Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

E-TLE awasi pengendara 24 jam

Rabu, 07 November 2018 - 08:57 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi - CCTV. Sumber foto: https://bit.ly/2OyQGkB
Ilustrasi - CCTV. Sumber foto: https://bit.ly/2OyQGkB

Elshinta.com - Menjawab permasalahan lalu lintas di Indonesia, terlebih lalu lintas di Ibu Kota DKI Jakarta, Kepolisian Lalu Lintas Indonesia mengimplementasikan kemampuan teknologi dalam pengaturan lalu lintas yang kini dikenal dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik (e-tilang).

Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri menjelaskan, seluruh sistem E-TLE murni diterapkan secara elektronik sejak penindakan pelanggaran hingga proses administrasi. Dengan sistem E-TLE, pelanggaran bisa terdeteksi melalui kamera CCTV. Nantinya, pelanggar akan dikirim surat tilang yang dikirim ke rumah sekaligus jumlah denda untuk dibayarkan melalui bank.

“E-TLE dikeluarkan Kepolisian karena berbagai pertimbangan guna upaya merubah maindshet pengendara dan sistem ini tidak akan pernah ingkar janji, akurat, dan tidak terbantahkan,” kata Kakorlantas, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri, Selasa (6/11).

Baca juga: Petugas sisir pengunaan atribut TNI-Polri di kendaraan

Kakorlantas mengutarakan, dengan adanya sistem E-TLE dapat mengawasi pengendara selama 24 jam guna menurunkan angka pelanggaran di jalan.

“Petugas Kepolisian hanya manusia, jadi ada batasnya dalam bekerja, dengan bantuan sistem E-TLE akan lebih efektif, lebih efesien, lebih akurat, dan yang paling penting tidak menimbulkan kemacetan,” jelas Kakorlantas.

Kakorlantas meminta kepada para pemilik kendaraan yang menjual kendaraannya, agar melapor kepada petugas Kepolisian, dan bagi masyarakat yang membeli kendaraan bekas agar segera balik nama surat tanda kepemilikan kendaraan. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Menjawab permasalahan lalu lintas di Indonesia, terlebih lalu lintas di Ibu Kota DKI Jakarta, Kepolisian Lalu Lintas Indonesia mengimplementasikan kemampuan teknologi dalam pengaturan lalu lintas yang kini dikenal dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik (e-tilang).

Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri menjelaskan, seluruh sistem E-TLE murni diterapkan secara elektronik sejak penindakan pelanggaran hingga proses administrasi. Dengan sistem E-TLE, pelanggaran bisa terdeteksi melalui kamera CCTV. Nantinya, pelanggar akan dikirim surat tilang yang dikirim ke rumah sekaligus jumlah denda untuk dibayarkan melalui bank.

“E-TLE dikeluarkan Kepolisian karena berbagai pertimbangan guna upaya merubah maindshet pengendara dan sistem ini tidak akan pernah ingkar janji, akurat, dan tidak terbantahkan,” kata Kakorlantas, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri, Selasa (6/11).

Baca juga: Petugas sisir pengunaan atribut TNI-Polri di kendaraan

Kakorlantas mengutarakan, dengan adanya sistem E-TLE dapat mengawasi pengendara selama 24 jam guna menurunkan angka pelanggaran di jalan.

“Petugas Kepolisian hanya manusia, jadi ada batasnya dalam bekerja, dengan bantuan sistem E-TLE akan lebih efektif, lebih efesien, lebih akurat, dan yang paling penting tidak menimbulkan kemacetan,” jelas Kakorlantas.

Kakorlantas meminta kepada para pemilik kendaraan yang menjual kendaraannya, agar melapor kepada petugas Kepolisian, dan bagi masyarakat yang membeli kendaraan bekas agar segera balik nama surat tanda kepemilikan kendaraan. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com