Sabtu, 17 November 2018 | 10:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Korban kecelakaan pesawat Lion Air tiba di rumah duka Depok

Rabu, 07 November 2018 - 15:27 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Peti mati jenazah Ibnu Fajar Ryadi (33) yang tiba di rumah duka di Depok, Jawa Barat, Rabu (7/11). Foto: Hendrik Raseukiy/Elshinta
Peti mati jenazah Ibnu Fajar Ryadi (33) yang tiba di rumah duka di Depok, Jawa Barat, Rabu (7/11). Foto: Hendrik Raseukiy/Elshinta

Elshinta.com - Tak terkira duka kepalang Hilda Aprillia menerima kepulangan suaminya Ibnu Fajar Ryadi (33) di dalam peti jenazah di rumah duka di Jalan Gama Setia, Komplek Pelni Blok C1 Nomor 5, RT4/RW7, Baktijaya, Sukmajaya Kota Depok, Rabu (7/11).

Fajar yang merupakan seorang dokter spesialis penyakit dalam ini adalah salah seorang di antara korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Mobil ambulance RS Polri Dr Soekanto, Jakarta Timur membawa pulang jasad Fajar dalam peti kayu berwarna coklat yang tertutup rapat. Hilda yang juga dokter di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur terlihat sedih sambil memeluk anak sulungnya.

"Almarhum dan istrinya adalah warga kami yang kami cintai. Mareka menjalin siraturrahim sesama warga di sini. Kami kehilangan, semoga arwahnya dalam kasih sayang Allah," Sebut Makmur, seorang warga Komplek Pelni di rumah duka, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Hendrik Raseukiy di Depok, Rabu (7/11).

Baca juga: Dua bayi korban Lion Air belum dapat data antemortem yang cocok

Sebutnya, Fajar yang sebelumnya berdinas RS Dharmais, baru saja berdinas di RS Koba Bangka Tengah, Bangka Belitung. Di hari kejadian nahas tersebut merupakan keberangkatan perdananya untuk menuju ke tempat kerja barunya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Tak terkira duka kepalang Hilda Aprillia menerima kepulangan suaminya Ibnu Fajar Ryadi (33) di dalam peti jenazah di rumah duka di Jalan Gama Setia, Komplek Pelni Blok C1 Nomor 5, RT4/RW7, Baktijaya, Sukmajaya Kota Depok, Rabu (7/11).

Fajar yang merupakan seorang dokter spesialis penyakit dalam ini adalah salah seorang di antara korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Mobil ambulance RS Polri Dr Soekanto, Jakarta Timur membawa pulang jasad Fajar dalam peti kayu berwarna coklat yang tertutup rapat. Hilda yang juga dokter di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur terlihat sedih sambil memeluk anak sulungnya.

"Almarhum dan istrinya adalah warga kami yang kami cintai. Mareka menjalin siraturrahim sesama warga di sini. Kami kehilangan, semoga arwahnya dalam kasih sayang Allah," Sebut Makmur, seorang warga Komplek Pelni di rumah duka, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Hendrik Raseukiy di Depok, Rabu (7/11).

Baca juga: Dua bayi korban Lion Air belum dapat data antemortem yang cocok

Sebutnya, Fajar yang sebelumnya berdinas RS Dharmais, baru saja berdinas di RS Koba Bangka Tengah, Bangka Belitung. Di hari kejadian nahas tersebut merupakan keberangkatan perdananya untuk menuju ke tempat kerja barunya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com