Jumat, 16 November 2018 | 11:23 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Manajemen

Bisnis bukan hanya soal bakat

Rabu, 07 November 2018 - 18:35 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2F5Wylj
Sumber foto: https://bit.ly/2F5Wylj

Elshinta.com - Banyak yang beranggapan bahwa untuk menjadi seorang pengusaha haruslah orang yang memiliki bakat bisnis. Anggapan seperti itu seringkali membuat seseorang menjadi minder ketika merasa bahwa dirinya tidak memiliki bakat bisnis. 

Menurut Pakar Bisnis, Niam Muiz, pandangan mengenai bisnis itu bakat sebetulnya berasal dari sejumlah minat atau ketajaman terhadap beragam komponen keberhasilan bisnis. Misalnya rasa ingin tahu. Seorang yang dalam perjalanannya sukses pada bisnis tertentu biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap prosepek pasar suatu produk. 

Ia akan mencari informasi kepada orang-orang yang tahu tentang prospek produk yang sedang ia ingin geluti. Setelahnya, daya kreatifnya mampu memperhitungkan faktor-faktor terkait seperti harga, selera, momentum, dan berbagai hal yang memengaruhi naik turun pasar tersebut. Di sini memang membutuhkan semacam insting dan keyakinan untuk bisa memperhitungkan itu semua, disamping hitung-hitungan bisnis yang nyata.

Kemampuan lain misalnya yang sering dianggap sebagai minat bisnis yaitu pandai dalam bergaul dan berbicara dengan orang lain. Anggapan ini memang ada benarnya karena sebagai seorang pengusaha, kita dituntut agar mampu menjalin kerjasama dengan semua orang, baik pelaku bisnis lain, lembaga pemberi modal, hingga konsumen itu sendiri. 

Baca juga: Ini tantangannya ketika wanita memutuskan jadi pengusaha

Namun, tak selamanya dan tak seharusnya juga bisnis itu dipandang sebagai bakat. Anggap saja seorang atlet bulu tangkis. Mungkin ia memiliki bakat terhadap olahraga tersebut lantaran sejak kecil diajak melihat ayahnya yang juga seorang pemain bulu tangkis. 

Namun, bila anak tersebut tidak mengasah keterampilannya terus menerus sejak kecil, mustahil ia akan menjadi atlet bulu tangkis yang hebat. Begitu juga dengan bisnis, bila tak diasah dengan segala cara, meskipun punya bakatnya namun tidak ada jaminan pula akan sukses menjadi seorang pengusaha. 

Sementara itu, Dahlan Iskan, salah satu pengusaha sukses nasional mengungkapkan bahwa untuk menjadi pebisnis sukses, tidak semata-mata dibutuhkan bakat dan keturunan. 

Dahlan menekankan adanya proses penularan bisnis dan interaksi dengan lingkungan lah yang membuat seseorang menjadi pengusaha sukses. "Bisnis itu bukan bakat dan pendidikan, tapi bisnis itu ditularkan," kata Dahlan yang dikutip dari republika.co.id. 

Ia menyontohkan orang-orang Tionghoa yang pandai berbisnis bukan disebabkan karena keturunannya, tetapi karena proses penularan bisnisnya yang dilakukan sejak kecil. Anak-anak keturunan Tionghoa sudah terbiasa diajak untuk menjaga toko sehingga mereka mengenal ilmu bisnis dengan sendirinya. Pada akhirnya, proses jugalah yang membuat seseorang menjadi pengusaha sukses. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Banyak yang beranggapan bahwa untuk menjadi seorang pengusaha haruslah orang yang memiliki bakat bisnis. Anggapan seperti itu seringkali membuat seseorang menjadi minder ketika merasa bahwa dirinya tidak memiliki bakat bisnis. 

Menurut Pakar Bisnis, Niam Muiz, pandangan mengenai bisnis itu bakat sebetulnya berasal dari sejumlah minat atau ketajaman terhadap beragam komponen keberhasilan bisnis. Misalnya rasa ingin tahu. Seorang yang dalam perjalanannya sukses pada bisnis tertentu biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap prosepek pasar suatu produk. 

Ia akan mencari informasi kepada orang-orang yang tahu tentang prospek produk yang sedang ia ingin geluti. Setelahnya, daya kreatifnya mampu memperhitungkan faktor-faktor terkait seperti harga, selera, momentum, dan berbagai hal yang memengaruhi naik turun pasar tersebut. Di sini memang membutuhkan semacam insting dan keyakinan untuk bisa memperhitungkan itu semua, disamping hitung-hitungan bisnis yang nyata.

Kemampuan lain misalnya yang sering dianggap sebagai minat bisnis yaitu pandai dalam bergaul dan berbicara dengan orang lain. Anggapan ini memang ada benarnya karena sebagai seorang pengusaha, kita dituntut agar mampu menjalin kerjasama dengan semua orang, baik pelaku bisnis lain, lembaga pemberi modal, hingga konsumen itu sendiri. 

Baca juga: Ini tantangannya ketika wanita memutuskan jadi pengusaha

Namun, tak selamanya dan tak seharusnya juga bisnis itu dipandang sebagai bakat. Anggap saja seorang atlet bulu tangkis. Mungkin ia memiliki bakat terhadap olahraga tersebut lantaran sejak kecil diajak melihat ayahnya yang juga seorang pemain bulu tangkis. 

Namun, bila anak tersebut tidak mengasah keterampilannya terus menerus sejak kecil, mustahil ia akan menjadi atlet bulu tangkis yang hebat. Begitu juga dengan bisnis, bila tak diasah dengan segala cara, meskipun punya bakatnya namun tidak ada jaminan pula akan sukses menjadi seorang pengusaha. 

Sementara itu, Dahlan Iskan, salah satu pengusaha sukses nasional mengungkapkan bahwa untuk menjadi pebisnis sukses, tidak semata-mata dibutuhkan bakat dan keturunan. 

Dahlan menekankan adanya proses penularan bisnis dan interaksi dengan lingkungan lah yang membuat seseorang menjadi pengusaha sukses. "Bisnis itu bukan bakat dan pendidikan, tapi bisnis itu ditularkan," kata Dahlan yang dikutip dari republika.co.id. 

Ia menyontohkan orang-orang Tionghoa yang pandai berbisnis bukan disebabkan karena keturunannya, tetapi karena proses penularan bisnisnya yang dilakukan sejak kecil. Anak-anak keturunan Tionghoa sudah terbiasa diajak untuk menjaga toko sehingga mereka mengenal ilmu bisnis dengan sendirinya. Pada akhirnya, proses jugalah yang membuat seseorang menjadi pengusaha sukses. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com