Kamis, 15 November 2018 | 12:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Ini empat fase identifikasi korban Lion Air

Rabu, 07 November 2018 - 18:07 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Keluarga korban Lion Air JT 610 melihat barang milik korban di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2yWc7Gz
Keluarga korban Lion Air JT 610 melihat barang milik korban di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2yWc7Gz

Elshinta.com - Vice Commander Disaster Victim Identification (DVI), Kombes Pol Triawan Marsudi mengatakan ada empat fase identifikasi penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10).

"Fase pertama olah tempat kejadian perkara (TKP), fase kedua postmortem, fase ketiga antemortem dan fase keempat rekonsiliasi," ujar Kombes Triawan di Jakarta pada Rabu (7/11).

Dihimpun dari Antara, pada fase pertama meliputi TKP, yaitu di laut. Basarnas sebagai tim evakuasi bertugas menyisiri barang, korban, atau bangkai pesawat.

Selanjutnya, fase postmortem meliputi identifikasi jenazah atau barang yang ditemukan untuk kemudian ditangani oleh tim patologi forensik, tim odontologi forensik dan tim DNA forensik dan ahli lainnya.

Baca juga: Polri: Pemeriksaan DNA korban Lion paling cepat 4-8 hari

Kemudian, fase antemortem, yakni dari pihak keluarga korban terkait laporan identitas korban, yaitu data primer yang terdiri dari sidik jari, gigi, dan DNA, serta data sekunder yang merupakan data medis seperti bekas luka, atau tanda fisik lain seperti tato, juga properti seperti pakaian korban.

"DNA jadi bagian yang prosesnya agak lama. Kalau satu data primer itu tadi bisa cocok, maka bisa dinyatakan teridentifikasi. Hanya saja kalau ada yang sekunder yang mendukung maka lebih bagus lagi," jelas Kombes Triawan.

Terakhir, fase rekonsiliasi yaitu pencocokan data postmortem dan antemortem untuk dapat mengindentifikasi korban. "Di sidang rekonsiliasi kita nyatakan dan kita rilis tiap sore hasilnya," tambahnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Elshinta.com - Vice Commander Disaster Victim Identification (DVI), Kombes Pol Triawan Marsudi mengatakan ada empat fase identifikasi penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10).

"Fase pertama olah tempat kejadian perkara (TKP), fase kedua postmortem, fase ketiga antemortem dan fase keempat rekonsiliasi," ujar Kombes Triawan di Jakarta pada Rabu (7/11).

Dihimpun dari Antara, pada fase pertama meliputi TKP, yaitu di laut. Basarnas sebagai tim evakuasi bertugas menyisiri barang, korban, atau bangkai pesawat.

Selanjutnya, fase postmortem meliputi identifikasi jenazah atau barang yang ditemukan untuk kemudian ditangani oleh tim patologi forensik, tim odontologi forensik dan tim DNA forensik dan ahli lainnya.

Baca juga: Polri: Pemeriksaan DNA korban Lion paling cepat 4-8 hari

Kemudian, fase antemortem, yakni dari pihak keluarga korban terkait laporan identitas korban, yaitu data primer yang terdiri dari sidik jari, gigi, dan DNA, serta data sekunder yang merupakan data medis seperti bekas luka, atau tanda fisik lain seperti tato, juga properti seperti pakaian korban.

"DNA jadi bagian yang prosesnya agak lama. Kalau satu data primer itu tadi bisa cocok, maka bisa dinyatakan teridentifikasi. Hanya saja kalau ada yang sekunder yang mendukung maka lebih bagus lagi," jelas Kombes Triawan.

Terakhir, fase rekonsiliasi yaitu pencocokan data postmortem dan antemortem untuk dapat mengindentifikasi korban. "Di sidang rekonsiliasi kita nyatakan dan kita rilis tiap sore hasilnya," tambahnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com