Jumat, 16 November 2018 | 17:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Polda Kalsel patroli `Cyber `tindak akun palsu

Rabu, 07 November 2018 - 13:04 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Pasukan cyber troops Polda Lampung. Sumber Foto: https://bit.ly/2oWdHDa
Ilustrasi. Pasukan cyber troops Polda Lampung. Sumber Foto: https://bit.ly/2oWdHDa

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan terus meningkatkan "cyber patrol" atau patroli dunia maya untuk menindak akun-akun palsu yang meresahkan masyarakat.

"Akun di media sosial yang cenderung jadi penyebar ujaran kebencian dan berita bohong atau hoax kini terus kami lakukan pemantauan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel Kombes Pol Rizal Irawan di Banjarmasi, Rabu (7/11).

Dia mengungkapkan, akun yang kerap berisi konten negatif dan cenderung provokasi dan sebagainya itu biasanya palsu alias bukan pemilik sebenarnya dari nama tertera di akun.

"Jadi masyarakat jangan mudah terprovokasi jika mendapati akun-akun seperti itu. Laporkan atau informasikan saja ke polisi dan kami akan menelusurinya untuk menangkap sang pengendali akun sebenarnya," jelas Rizal, seperti dikutip dari Antara.

Terus dikatakannya, seperti pada kasus terakhir. Di mana Subdit II Perbankan Pencucian Uang dan Kejahatan Dunia Maya (PPUKDM) Ditreskrimsus Polda Kalsel berhasil mengamankan pemilik akun media sosial Instagram @rezahardiansyah7071 dan pembuat akun palsu @humaspolresbanjar.

Pelakunya MS diketahui telah menyebarkan konten berbau SARA dan menghina kepala negara melalui akun media sosial Instagram dengan menggunakan identitas orang lain.

Belakangan motif pelaku ternyata hanya sepele. Dia marah kepada teman satu kelasnya sehingga membuat akun palsu dengan identitas dari pacar temannya itu supaya ketakutan karena pacarnya ditangkap polisi.

Saat ini tersangka dilakukan penahanan dan untuk barang bukti berupa laptop, handphone dan lainnya dikirim oleh penyidik yang dipimpin Kasubdit II PPUKDM Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien ke Laboratorium Digital Forensik di Mabes Polri Jakarta.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Megapolitan | 16 November 2018 - 16:27 WIB

Sudinhub Jakpus tuntaskan titik macet pada 2019

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan terus meningkatkan "cyber patrol" atau patroli dunia maya untuk menindak akun-akun palsu yang meresahkan masyarakat.

"Akun di media sosial yang cenderung jadi penyebar ujaran kebencian dan berita bohong atau hoax kini terus kami lakukan pemantauan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel Kombes Pol Rizal Irawan di Banjarmasi, Rabu (7/11).

Dia mengungkapkan, akun yang kerap berisi konten negatif dan cenderung provokasi dan sebagainya itu biasanya palsu alias bukan pemilik sebenarnya dari nama tertera di akun.

"Jadi masyarakat jangan mudah terprovokasi jika mendapati akun-akun seperti itu. Laporkan atau informasikan saja ke polisi dan kami akan menelusurinya untuk menangkap sang pengendali akun sebenarnya," jelas Rizal, seperti dikutip dari Antara.

Terus dikatakannya, seperti pada kasus terakhir. Di mana Subdit II Perbankan Pencucian Uang dan Kejahatan Dunia Maya (PPUKDM) Ditreskrimsus Polda Kalsel berhasil mengamankan pemilik akun media sosial Instagram @rezahardiansyah7071 dan pembuat akun palsu @humaspolresbanjar.

Pelakunya MS diketahui telah menyebarkan konten berbau SARA dan menghina kepala negara melalui akun media sosial Instagram dengan menggunakan identitas orang lain.

Belakangan motif pelaku ternyata hanya sepele. Dia marah kepada teman satu kelasnya sehingga membuat akun palsu dengan identitas dari pacar temannya itu supaya ketakutan karena pacarnya ditangkap polisi.

Saat ini tersangka dilakukan penahanan dan untuk barang bukti berupa laptop, handphone dan lainnya dikirim oleh penyidik yang dipimpin Kasubdit II PPUKDM Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien ke Laboratorium Digital Forensik di Mabes Polri Jakarta.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com