Hak perempuan migran banyak dilanggar
Rabu, 07 November 2018 - 09:27 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Dr1DTx

Elshinta.com - Pelanggaran terhadap hak perempuan pekerja migran lebih banyak terjadi dibandingkan pada pekerja laki-laki.

Demikian disampaikan Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Vennetia R Danes.

"Penyebabnya antara lain karena pendidikan pekerja migran perempuan yang rendah, mental yang kurang siap dan informasi migrasi aman yang kurang," kata Vennetia dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Rabu (7/11).

Vennetia mengatakan, jumlah perempuan pekerja migran yang bekerja sesuai prosedur lebih banyak (30 persen) daripada laki-laki (21 persen).

Tidak hanya dilanggar haknya, perempuan pekerja migran juga lebih banyak mengalami diskriminasi dan kekerasan daripada pria pekerja migran.

"Hal itu mendorong pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan kualitas pekerja migran melalui berbagai terobosan," kata Vennetia, dikutip Antara.

Baca juga: Hak perempuan migran banyak dilanggar

Terobosan yang dimaksud antara lain penerapan mekanisme seleksi yang ketat, serta peningkatan pendidikan dan keterampilan serta profesionalitas di bidang tertentu pada perempuan calon pekerja migran.

"Selain itu juga melalui berbagai perbaikan peraturan dan pelayanan dalam rangka meningkatkan perlindungan pekerja migran perempuan sejak perekrutan hingga kembali pulang ke Tanah Air," katanya.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2010 tentang Panduan Umum Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia dan Petunjuk Teknis Penerapan Kebijakan Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia.

Penerbitan ketentuan itu ditujukan untuk mengatasi berbagai permasalahan terkait perempuan pekerja migran melalui peningkatan ketahanan keluarga, peningkatan pemberdayaan ekonomi keluarga, dan penumbuhan jiwa kewirausahaan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com -Alat pendeteksi tsunami yang dipasang oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat di Wai...
Kamis, 17 Januari 2019 - 23:52 WIB
Elshinta.com - Persiapan pelaksanaan Millenial Road Safety Festival kian matang. Selain me...
Kamis, 17 Januari 2019 - 21:47 WIB
Elshinta.com - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendalami modus jaringan kokain i...
Kamis, 17 Januari 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Banyaknya berkas persyaratan yang harus dipenuhi oleh para peserta CPNS yan...
Kamis, 17 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Gangguan pasokan air PDAM di sejumlah wilayah Kota Malang, Jawa Timur, lang...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:56 WIB
Elshinta.com - Pasien kanker di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Kanker ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Delegasi dari 13 negara yang mewakili Food and Agriculture Organisation (FA...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:56 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 50 orang perwakilan dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah p...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:33 WIB
Elshinta.com - Pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat ke-57 (Dikre...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:20 WIB
Elshinta.com - Sembilan personel Kepolisian Sektor Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Ria...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)