Rabu, 14 November 2018 | 19:18 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Belajar di internet, Jhony bikin senpi rakitan

Rabu, 07 November 2018 - 08:28 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2APrzG3
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2APrzG3

Elshinta.com - Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur menangkap Jhony Mahendra (35) pelaku penjual senjata api (senpi) tanpa hak terhadap orang lain. 

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa enam senjata api rakitan, puluhan butir amunisi, kertas gosok, kunci L, obeng, Grenda, mata bor, kunci L, obeng, jangka sorong dan sisa bubuk ramset, laptop, dan telepon seluler.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Agung Yudha Wibowo menjelaskan, kasus tersebut berawal dari informasi adanya temuan paket berisi senpi dan amunisi di bandara Juanda Sidoarjo. Kemudian dilakukan proses penyelidikan dan pengembangan.

“Dan diamankan oleh Polres Lumajang seorang yang bemama JM. Berdasarkan keterangan tersangka telah menjual empat senpi rakitan dan kelengkapannya,” terang Agung, Selasa (6/11/) malam, seperti dikutip NTMCPolri.

Baca juga: Gencatan Senjata di Yaman Diyakini Semakin Mungkin

Modus operandi yang dilancarkan warga Kelurahan Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini membuat senpi rakitan dengan bahan dasar air softgun, dan membuat amunisi melalui beberapa bahan dasar di antaranya ramset, slongsong kosong/slongsong hampa, mimis dan kelengkapan lainnya.

Spare part untuk merakit senpi dibeli secera online. Sedangkan keahlian untuk merakit didapat dari internet (YouTube). Pelaku memulai kegiatannya sejak awal bulan Januari 2018. Pelaku memasarkan senpi rakitan melalui media sosial. Pelaku memasang tarif yang berbeda.

“Untuk satu set lengkap senpi rakitan dijual seharga Rp6 juta, namun jika pembeli hanya memodifikasi air softgun menjadi senpi, maka pelaku memasang tarif Rp2,8 juta. Tersangka telah menjual senpi rakitan ke sejumlah daerah seperti Pontianak, Bondowoso, Magelang dan Bekasi,” ungkapnya.

Agung menambahkan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan dan pembuatan senjata api ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur menangkap Jhony Mahendra (35) pelaku penjual senjata api (senpi) tanpa hak terhadap orang lain. 

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa enam senjata api rakitan, puluhan butir amunisi, kertas gosok, kunci L, obeng, Grenda, mata bor, kunci L, obeng, jangka sorong dan sisa bubuk ramset, laptop, dan telepon seluler.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Agung Yudha Wibowo menjelaskan, kasus tersebut berawal dari informasi adanya temuan paket berisi senpi dan amunisi di bandara Juanda Sidoarjo. Kemudian dilakukan proses penyelidikan dan pengembangan.

“Dan diamankan oleh Polres Lumajang seorang yang bemama JM. Berdasarkan keterangan tersangka telah menjual empat senpi rakitan dan kelengkapannya,” terang Agung, Selasa (6/11/) malam, seperti dikutip NTMCPolri.

Baca juga: Gencatan Senjata di Yaman Diyakini Semakin Mungkin

Modus operandi yang dilancarkan warga Kelurahan Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini membuat senpi rakitan dengan bahan dasar air softgun, dan membuat amunisi melalui beberapa bahan dasar di antaranya ramset, slongsong kosong/slongsong hampa, mimis dan kelengkapan lainnya.

Spare part untuk merakit senpi dibeli secera online. Sedangkan keahlian untuk merakit didapat dari internet (YouTube). Pelaku memulai kegiatannya sejak awal bulan Januari 2018. Pelaku memasarkan senpi rakitan melalui media sosial. Pelaku memasang tarif yang berbeda.

“Untuk satu set lengkap senpi rakitan dijual seharga Rp6 juta, namun jika pembeli hanya memodifikasi air softgun menjadi senpi, maka pelaku memasang tarif Rp2,8 juta. Tersangka telah menjual senpi rakitan ke sejumlah daerah seperti Pontianak, Bondowoso, Magelang dan Bekasi,” ungkapnya.

Agung menambahkan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan dan pembuatan senjata api ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Rabu, 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Rabu, 14 November 2018 - 17:31 WIB

Polres Serang berhasil lumpuhkan dua perampok

Rabu, 14 November 2018 - 16:05 WIB

Korban banjir di Pangandaran masih mengungsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com