KPU terima 1.988 bilik suara dari kardus
Rabu, 07 November 2018 - 12:46 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2JKLLLQ

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memperoleh tambahan logistik sebanyak 1.988 bilik suara yang terbuat dari bahan kardus dari KPU RI untuk keperluan Pemilu April 2019.

Demikian disampaikan Ketua KPU Kabupaten Agam, Riko Antoni di Lubukbasung, Rabu (7/11).

Ia mengatakan bilik suara tersebut untuk memenuhi kekurangan karena bilik suara Pemilu sebelumnya masih ada, dan kini telah disimpan di gudang milik KPU setempat.

Ia menyebutkan kebutuhan bilik suara pada Pemilu 2019 sebanyak 6.372 unit untuk didistribusikan ke 1.593 tempat pemungutan suara (TPS).

"Setiap TPS butuh empat unit bilik suara, dan karena terbuat dari bahan kardus hanya untuk satu kali pakai saja," katanya, dikutip Antara.

Untuk penambahan kotak suara, akan datang dalam minggu ini, dan jumlahnya pihaknya belum mendapatkan informasi.

Sementara kebutuhan kotak suara sebanyak 7.965 unit untuk 1.593 TPS atau lima unit per TPS.

Namun apabila ada kekurangan akibat adanya penambahan TPS, maka KPU Agam akan mengusulkan penambahan kotak suara dan bilik suara ke KPU RI.

Sedangkan untuk surat suara akan dikirim setelah ditetapkan daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap dua yang rencananya ditetapkan pada 11 November 2018.

Ia memprediksi akan ada penambahan pemilih nantinya, karena ada 300 warga yang melapor ke 99 Posko Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang dibuka dari 1-28 Oktober 2018.

"Mereka melapor karena belum terdaftar sebagai pemilih dan petugas langsung mendaftarkan mereka sebagai pemilih," katanya.

Sebelumnya, KPU Agam telah menetapkan daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap satu sebanyak 331.785 pemilih.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:35 WIB
Elshinta.com -Sedikitnya 10 Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Arutmin I...
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com -Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan 72,4 persen jalan di provinsi ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:43 WIB
Elshinta.com -Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama memberikan sanksi kepada ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Lembaga survei Indomedia Poll membongkar profil dan visi kebangsaan caleg-caleg ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Konsumsi elpiji non subsidi di wilayah DI Yogyakarta mengalami tren peningk...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (26/3) melakukan pemeri...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com -Bupati Majalengka, Karna Sobahi, resmi meluncurkan `Majalengka Raharja Quick Resp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Wakil Bupati Lumajang Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan orang yang mendapat...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Hakim Konstitusi Aswanto hari ini, Selasa (26/3) mengucapkan sumpah sebagai...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat kecewa atas sikap Uni Eropa dalam meng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)