Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/ Manajemen

Pendapat yang salah kaprah seputar investasi

Rabu, 07 November 2018 - 14:14 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2CKY5v9
Sumber foto: https://bit.ly/2CKY5v9

Elshinta.com - Banyak orang yang merasa takut atau enggan berinvestasi karena berbagai alasan. Bisa jadi karena ditipu, terlihat ribet, takut rugi dan macam alasan lainnya sehingga orang tidak berinvestasi. Padahal, investasi memiliki lebih banyak manfaat ketimbang menabung. 

Investasi dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, tujuan yang membutuhkan sejumlah dana yang cukup besar. Entah itu membeli rumah, menyiapkan pernikahan dan semacamnya. Dengan berinvestasi, selain mengumpulkan pundi-pundi uang layaknya menabung, kita juga berpotensi mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil investasi. 

Untuk yang masih ragu berinvestasi, mungkin Anda masih memiliki pendapat yang salah tentang berinvestasi seperti di bawah ini. 

Butuh modal besar untuk berinvestasi

Tak butuh modal yang besar untuk sekadar memulai investasi. Saat ini, produk-produk investasi bisa dibeli secara online hanya dengan uang ratusan ribu bahkan puluhan ribu rupiah saja. Sebut saja investasi reksadana yang saat ini bisa dibeli seharga Rp100.000. Hal ini memungkinkan siapa saja untuk berinvestasi dimulai dari angka yang kecil terlebih dahulu.

Berinvestasi nanti saja setelah punya penghasilan besar

Semakin dini berinvestasi, semakin baik. Tidak perlu menunggu mendapatkan penghasilan yang lebih besar terlebih dahulu untuk berinvestasi. Bila Anda mulai berinvestasi sejak dini, maka Anda berpeluang untuk mendapatkan manfaatnya sedekat mungkin. Besaran investasi bisa disesuaikan dengan penghasilan setiap bulan, bisa ditingkatkan seiring dengan bertambahnya penghasilan. 

Baca juga: 5 Investasi Modal Minim ini Cocok untuk Pemula bagi Mahasiswa

Banyak investasi yang tidak aman

Memang sampai saat ini, masih saja ditemukan investasi-investasi bodong yang merugikan para nasabah. Namun, di tengah arus keterbukaan informasi yang semakin kuat saat ini, sebenarnya investasi semacam ini dapat dihindari bila nasabah mau meluangkan waktunya untuk melakukan pengecekan secara lebih teliti. Untuk melalukan pengecekan pun sudah lebih mudah melalui situs-situs pemerintah maupun review pengguna di forum online. 

Investasi itu susah

Banyak yang mengeluhkan tentang betapa susahnya atau ribetnya berinvestasi terutama pada produk-produk pasar modal seperti saham, obligasi dan reksadana. Memang investasi ini tidak boleh dilakukan secara sembarang, harus mengerti betul jenis investasi dan apa saja yang menyangkut investasi tersebut. Namun, informasi-informasi tersebut saat ini mudah ditemukan di mana saja. Di blog, media massa, sampai video-video di Youtube. 

***
Anda bisa membaca informasi seputar investasi di eMajels edisi Oktober 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi lainnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Banyak orang yang merasa takut atau enggan berinvestasi karena berbagai alasan. Bisa jadi karena ditipu, terlihat ribet, takut rugi dan macam alasan lainnya sehingga orang tidak berinvestasi. Padahal, investasi memiliki lebih banyak manfaat ketimbang menabung. 

Investasi dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, tujuan yang membutuhkan sejumlah dana yang cukup besar. Entah itu membeli rumah, menyiapkan pernikahan dan semacamnya. Dengan berinvestasi, selain mengumpulkan pundi-pundi uang layaknya menabung, kita juga berpotensi mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil investasi. 

Untuk yang masih ragu berinvestasi, mungkin Anda masih memiliki pendapat yang salah tentang berinvestasi seperti di bawah ini. 

Butuh modal besar untuk berinvestasi

Tak butuh modal yang besar untuk sekadar memulai investasi. Saat ini, produk-produk investasi bisa dibeli secara online hanya dengan uang ratusan ribu bahkan puluhan ribu rupiah saja. Sebut saja investasi reksadana yang saat ini bisa dibeli seharga Rp100.000. Hal ini memungkinkan siapa saja untuk berinvestasi dimulai dari angka yang kecil terlebih dahulu.

Berinvestasi nanti saja setelah punya penghasilan besar

Semakin dini berinvestasi, semakin baik. Tidak perlu menunggu mendapatkan penghasilan yang lebih besar terlebih dahulu untuk berinvestasi. Bila Anda mulai berinvestasi sejak dini, maka Anda berpeluang untuk mendapatkan manfaatnya sedekat mungkin. Besaran investasi bisa disesuaikan dengan penghasilan setiap bulan, bisa ditingkatkan seiring dengan bertambahnya penghasilan. 

Baca juga: 5 Investasi Modal Minim ini Cocok untuk Pemula bagi Mahasiswa

Banyak investasi yang tidak aman

Memang sampai saat ini, masih saja ditemukan investasi-investasi bodong yang merugikan para nasabah. Namun, di tengah arus keterbukaan informasi yang semakin kuat saat ini, sebenarnya investasi semacam ini dapat dihindari bila nasabah mau meluangkan waktunya untuk melakukan pengecekan secara lebih teliti. Untuk melalukan pengecekan pun sudah lebih mudah melalui situs-situs pemerintah maupun review pengguna di forum online. 

Investasi itu susah

Banyak yang mengeluhkan tentang betapa susahnya atau ribetnya berinvestasi terutama pada produk-produk pasar modal seperti saham, obligasi dan reksadana. Memang investasi ini tidak boleh dilakukan secara sembarang, harus mengerti betul jenis investasi dan apa saja yang menyangkut investasi tersebut. Namun, informasi-informasi tersebut saat ini mudah ditemukan di mana saja. Di blog, media massa, sampai video-video di Youtube. 

***
Anda bisa membaca informasi seputar investasi di eMajels edisi Oktober 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi lainnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com