Tuntut diskualifikasi pasangan petahana Maluku Utara, massa AMPDI demo di KPU
Rabu, 07 November 2018 - 14:28 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Massa aksi tuntut diskualifikasi pasangan petahanan Maluku Utara. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Ratusan massa yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Indonesia, Rabu (7/11) siang menggelar aksi unjuk rasa menuntut diskualifikasi calon gubernur petahana provinsi Maluku Utara, di Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol Jakarta.

Dalam aksinya, massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan pemuda asal Maluku Utara se Jabodetabek ini menuntut agar KPU men`disqualify mask` calon petahana KH. Abdul Gani Kasuba-M. Al Yasin Ali, karena terbukti melakukan sejumlah pelanggaran.

"Kita minta KPU komit pada aturan hukum yang berlaku. Pasangan nomor urut 3 terbukti melakukan paling sedikit 47 pelanggaran, sebagaimana yang dilaporkan Bawaslu Maluku Utara," kata koordinator aksi Jemmy seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Menurut Jemmy, pelanggaran paling fatal adalah pergantian pejabat yang jelas-jelas melanggar UU No 10 pasal 71, Tahun 2016 dan dugaan 'money politic' yang dilakukan oleh calon petahana pada hari pencoblosan di wilayah PSU pada saat pencoblosan sedang berlangsung. 

Usai menggelar aksi di Kantor KPU Jakarta Pusat, massa melanjutkan aksi di depan Kantor Mahkamah Konstitusi. 

Seperti diketahui, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara mengumumkan hasil pelanggaran administrasi yang dilakukan pasangan calon (Paslon) Abdul Ghani Kasuba dan M Al Yasin Ali (AGK-YA). Bawaslu merekomendasikan pembatalan kepesertaan atau diskualifikasi duet AGK-YA sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Malut 2018, karena telah melakukan pelantikan sejumlah pejabat selama tahapan Pilgub berlangsung.

Menurut Koordinator Devisi (Kordiv) Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Maluku Utara, Aslan Hasan, keputusan pembatalan AGK-YA berlangsung dalam Rapat Pleno tanggal 26 Oktober 2018, sebagai tindak lanjut laporan atas nama Abdullah Kahar SH dengan nomor Laporan 04/LP/PG/PROV/32.00/X/2018 yang dilanjutkan dengan pemeriksaan dokumen/saksi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 26 April 2019 - 10:34 WIB
Elshinta.com - Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema menjelaskan penyebab dua organis...
Jumat, 26 April 2019 - 10:13 WIB
Elshinta.com - Menjelang Ramadan dan Lebaran 2019, pemerintah memastikan ketersediaan dan ...
Jumat, 26 April 2019 - 09:35 WIB
Elshinta.com - Nantinya, proyek-proyek pengerjaan dan perbaikan infrastruktur di jalur Pan...
Jumat, 26 April 2019 - 09:19 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai keputusan penonaktifan sement...
Jumat, 26 April 2019 - 08:46 WIB
Elshinta.com - Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Jusup Sin...
Jumat, 26 April 2019 - 08:17 WIB
Elshinta.com - Sekitar 8,44 juta kendaraan yang terdiri dari 3,76 juta kendaraan pribadi d...
Jumat, 26 April 2019 - 07:55 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membuka lima ru...
Jumat, 26 April 2019 - 07:12 WIB
Elshinta.com - Operasional Terminal Keberangkatan Domestik, Bandara Internasional I Gusti ...
Jumat, 26 April 2019 - 06:28 WIB
Elshinta.com - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan mulai menyosialisasik...
Kamis, 25 April 2019 - 21:54 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa nilar tuka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)