Jumat, 16 November 2018 | 17:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Polisi tetapkan sembilan tersangka pembakaran kantor polsek

Rabu, 07 November 2018 - 18:58 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Pembakaran kantor Polsek Bendahara. Sumber foto: https://bit.ly/2PdaNJI
Pembakaran kantor Polsek Bendahara. Sumber foto: https://bit.ly/2PdaNJI

Elshinta.com - Kepolisian Resor Aceh Tamiang menetapkan sembilan tersangka perusakan dan pembakaran Kantor Polsek Bendahara.

Demikian disampaikan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu (7/11).

Ia mengatakan, penetapan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan dan identifikasi pelaku saat kejadian.

"Ada sembilan tersangka yang sudah ditetapkan dan mereka juga sudah dikeluarkan surat penahannya. Kepolisian juga sudah mengirim surat perintah dimulainya penyidikan atau SPDP kepada kejaksaan," kata AKBP Zulhir Destrian, dikutip Antara.

Ke sembilan tersangka tersebut berinisial Ji (38), An (38), Sl (46), Zi (32), Sl (46), In (36), Md (26), In (35), RI (30). Mereka merupakan warga setempat di sekitar Kantor Polsek Bendahara, Aceh Tamiang.

Sebelumnya, masyarakat di sekitar Kantor Polsek Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, membakar dan merusak kantor polisi tersebut pada Selasa (23/10).

Penyerangan kantor Polsek itu dipicu karena meninggalnya seorang tersangka narkoba jenis sabu-sabu beserta barang buktinya. Pascainsiden tersebut, Kapolsek Bendahara dicopot dari jabatannya.

Kapolres menyebutkan, penetapan tersangka tersebut dibagi menjadi tiga kategori sesuai dengan perbuatannya. Yakni, sebagai pelaku perusakan, pelaku pembakaran, serta pelaku perusakan dan pembakaran.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka melakukan perusakan dan pembakaran Kantor Polsek Bendahara secara spontan. Awalnya mereka unjuk rasa, namun merasa tidak puas, sehingga melakukan perusakan dan pembakaran," kata dia.

Menyangkut enam anggota Polsek Bendahara yang diduga menyalahi prosedur, sehingga menyebabkan kematian seorang tahanan, AKBP Zulhir Destrian menyebutkan, pemeriksaan dilakukan di Polda Aceh.

Enam Anggota Polsek saat ini masih dalam pemeriksaan di Ditreskrimsus dan Ditpropam Polda Aceh.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Megapolitan | 16 November 2018 - 16:27 WIB

Sudinhub Jakpus tuntaskan titik macet pada 2019

Elshinta.com - Kepolisian Resor Aceh Tamiang menetapkan sembilan tersangka perusakan dan pembakaran Kantor Polsek Bendahara.

Demikian disampaikan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu (7/11).

Ia mengatakan, penetapan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan dan identifikasi pelaku saat kejadian.

"Ada sembilan tersangka yang sudah ditetapkan dan mereka juga sudah dikeluarkan surat penahannya. Kepolisian juga sudah mengirim surat perintah dimulainya penyidikan atau SPDP kepada kejaksaan," kata AKBP Zulhir Destrian, dikutip Antara.

Ke sembilan tersangka tersebut berinisial Ji (38), An (38), Sl (46), Zi (32), Sl (46), In (36), Md (26), In (35), RI (30). Mereka merupakan warga setempat di sekitar Kantor Polsek Bendahara, Aceh Tamiang.

Sebelumnya, masyarakat di sekitar Kantor Polsek Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, membakar dan merusak kantor polisi tersebut pada Selasa (23/10).

Penyerangan kantor Polsek itu dipicu karena meninggalnya seorang tersangka narkoba jenis sabu-sabu beserta barang buktinya. Pascainsiden tersebut, Kapolsek Bendahara dicopot dari jabatannya.

Kapolres menyebutkan, penetapan tersangka tersebut dibagi menjadi tiga kategori sesuai dengan perbuatannya. Yakni, sebagai pelaku perusakan, pelaku pembakaran, serta pelaku perusakan dan pembakaran.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka melakukan perusakan dan pembakaran Kantor Polsek Bendahara secara spontan. Awalnya mereka unjuk rasa, namun merasa tidak puas, sehingga melakukan perusakan dan pembakaran," kata dia.

Menyangkut enam anggota Polsek Bendahara yang diduga menyalahi prosedur, sehingga menyebabkan kematian seorang tahanan, AKBP Zulhir Destrian menyebutkan, pemeriksaan dilakukan di Polda Aceh.

Enam Anggota Polsek saat ini masih dalam pemeriksaan di Ditreskrimsus dan Ditpropam Polda Aceh.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com