Sabtu, 17 November 2018 | 10:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Polda Gorontalo periksa siswa penyebar berita hoaks

Rabu, 07 November 2018 - 19:31 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2DrQIZR
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2DrQIZR

Elshinta.com - Polda Gorontalo melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang siswa SMA di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo berinisial MRZ yang menyebarkan berita hoaks terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 melalui akun media sosial miliknya.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono di Gorontalo, Rabu (7/11).

Ia mengatakan MRZ dijemput oleh pihak Kepolisian atas dasar informasi dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri pada tanggal 1 November lalu.

"Pada Selasa (6/11) kemarin, tim Subdit siber Ditreskrimsus Polda Gorontalo menjemput seorang pelajar bernama MRZ. Dari hasil pemeriksaan, ia mengunggah video berita hoaks tentang jatuhnya pesawat Lion Air pada akun Facebook miliknya," ujarnya, dikutip Antara.

Baca juga: Polisi tangkap penyebar hoax penculikan anak

Pada video tersebut menunjukan keadaan di dalam pesawat di mana para penumpang terlihat panik, dengan durasi video sekitar tiga menit.

"Dari penjelasan pelaku bahwa postingan tersebut dimaksudkan agar orang yang melihat unggahan tersebut menganggap pesawat Lion Air JT 610 jatuh pada hari Senin (29/10/2018)," ungkap Wahyu.

Ia menjelaskan jika pelaku sendiri tidak memastikan kondisi yang sebenarnya terkait peristiwa pesawat Lion Air JT 610. 

Yang bersangkutan pun baru menyadari setelah melihat siaran di televisi bahwa unggahan yang dibuatnya adalah palsu.

Berkaca dari kasus tersebut, Wahyu mengimbau kepada masyarakat agar bijaksana dalam menggunakan media sosial, jangan sembarangan menyebarkan berita yang belum tentu benar.

"Jika mendapatkan suatu informasi, jangan mudah percaya, pastikan kebenarannya dari sumber yang bisa dipercaya, jangan mudah membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya, pilah dan pilih sebelum dibagikan, hati hati dengan jarimu," tegasnya.

Kabid Humas menambahkan, akibat dari perbuatannya, MRZ dapat dikenakan hukum pidana dengan ancaman dua hingga dengan 10 tahun penjara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Polda Gorontalo melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang siswa SMA di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo berinisial MRZ yang menyebarkan berita hoaks terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 melalui akun media sosial miliknya.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono di Gorontalo, Rabu (7/11).

Ia mengatakan MRZ dijemput oleh pihak Kepolisian atas dasar informasi dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri pada tanggal 1 November lalu.

"Pada Selasa (6/11) kemarin, tim Subdit siber Ditreskrimsus Polda Gorontalo menjemput seorang pelajar bernama MRZ. Dari hasil pemeriksaan, ia mengunggah video berita hoaks tentang jatuhnya pesawat Lion Air pada akun Facebook miliknya," ujarnya, dikutip Antara.

Baca juga: Polisi tangkap penyebar hoax penculikan anak

Pada video tersebut menunjukan keadaan di dalam pesawat di mana para penumpang terlihat panik, dengan durasi video sekitar tiga menit.

"Dari penjelasan pelaku bahwa postingan tersebut dimaksudkan agar orang yang melihat unggahan tersebut menganggap pesawat Lion Air JT 610 jatuh pada hari Senin (29/10/2018)," ungkap Wahyu.

Ia menjelaskan jika pelaku sendiri tidak memastikan kondisi yang sebenarnya terkait peristiwa pesawat Lion Air JT 610. 

Yang bersangkutan pun baru menyadari setelah melihat siaran di televisi bahwa unggahan yang dibuatnya adalah palsu.

Berkaca dari kasus tersebut, Wahyu mengimbau kepada masyarakat agar bijaksana dalam menggunakan media sosial, jangan sembarangan menyebarkan berita yang belum tentu benar.

"Jika mendapatkan suatu informasi, jangan mudah percaya, pastikan kebenarannya dari sumber yang bisa dipercaya, jangan mudah membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya, pilah dan pilih sebelum dibagikan, hati hati dengan jarimu," tegasnya.

Kabid Humas menambahkan, akibat dari perbuatannya, MRZ dapat dikenakan hukum pidana dengan ancaman dua hingga dengan 10 tahun penjara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Sabtu, 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Sabtu, 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Sabtu, 17 November 2018 - 08:39 WIB

Presiden menuju Papua Nugini untuk hadiri KTT APEC

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com