Jumat, 16 November 2018 | 11:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Peristiwa Hari Ini

7 November 1945: Lahirnya partai Masyumi

Rabu, 07 November 2018 - 07:33 WIB    |    Penulis : Widodo    |    Editor : Administrator
Bulan bintang pada pemilu 1955/bit.ly/2PMHjBO
Bulan bintang pada pemilu 1955/bit.ly/2PMHjBO

Elshinta.com - Tanggal 7 November 1945 merupakan lahirnya partai Masyumi. Partai bentukan Jepang ini didirikan agar Jepang dapat mengontrol gerakan umat Islam Indonesia. 

1945
Berdirinya partai Masyumi

Masyumi ialah nama yang diberikan oleh Jepang untuk menyebut organisasi yang mereka bentuk dalam rangka mengendalikan umat Islam Indonesia. 

Organisasi bernama Masyumi (Partai Mejelis Syuro Muslimin Indonesia) terbentuk pada tanggal 7 November 1945. Tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Kurang dari setahun, partai Masyumi menjadi partai politik terbesar di Indonesia. Masyumi termasuk dalam kategori organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. 

Selama periode demokrasi liberal, anggota Masyumi duduk di DPR dan dan beberapa di antaranya terpilih sebagai Perdana Menteri Indonesia, antara lain Muhammad Natsir dan Burhanuddin Harahap.  

Dalam Pemilu tahun 1955 Masyumi menduduki posisi kedua. Mereka memenangkan 7.903.886 suara, mewakili 20,9% suara rakyat, dan meraih 57 kursi di parlemen. 

Masyumi termasuk populer di daerah modernis Islam seperti Sumatera Barat, Jakarta, dan Aceh. Sebanyak 51,3% suara Masyumi berasal dari Jawa, tetapi Masyumi merupakan partai dominan untuk daerah-daerah di luar Jawa.

Masyumi juga merupakan partai terdepan bagi sepertiga orang yang tinggal di luar Jawa. Di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, Masyumi memperoleh jumlah suara yang signifikan. 

Di Sumatera, 42,8% memilih Masyumi, kemudian jumlah suara di Kalimantan mencapai 32%, sedangkan jumlah suara untuk Masyumi di Sulawesi mencapai angka 33,9%.

Pada tahun 1958, beberapa anggota Masyumi bergabung dengan pemberontakan PRRI terhadap Soekarno. Akibatnya, pada tahun 1960 Masyumi dan partai lain yakni, Partai Sosialis Indonesia, dilarang. 

Setelah pelarangan tersebut, para anggota dan pengikut Masyumi mendirikan Keluarga Bulan Bintang untuk mengkampanyekan hukum syariah dan ajarannya. 

Sebuah upaya untuk membangkitkan kembali partai ini selama masa transisi ke Orde Baru sempat dilakukan, namun tidak diizinkan. 

Setelah Soeharto jatuh, pada tahun 1998, upaya untuk membangkitkan partai ini kembali dilakukan. Para pengikut Masyumi mendirikan Partai Bulan dan Bintang yang berpartisipasi dalam pemilihan legislatif tahun 1999,2004, dan 2009. (id.wikipedia.org)
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Tanggal 7 November 1945 merupakan lahirnya partai Masyumi. Partai bentukan Jepang ini didirikan agar Jepang dapat mengontrol gerakan umat Islam Indonesia. 

1945
Berdirinya partai Masyumi

Masyumi ialah nama yang diberikan oleh Jepang untuk menyebut organisasi yang mereka bentuk dalam rangka mengendalikan umat Islam Indonesia. 

Organisasi bernama Masyumi (Partai Mejelis Syuro Muslimin Indonesia) terbentuk pada tanggal 7 November 1945. Tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Kurang dari setahun, partai Masyumi menjadi partai politik terbesar di Indonesia. Masyumi termasuk dalam kategori organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. 

Selama periode demokrasi liberal, anggota Masyumi duduk di DPR dan dan beberapa di antaranya terpilih sebagai Perdana Menteri Indonesia, antara lain Muhammad Natsir dan Burhanuddin Harahap.  

Dalam Pemilu tahun 1955 Masyumi menduduki posisi kedua. Mereka memenangkan 7.903.886 suara, mewakili 20,9% suara rakyat, dan meraih 57 kursi di parlemen. 

Masyumi termasuk populer di daerah modernis Islam seperti Sumatera Barat, Jakarta, dan Aceh. Sebanyak 51,3% suara Masyumi berasal dari Jawa, tetapi Masyumi merupakan partai dominan untuk daerah-daerah di luar Jawa.

Masyumi juga merupakan partai terdepan bagi sepertiga orang yang tinggal di luar Jawa. Di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, Masyumi memperoleh jumlah suara yang signifikan. 

Di Sumatera, 42,8% memilih Masyumi, kemudian jumlah suara di Kalimantan mencapai 32%, sedangkan jumlah suara untuk Masyumi di Sulawesi mencapai angka 33,9%.

Pada tahun 1958, beberapa anggota Masyumi bergabung dengan pemberontakan PRRI terhadap Soekarno. Akibatnya, pada tahun 1960 Masyumi dan partai lain yakni, Partai Sosialis Indonesia, dilarang. 

Setelah pelarangan tersebut, para anggota dan pengikut Masyumi mendirikan Keluarga Bulan Bintang untuk mengkampanyekan hukum syariah dan ajarannya. 

Sebuah upaya untuk membangkitkan kembali partai ini selama masa transisi ke Orde Baru sempat dilakukan, namun tidak diizinkan. 

Setelah Soeharto jatuh, pada tahun 1998, upaya untuk membangkitkan partai ini kembali dilakukan. Para pengikut Masyumi mendirikan Partai Bulan dan Bintang yang berpartisipasi dalam pemilihan legislatif tahun 1999,2004, dan 2009. (id.wikipedia.org)
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com