terbangun dari tidurnya karena getaran gempa cukup keras. Warga berlari mencari ruang terbuka menghindari bangunan tinggi," kata Endang, salah seorang warga Kota Mamuju. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Kamis, 15 November 2018 - 10:36 WIB

BNN beri kosultasi peminum air rebusan pembalut

Rabu, 14 November 2018 - 20:37 WIB

Empat korban JT 610 kembali teridentifikasi

Rabu, 14 November 2018 - 20:27 WIB

Jabar siaga banjir-longsor hingga Mei 2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com