Jumat, 16 November 2018 | 17:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

Kapolri: Peran Financial Intelligence Unit cegah aliran dana teroris

Rabu, 07 November 2018 - 14:56 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Acara The 4th Annual Counter-Terrorism Financing Summit 2018, di Royal Orchid Sheraton Hotel, Bangkok, 6-8 November 2018. Foto: Redaksi Elshinta
Acara The 4th Annual Counter-Terrorism Financing Summit 2018, di Royal Orchid Sheraton Hotel, Bangkok, 6-8 November 2018. Foto: Redaksi Elshinta

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai peran signifikan dari Financial Intelligence Unit di berbagai negara sangat penting guna memutus aliran dana dan logistik bagi para kelompok teror.

Dalam acara The 4th Annual Counter-Terrorism Financing Summit 2018, di Royal Orchid Sheraton Hotel, Bangkok, 6-8 November 2018, Kapolri menekankan pentingnya kerja sama antar negara dalam penanganan dan penanggulangan kejahatan aliran dana kelompok teroris dengan meningkatkan kerja sama.

“Sharing informasi dan pengembangan kapasitas di antara penegak hukum termasuk financial intelligence unit khususnya di kawasan regional Asia dan Australia,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi Elshinta, Rabu (7/11).

Dalam kesempatan itu, Kapolri memaparkan pandangan tentang perkembangan terkini tindak pidana terorisme yang terjadi di Indonesia, trend pendanaan terorisme, perubahan modus operandi serta beberapa contoh kasus penanganan aliran dana teroris yang ditangani oleh Indonesia.

“Misalnya pada kasus Bom Bali I, Teror Thamrin Jakarta dan yang terkini yakni Teror Bom Gereja Surabaya,” kata Tito.

Baca juga: Kapolri jalin kerja sama cegah kejahatan transnasional di Myanmar

Acara pembukaan diawali pidato dari Minister of Australian Mr. Petter Dutton, Menkopolhukam RI bapak Wiranto dan Keynote Speech oleh Deputy Prime Minister Thailand Mr. Wissanu Krea-Ngarm. 

Ketiga pejabat tersebut sepakat akan pentingnya penanganan pendanaan teroris guna lebih meminimalisir kejahatan terorisme yang terjadi dan melibatkan banyak negara di dunia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 16 November 2018 - 17:38 WIB

Facebook segera bentuk badan independen konten

Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai peran signifikan dari Financial Intelligence Unit di berbagai negara sangat penting guna memutus aliran dana dan logistik bagi para kelompok teror.

Dalam acara The 4th Annual Counter-Terrorism Financing Summit 2018, di Royal Orchid Sheraton Hotel, Bangkok, 6-8 November 2018, Kapolri menekankan pentingnya kerja sama antar negara dalam penanganan dan penanggulangan kejahatan aliran dana kelompok teroris dengan meningkatkan kerja sama.

“Sharing informasi dan pengembangan kapasitas di antara penegak hukum termasuk financial intelligence unit khususnya di kawasan regional Asia dan Australia,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi Elshinta, Rabu (7/11).

Dalam kesempatan itu, Kapolri memaparkan pandangan tentang perkembangan terkini tindak pidana terorisme yang terjadi di Indonesia, trend pendanaan terorisme, perubahan modus operandi serta beberapa contoh kasus penanganan aliran dana teroris yang ditangani oleh Indonesia.

“Misalnya pada kasus Bom Bali I, Teror Thamrin Jakarta dan yang terkini yakni Teror Bom Gereja Surabaya,” kata Tito.

Baca juga: Kapolri jalin kerja sama cegah kejahatan transnasional di Myanmar

Acara pembukaan diawali pidato dari Minister of Australian Mr. Petter Dutton, Menkopolhukam RI bapak Wiranto dan Keynote Speech oleh Deputy Prime Minister Thailand Mr. Wissanu Krea-Ngarm. 

Ketiga pejabat tersebut sepakat akan pentingnya penanganan pendanaan teroris guna lebih meminimalisir kejahatan terorisme yang terjadi dan melibatkan banyak negara di dunia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com