Ini empat fase identifikasi korban Lion Air
Rabu, 07 November 2018 - 18:07 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Keluarga korban Lion Air JT 610 melihat barang milik korban di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2yWc7Gz

Elshinta.com - Vice Commander Disaster Victim Identification (DVI), Kombes Pol Triawan Marsudi mengatakan ada empat fase identifikasi penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10).

"Fase pertama olah tempat kejadian perkara (TKP), fase kedua postmortem, fase ketiga antemortem dan fase keempat rekonsiliasi," ujar Kombes Triawan di Jakarta pada Rabu (7/11).

Dihimpun dari Antara, pada fase pertama meliputi TKP, yaitu di laut. Basarnas sebagai tim evakuasi bertugas menyisiri barang, korban, atau bangkai pesawat.

Selanjutnya, fase postmortem meliputi identifikasi jenazah atau barang yang ditemukan untuk kemudian ditangani oleh tim patologi forensik, tim odontologi forensik dan tim DNA forensik dan ahli lainnya.

Baca juga: Polri: Pemeriksaan DNA korban Lion paling cepat 4-8 hari

Kemudian, fase antemortem, yakni dari pihak keluarga korban terkait laporan identitas korban, yaitu data primer yang terdiri dari sidik jari, gigi, dan DNA, serta data sekunder yang merupakan data medis seperti bekas luka, atau tanda fisik lain seperti tato, juga properti seperti pakaian korban.

"DNA jadi bagian yang prosesnya agak lama. Kalau satu data primer itu tadi bisa cocok, maka bisa dinyatakan teridentifikasi. Hanya saja kalau ada yang sekunder yang mendukung maka lebih bagus lagi," jelas Kombes Triawan.

Terakhir, fase rekonsiliasi yaitu pencocokan data postmortem dan antemortem untuk dapat mengindentifikasi korban. "Di sidang rekonsiliasi kita nyatakan dan kita rilis tiap sore hasilnya," tambahnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 19:44 WIB
Elshinta.com - Wartawan atau awak media merupakan mitra strategis dalam penanggulangan ben...
Kamis, 25 April 2019 - 19:31 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya yang diucapkan di Gedung MK Jak...
Kamis, 25 April 2019 - 19:17 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menambah kapal patroli, guna mengoptimal...
Kamis, 25 April 2019 - 18:15 WIB
Elshinta.com - Kepala kepolisian Resor (Kapolres) Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy memimpin pel...
Kamis, 25 April 2019 - 17:27 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Resor Majalengka, Jawa Barat melaksanakan pembinaan rohani dan mental...
Kamis, 25 April 2019 - 17:19 WIB
Elshinta.com - Aliansi Pekerja Buruh Daerah (APBD) Sumatera Utara meminta Presiden RI dan ...
Kamis, 25 April 2019 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Sejumlah ormas Islan di Kota Depok mendukung protes Pemkot Depok kepada Komisi P...
Kamis, 25 April 2019 - 16:48 WIB
Elshinta.com - Hingga Kamis (25/4) sore, pukul 16:30:05 WIB, data yang masuk di Sistem Informas...
Kamis, 25 April 2019 - 16:45 WIB
Elshinta.com - Menyambut bulan suci Ramadan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menggelar pr...
Kamis, 25 April 2019 - 16:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, agar pengerjaan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)