Sabtu, 17 November 2018 | 10:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Pertamina pastikan pasokan LPG Tanjung Balai aman

Rabu, 07 November 2018 - 15:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto. Foto: Diurnawan/Elshinta
Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto. Foto: Diurnawan/Elshinta

Elshinta.com - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I memastikan pasokan gas LPG 3kg di Tanjung Balai tetap aman. Rata-rata penyaluran LPG 3kg untuk Tanjung Balai adalah sebesar 13,6 MT per hari dan tidak ada pengurangan pasokan sama sekali untuk penyaluran di wilayah tersebut. Kemudian, realisasi penyaluran LPG 3kg pada Januari hingga Oktober 2018 adalah sebesar 3.325 MT, sedangkan kuota pada Januari sampai Oktober 2018 untuk Kota Madya Tanjung Balai dari pemerintah adalah sebesar 3.278 MT dan sudah lebih satu persen dari target pemerintah.

Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto mengatakan bahwa Pertamina memastikan ketersediaan LPG 3kg tetap mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat yang tidak mampu di Tanjung Balai dan tidak ada pengurangan pasokan.

“Pertamina memastikan bahwa kebutuhan LPG 3kg terbutuhi oleh masyarakat, termasuk di wilayah Tanjung Balai apabila LPG 3kg digunakan sesuai peruntukan, yaitu masyarakat miskin dan usaha mikro," ujar Rudi di Medan, Rabu (7/11), dilaporkan Kontributor Elshinta Diurnawan.

Baca juga: Pertamina MOR VIII pastikan LPG di Timika aman

Ditambah lagi, lanjut dia, terdapat empat agen yang menyalurkan LPG 3kg untuk rakyat miskin dan usaha mikro pada 124 pangkalan yang tersebar di seluruh desa dan kecamatan Tanjung Balai dengan harga tertinggi Rp16 ribu per tabung. Sementara bagi warga mampu, Pertamina menyediakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5kg, Bright Gas 12kg dan Elpiji tabung biru 12 kg serta 50 kg untuk usaha komersial. 

"Kami tidak mengurangi sama sekali pasokan LPG 3kg untuk wilayah Tanjung Balai. Kami mengimbau agar masyarakat mampu dan usaha komersial, termasuk rumah makan agar tidak menggunakan LPG 3 kg dan beralih ke LPG non subsidi sehingga LPG bersubsidi bisa tepat sasaran,” pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I memastikan pasokan gas LPG 3kg di Tanjung Balai tetap aman. Rata-rata penyaluran LPG 3kg untuk Tanjung Balai adalah sebesar 13,6 MT per hari dan tidak ada pengurangan pasokan sama sekali untuk penyaluran di wilayah tersebut. Kemudian, realisasi penyaluran LPG 3kg pada Januari hingga Oktober 2018 adalah sebesar 3.325 MT, sedangkan kuota pada Januari sampai Oktober 2018 untuk Kota Madya Tanjung Balai dari pemerintah adalah sebesar 3.278 MT dan sudah lebih satu persen dari target pemerintah.

Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto mengatakan bahwa Pertamina memastikan ketersediaan LPG 3kg tetap mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat yang tidak mampu di Tanjung Balai dan tidak ada pengurangan pasokan.

“Pertamina memastikan bahwa kebutuhan LPG 3kg terbutuhi oleh masyarakat, termasuk di wilayah Tanjung Balai apabila LPG 3kg digunakan sesuai peruntukan, yaitu masyarakat miskin dan usaha mikro," ujar Rudi di Medan, Rabu (7/11), dilaporkan Kontributor Elshinta Diurnawan.

Baca juga: Pertamina MOR VIII pastikan LPG di Timika aman

Ditambah lagi, lanjut dia, terdapat empat agen yang menyalurkan LPG 3kg untuk rakyat miskin dan usaha mikro pada 124 pangkalan yang tersebar di seluruh desa dan kecamatan Tanjung Balai dengan harga tertinggi Rp16 ribu per tabung. Sementara bagi warga mampu, Pertamina menyediakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5kg, Bright Gas 12kg dan Elpiji tabung biru 12 kg serta 50 kg untuk usaha komersial. 

"Kami tidak mengurangi sama sekali pasokan LPG 3kg untuk wilayah Tanjung Balai. Kami mengimbau agar masyarakat mampu dan usaha komersial, termasuk rumah makan agar tidak menggunakan LPG 3 kg dan beralih ke LPG non subsidi sehingga LPG bersubsidi bisa tepat sasaran,” pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Sabtu, 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Sabtu, 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Sabtu, 17 November 2018 - 08:39 WIB

Presiden menuju Papua Nugini untuk hadiri KTT APEC

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com