Belajar di internet, Jhony bikin senpi rakitan
Rabu, 07 November 2018 - 08:28 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2APrzG3

Elshinta.com - Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur menangkap Jhony Mahendra (35) pelaku penjual senjata api (senpi) tanpa hak terhadap orang lain. 

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa enam senjata api rakitan, puluhan butir amunisi, kertas gosok, kunci L, obeng, Grenda, mata bor, kunci L, obeng, jangka sorong dan sisa bubuk ramset, laptop, dan telepon seluler.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Agung Yudha Wibowo menjelaskan, kasus tersebut berawal dari informasi adanya temuan paket berisi senpi dan amunisi di bandara Juanda Sidoarjo. Kemudian dilakukan proses penyelidikan dan pengembangan.

“Dan diamankan oleh Polres Lumajang seorang yang bemama JM. Berdasarkan keterangan tersangka telah menjual empat senpi rakitan dan kelengkapannya,” terang Agung, Selasa (6/11/) malam, seperti dikutip NTMCPolri.

Baca juga: Gencatan Senjata di Yaman Diyakini Semakin Mungkin

Modus operandi yang dilancarkan warga Kelurahan Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini membuat senpi rakitan dengan bahan dasar air softgun, dan membuat amunisi melalui beberapa bahan dasar di antaranya ramset, slongsong kosong/slongsong hampa, mimis dan kelengkapan lainnya.

Spare part untuk merakit senpi dibeli secera online. Sedangkan keahlian untuk merakit didapat dari internet (YouTube). Pelaku memulai kegiatannya sejak awal bulan Januari 2018. Pelaku memasarkan senpi rakitan melalui media sosial. Pelaku memasang tarif yang berbeda.

“Untuk satu set lengkap senpi rakitan dijual seharga Rp6 juta, namun jika pembeli hanya memodifikasi air softgun menjadi senpi, maka pelaku memasang tarif Rp2,8 juta. Tersangka telah menjual senpi rakitan ke sejumlah daerah seperti Pontianak, Bondowoso, Magelang dan Bekasi,” ungkapnya.

Agung menambahkan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan dan pembuatan senjata api ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 19:23 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggagalkan pen...
Selasa, 23 April 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Direktur CV Vini Vidi Vici, Henry H Panjaitan berhasil diamankan personel g...
Minggu, 21 April 2019 - 15:16 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 40 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dan Taiwan yang merupaka...
Sabtu, 20 April 2019 - 17:28 WIB
Elshinta.com - Saeri Haryanto (75), warga Desa Pujodadi, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Keb...
Jumat, 19 April 2019 - 15:22 WIB
Elshinta.com - Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pemukulan Pengawas (PTPS) yang se...
Kamis, 18 April 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com - Dua orang diduga pemilih siluman atau oknum yang memanfaatkan formulir C6 orang ...
Selasa, 16 April 2019 - 14:19 WIB
Elshinta.com - Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Utara menangkap satu orang ...
Selasa, 16 April 2019 - 08:53 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo memberika...
Senin, 15 April 2019 - 15:56 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat, Sumatera Utara menggerebek lokasi tr...
Minggu, 14 April 2019 - 07:41 WIB
Elshinta.com - Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)