Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pileg 2019

PSI: Bawaslu Kudus jangan tebang pilih

Rabu, 07 November 2018 - 16:36 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Teguh Santosa menilai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kudus terkesan tebang pilih dalam penertiban alat peraga kampanye akibat tidak memberikan perlakuan sama kepada seluruh parpol.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi persoalan pemasangan baliho caleg yang ada di Kudus. Berdasarkan surat bernomor 168/Bawaslu-Prov.JT-015/PM.00.02/XI/2018 tertanggal 2 November 2018, Bawaslu Kudus telah mengirimkan surat teguran atas pemasangan baliho tiga caleg dari tiga parpol yang berbeda.

"Salah satu yang terkena teguran adalah caleg DPR RI dari PSI, Harijanto Arbi," kata Teguh di Kudus, Selasa (6/11), dilaporkan Kontributor Elshinta Sutini.

Dalam surat teguran tersebut, lanjut Teguh, Bawaslu menyebutkan dua baliho Harijanto Arbi di tepi Kaligelis dan di Jalan dr Lukmonohadi dekat pasar Bitingan melanggar zonasi yang telah ditentukan KPU. ”Dalam surat tersebut, kami diminta untuk segera menurunkan dalam jangka waktu tiga hari setelah teguran,” ungkapnya. 

Baca juga: Bawaslu: Promosi pribadi caleg termasuk pelanggaran

Mendapat surat teguran tersebut, Teguh mengaku langsung berkoordinasi untuk melaksanakan perintah Bawaslu. Namun, pada kelanjutannya masih ada baliho satu caleg yang masih terpasang dan terkesan dibiarkan oleh Bawaslu sehingga dinilai tebang pilih.

”Kami sering kehilangan spanduk yang sudah disertai pajak dan terpasang di tempat semestinya. Saya kira, sebagai lembaga pengawas, Bawaslu harus memberikan rasa keadilan kepada semua peserta pemilu,” imbuh Teguh.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Teguh Santosa menilai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kudus terkesan tebang pilih dalam penertiban alat peraga kampanye akibat tidak memberikan perlakuan sama kepada seluruh parpol.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi persoalan pemasangan baliho caleg yang ada di Kudus. Berdasarkan surat bernomor 168/Bawaslu-Prov.JT-015/PM.00.02/XI/2018 tertanggal 2 November 2018, Bawaslu Kudus telah mengirimkan surat teguran atas pemasangan baliho tiga caleg dari tiga parpol yang berbeda.

"Salah satu yang terkena teguran adalah caleg DPR RI dari PSI, Harijanto Arbi," kata Teguh di Kudus, Selasa (6/11), dilaporkan Kontributor Elshinta Sutini.

Dalam surat teguran tersebut, lanjut Teguh, Bawaslu menyebutkan dua baliho Harijanto Arbi di tepi Kaligelis dan di Jalan dr Lukmonohadi dekat pasar Bitingan melanggar zonasi yang telah ditentukan KPU. ”Dalam surat tersebut, kami diminta untuk segera menurunkan dalam jangka waktu tiga hari setelah teguran,” ungkapnya. 

Baca juga: Bawaslu: Promosi pribadi caleg termasuk pelanggaran

Mendapat surat teguran tersebut, Teguh mengaku langsung berkoordinasi untuk melaksanakan perintah Bawaslu. Namun, pada kelanjutannya masih ada baliho satu caleg yang masih terpasang dan terkesan dibiarkan oleh Bawaslu sehingga dinilai tebang pilih.

”Kami sering kehilangan spanduk yang sudah disertai pajak dan terpasang di tempat semestinya. Saya kira, sebagai lembaga pengawas, Bawaslu harus memberikan rasa keadilan kepada semua peserta pemilu,” imbuh Teguh.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com