Kamis, 15 November 2018 | 12:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Rizieq diperiksa, Dubes: Arab Saudi larang keras lambang berbau terorisme

Rabu, 07 November 2018 - 16:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Dinding bagian belakang rumah Rizieq Shihab. Sumber foto: https://bit.ly/2F5S12c
Dinding bagian belakang rumah Rizieq Shihab. Sumber foto: https://bit.ly/2F5S12c

Elshinta.com - Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan pemeriksaan Muhammad Rizieq Shihab oleh aparat Arab Saudi disebabkan pemasangan bendera hitam pada dinding belakang rumahnya yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis.

"Bahwa Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jama'ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstremisme," kata Dubes Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (7/11).

Pemantauan dalam media sosial juga intensif dilakukan oleh pihak keamanan Arab Saudi dan pelanggaran teknologi informasi merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

Baca juga: Kemlu RI konfirmasi pemeriksaan Rizieq Shihab di Arab Saudi

Dubes mengatakan, karena hal tersebut, tempat tinggal Rizieq di didatangi oleh pihak kepolisian Mekkah pada Senin (5/11) sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Sore harinya pukul 16.00 Rizieq dijemput oleh aparat keamanan lalu dibawa ke kantor polisi untuk proses penyelidikan dan penyidikan.

Rizieq ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Mekkah. Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis `Aamah atau intelijen umum, Rizieq diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekkah pada hari Selasa (6/11) sekitar pukul 16.00 waktu setempat dan diperbolehkan kembali ke rumahnya di Mekkah empat jam setelahnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan pemeriksaan Muhammad Rizieq Shihab oleh aparat Arab Saudi disebabkan pemasangan bendera hitam pada dinding belakang rumahnya yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis.

"Bahwa Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jama'ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstremisme," kata Dubes Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (7/11).

Pemantauan dalam media sosial juga intensif dilakukan oleh pihak keamanan Arab Saudi dan pelanggaran teknologi informasi merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

Baca juga: Kemlu RI konfirmasi pemeriksaan Rizieq Shihab di Arab Saudi

Dubes mengatakan, karena hal tersebut, tempat tinggal Rizieq di didatangi oleh pihak kepolisian Mekkah pada Senin (5/11) sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Sore harinya pukul 16.00 Rizieq dijemput oleh aparat keamanan lalu dibawa ke kantor polisi untuk proses penyelidikan dan penyidikan.

Rizieq ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Mekkah. Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis `Aamah atau intelijen umum, Rizieq diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekkah pada hari Selasa (6/11) sekitar pukul 16.00 waktu setempat dan diperbolehkan kembali ke rumahnya di Mekkah empat jam setelahnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com