Jumat, 16 November 2018 | 17:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Bawaslu temukan pelanggaran reses DPRD Surabaya

Rabu, 07 November 2018 - 10:40 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2qyHsug
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2qyHsug

Elshinta.com - "Ada laporan hasil dari investigasi petugas panwaslucam terdapat sejumlah pelanggaran reses anggota dewan. Akan tetapi, kami masih mendalaminya," kata Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Hadi Margo kepada Antara di Surabaya, Rabu (7/11).

Menurutnya, ada petugas pengawas pemilu kecamatan (panwaslucam) di kawasan Gunung Anyar yang sedang bertugas melakukan pengamatan pada saat pelaksanaan reses. Mereka sempat diusir oleh warga setempat.

Ia mengatakan, petugas panwaslucam tersebut, tidak mengindahkan karena pengawasan tersebut merupakan bagian dari tugasnya.

Untuk menghindari konflik dengan warga, petugas panwaslucam tersebut memantau dari kejahuan.

Baca juga: Mutasi pejabat, Bawaslu rekomendasikan batalkan kepesertaan cagub/cawagub petahana Malut

Saat ditanya siapa anggota dewan yang melakukan pelanggaran tersebut, Hadi Margo enggan menyebutkan namanya karena pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk memprosesnya.

Namun, kata dia, pada saat petugas panwaslucam menanyakan mengenai kegiatan reses ada yang mengatakan untuk rapat internal partai dan mengumpulkan saksi-saksi Pemilu 2019.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya mengimbau seluruh panwaslucam se-Kota Surabaya untuk memberikan laporan atas pantauannya terkait dengan kegiatan reses anggota DPRD setempat yang berakhir pada tanggal 7 November ini.

Hadi menegaskan bahwa bentuk pelanggaran dalam pertemuan reses tidak hanya dilakukan anggota dewan. Jika pembawa acara dalam kegiatan terkait mengarahkan pada ajakan untuk memilih anggota dewan yang bersangkutan pada pemilu mendatang, misalnya, juga bisa masuk kategori pelanggaran, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 16 November 2018 - 17:38 WIB

Facebook segera bentuk badan independen konten

Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Elshinta.com - "Ada laporan hasil dari investigasi petugas panwaslucam terdapat sejumlah pelanggaran reses anggota dewan. Akan tetapi, kami masih mendalaminya," kata Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Hadi Margo kepada Antara di Surabaya, Rabu (7/11).

Menurutnya, ada petugas pengawas pemilu kecamatan (panwaslucam) di kawasan Gunung Anyar yang sedang bertugas melakukan pengamatan pada saat pelaksanaan reses. Mereka sempat diusir oleh warga setempat.

Ia mengatakan, petugas panwaslucam tersebut, tidak mengindahkan karena pengawasan tersebut merupakan bagian dari tugasnya.

Untuk menghindari konflik dengan warga, petugas panwaslucam tersebut memantau dari kejahuan.

Baca juga: Mutasi pejabat, Bawaslu rekomendasikan batalkan kepesertaan cagub/cawagub petahana Malut

Saat ditanya siapa anggota dewan yang melakukan pelanggaran tersebut, Hadi Margo enggan menyebutkan namanya karena pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk memprosesnya.

Namun, kata dia, pada saat petugas panwaslucam menanyakan mengenai kegiatan reses ada yang mengatakan untuk rapat internal partai dan mengumpulkan saksi-saksi Pemilu 2019.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya mengimbau seluruh panwaslucam se-Kota Surabaya untuk memberikan laporan atas pantauannya terkait dengan kegiatan reses anggota DPRD setempat yang berakhir pada tanggal 7 November ini.

Hadi menegaskan bahwa bentuk pelanggaran dalam pertemuan reses tidak hanya dilakukan anggota dewan. Jika pembawa acara dalam kegiatan terkait mengarahkan pada ajakan untuk memilih anggota dewan yang bersangkutan pada pemilu mendatang, misalnya, juga bisa masuk kategori pelanggaran, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com