Sebanyak 90 pekerja Migran asal NTT meninggal dunia
Rabu, 07 November 2018 - 12:38 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2z4IIKH

Elshinta.com - Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (Padma) Indonesia, mencatat, 92 orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal di luar negeri sepanjang Januari hingga Oktober 2018.

Dari jumlah PMI tersebut, hanya dua orang yang diketahui berangkat secara resmi ke luar negeri, sementara sisanya yakni sebanyak 88 orang justru berangkat ke luar negeri secara ilegal. Demikian kata Direktur Padma Indonesia, Gabriel Goa di Kupang, Rabu (7/11).

Ia mengemukakan hal itu, menjawab pertanyaan melalui WhatsApp seputar perkembangan kasus kematian PMI/TKI asal provinsi berbasis kepulauan itu selama sepuluh bulan terakhir ini.

"Hanya dua PMI saja yang resmi atau punya dokumen lengkap sebagai PMI. 88 orang yang meninggal dunia diketahui berangkat secara ilegal," ujarnya.

Artinya, dari data PMI/TKI yang meninggal, sebagian besar adalah mereka yang berangkat tidak melalui jalur resmi atau sebagai PMI legal. Karena itu, langkah penting yang harus dilakukan adalah bagaimana mencegah keberangkatan PMI/TKI ke luar negeri, tanpa dokumen resmi.

Dalam hubungan dengan pencegahan, ia menambahkan pemerintah di NTT harus bekerja sama dengan lembaga keagamaan, lembaga pendidikan dan perusahaan nasional serta multinasional untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) NTT.

Ia mengatakan, SDM NTT harus disiapkan di bursa pasar kerja internasional, dan siap untuk memenuhi permintaan dari luar negeri.

"Pemerintah NTT bisa membangun Balai Latihan Kerja (BLK) berstandar internasional dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk memberikan kemudahan bagi calon tenaga kerja," katanya.

BLK dan LTSA ini, harus sungguh-sungguh dibangun dan berfungsi secara profesional, dan pengelolanyapun harus memiliki integritas, bukan bermental koruptif, sebutnya.

"Dan saya berpikir bahwa NTT bisa pergi dan belajar ke Philipina tentang bagaimana cara mengirim TKI yang baik dan profesional," lanjutnya.

Jika langkah-langkah ini bisa dilaksanakan, diyakini dapat mengurangi atau menghentikan sama sekali pengiriman jenazah dari luar negeri, katanya, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 20 Maret 2019 - 22:05 WIB
Elshinta.com - Advokat Lucas mencurigai ada "main mata" antara Komisi Pemberanta...
Rabu, 20 Maret 2019 - 21:31 WIB
Elshinta.com -Kantor Imigrasi Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengamankan obat-obatan milik Warga...
Rabu, 20 Maret 2019 - 20:19 WIB
Elshinta.com -Badan Pengawas Obat dan Makanan memusnahkan lebih dari Rp1,2 miliar obat dan maka...
Rabu, 20 Maret 2019 - 19:25 WIB
Elshinta.com -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima informasi dari pihak keluarga salah s...
Rabu, 20 Maret 2019 - 19:13 WIB
Elshinta.com - Meskipun bertarung di daerah pemilihan (dapil) yang bertabur tokoh-tokoh besar, ...
Rabu, 20 Maret 2019 - 19:11 WIB
Elshinta.com -Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo meminta media massa tidak mengambil informasi...
Rabu, 20 Maret 2019 - 18:54 WIB
Elshinta.com -Terduga teroris berinisial Y alias Khodijah (35) asal Klaten, Jawa Tengah yang ba...
Rabu, 20 Maret 2019 - 18:33 WIB
Elshinta.com - Hukuman cambuk di Aceh memang menjadi hukuman yang lazim ditemui. Hari ini,...
Rabu, 20 Maret 2019 - 18:17 WIB
Elshinta.com -Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Nusa Tenggara Barat, mendeportasi delapan Warga ...
Rabu, 20 Maret 2019 - 17:58 WIB
Elshinta.com -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geosifika (BMKG) memberikan peringatan dini g...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)