Bawaslu temukan pelanggaran reses DPRD Surabaya
Rabu, 07 November 2018 - 10:40 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2qyHsug

Elshinta.com - "Ada laporan hasil dari investigasi petugas panwaslucam terdapat sejumlah pelanggaran reses anggota dewan. Akan tetapi, kami masih mendalaminya," kata Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Hadi Margo kepada Antara di Surabaya, Rabu (7/11).

Menurutnya, ada petugas pengawas pemilu kecamatan (panwaslucam) di kawasan Gunung Anyar yang sedang bertugas melakukan pengamatan pada saat pelaksanaan reses. Mereka sempat diusir oleh warga setempat.

Ia mengatakan, petugas panwaslucam tersebut, tidak mengindahkan karena pengawasan tersebut merupakan bagian dari tugasnya.

Untuk menghindari konflik dengan warga, petugas panwaslucam tersebut memantau dari kejahuan.

Baca juga: Mutasi pejabat, Bawaslu rekomendasikan batalkan kepesertaan cagub/cawagub petahana Malut

Saat ditanya siapa anggota dewan yang melakukan pelanggaran tersebut, Hadi Margo enggan menyebutkan namanya karena pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk memprosesnya.

Namun, kata dia, pada saat petugas panwaslucam menanyakan mengenai kegiatan reses ada yang mengatakan untuk rapat internal partai dan mengumpulkan saksi-saksi Pemilu 2019.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya mengimbau seluruh panwaslucam se-Kota Surabaya untuk memberikan laporan atas pantauannya terkait dengan kegiatan reses anggota DPRD setempat yang berakhir pada tanggal 7 November ini.

Hadi menegaskan bahwa bentuk pelanggaran dalam pertemuan reses tidak hanya dilakukan anggota dewan. Jika pembawa acara dalam kegiatan terkait mengarahkan pada ajakan untuk memilih anggota dewan yang bersangkutan pada pemilu mendatang, misalnya, juga bisa masuk kategori pelanggaran, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 19 Januari 2019 - 09:50 WIB
Elshinta.com - Seorang anggota TNI tewas akibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Be...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 09:50 WIB
Elshinta.com - Inisiator acara Maulid Nabi Muhammad SAW, haul ke-74 KH Zuhdi Hasan dan aya...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 06:52 WIB
Elshinta.com - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyebutkan pada awal tahun 2019 angk...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 06:29 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringata...
Jumat, 18 Januari 2019 - 23:17 WIB
Elshinta.com - Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sudjiatmi malam ini, Jumat (18/1) meng...
Jumat, 18 Januari 2019 - 22:44 WIB
Elshinta.com - Ribuan umat Islam, khususnya warga Nahdliyin Solo dan Boyolali, Jawa Tengah...
Jumat, 18 Januari 2019 - 21:40 WIB
Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri RI menyerahkan Samsul Saguni (39), WNI yang dibebas...
Jumat, 18 Januari 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Pakar geologi Teuku Abdullah Sanny menuturkan zona merah rawan bencana mema...
Jumat, 18 Januari 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Pengacara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Yusril Ihza ...
Jumat, 18 Januari 2019 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, bulan F...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)