Polda Gorontalo periksa siswa penyebar berita hoaks
Rabu, 07 November 2018 - 19:31 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2DrQIZR

Elshinta.com - Polda Gorontalo melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang siswa SMA di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo berinisial MRZ yang menyebarkan berita hoaks terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 melalui akun media sosial miliknya.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono di Gorontalo, Rabu (7/11).

Ia mengatakan MRZ dijemput oleh pihak Kepolisian atas dasar informasi dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri pada tanggal 1 November lalu.

"Pada Selasa (6/11) kemarin, tim Subdit siber Ditreskrimsus Polda Gorontalo menjemput seorang pelajar bernama MRZ. Dari hasil pemeriksaan, ia mengunggah video berita hoaks tentang jatuhnya pesawat Lion Air pada akun Facebook miliknya," ujarnya, dikutip Antara.

Baca juga: Polisi tangkap penyebar hoax penculikan anak

Pada video tersebut menunjukan keadaan di dalam pesawat di mana para penumpang terlihat panik, dengan durasi video sekitar tiga menit.

"Dari penjelasan pelaku bahwa postingan tersebut dimaksudkan agar orang yang melihat unggahan tersebut menganggap pesawat Lion Air JT 610 jatuh pada hari Senin (29/10/2018)," ungkap Wahyu.

Ia menjelaskan jika pelaku sendiri tidak memastikan kondisi yang sebenarnya terkait peristiwa pesawat Lion Air JT 610. 

Yang bersangkutan pun baru menyadari setelah melihat siaran di televisi bahwa unggahan yang dibuatnya adalah palsu.

Berkaca dari kasus tersebut, Wahyu mengimbau kepada masyarakat agar bijaksana dalam menggunakan media sosial, jangan sembarangan menyebarkan berita yang belum tentu benar.

"Jika mendapatkan suatu informasi, jangan mudah percaya, pastikan kebenarannya dari sumber yang bisa dipercaya, jangan mudah membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya, pilah dan pilih sebelum dibagikan, hati hati dengan jarimu," tegasnya.

Kabid Humas menambahkan, akibat dari perbuatannya, MRZ dapat dikenakan hukum pidana dengan ancaman dua hingga dengan 10 tahun penjara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com -Alat pendeteksi tsunami yang dipasang oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat di Wai...
Kamis, 17 Januari 2019 - 23:52 WIB
Elshinta.com - Persiapan pelaksanaan Millenial Road Safety Festival kian matang. Selain me...
Kamis, 17 Januari 2019 - 21:47 WIB
Elshinta.com - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendalami modus jaringan kokain i...
Kamis, 17 Januari 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Banyaknya berkas persyaratan yang harus dipenuhi oleh para peserta CPNS yan...
Kamis, 17 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Gangguan pasokan air PDAM di sejumlah wilayah Kota Malang, Jawa Timur, lang...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:56 WIB
Elshinta.com - Pasien kanker di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Kanker ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Delegasi dari 13 negara yang mewakili Food and Agriculture Organisation (FA...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:56 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 50 orang perwakilan dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah p...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:33 WIB
Elshinta.com - Pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat ke-57 (Dikre...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:20 WIB
Elshinta.com - Sembilan personel Kepolisian Sektor Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Ria...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)