Kamis, 15 November 2018 | 12:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Polresta Pontianak amankan tersangka pemilik senjata api ilegal

Rabu, 07 November 2018 - 20:45 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AQJufv
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AQJufv

Elshinta.com - Personel Jatanras Polresta Pontianak mengamankan tersangka kepemilikan senjata api ilegal, berinisial AI (26) warga Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Kota.

"Tersangka kepemilikan senjata api jenis airsoft gun yang sudah dimodifikasi menjadi senjata api laras pendek tersebut, diamankan di sebuah warung kopi di Jalan Gusti Hamzah, Senin (5/11), sekitar pukul 17.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni di Pontianak, Kalbar, Rabu (7/11).

Ia menjelaskan, tersangka diancam pasal 1 (1) UU Darurat No. 12/1951, terkait kepemilikan senjata api tanpa izin atau ilegal tersebut.

"Terungkapnya kepemilikan senjata api ilegal yang dimiliki oleh tersangka AI tersebut, dari keterangan tersangka Ar yang sebelumnya diamankan oleh Polresta Surabaya atas kasus serupa, sehingga diketahuilah bahwa temannya berinisial AI juga memiliki senpi rakitan tersebut," tuturnya, dikutip Antara

Ia menambahkan, dari keterangan tersangka Ar tersebutlah, maka pihaknya langsung melakukan penyelidikan sehingga tersangka AI bisa diringkus atas kepemilikan senjata api rakitan ilegal tersebut.

"Dari pengakuan tersangka AI menyatakan, senjata api rakitan tersebut dibelinya seharga Rp5,5 juta melalui media sosial kepada HS salah seorang warga Lumajang, Jawa Timur yang juga sudah diamankan oleh pihak kepolisian di sana," ujar Husni.

Dalam kesempatan itu, Kasat Reskrim Polresta Pontianak menyatakan, saat ini tersangka sudah dilakukan penahanan dan pemeriksaan terkait kepemilikan senjata api ilegal tersebut.

"Kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa, satu pucuk senjata api jenis airsoft gun yang sudah diubah menjadi senjata api rakitan, kemudian sembilan butir amunisi hampa, lima butir amunisi tajam, satu buah handphone yang digunakan tersangka dalam transaksi pembelian senjata ilegal tersebut, termasuk satu buah kartu ATM Bank Kalbar yang digunakan untuk transfer," katanya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memeriksa para saksi, menyita barang bukti, dan melakukan koordinasi dengan pihak JPU dan dengan ahli, ucap Husni.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Elshinta.com - Personel Jatanras Polresta Pontianak mengamankan tersangka kepemilikan senjata api ilegal, berinisial AI (26) warga Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Kota.

"Tersangka kepemilikan senjata api jenis airsoft gun yang sudah dimodifikasi menjadi senjata api laras pendek tersebut, diamankan di sebuah warung kopi di Jalan Gusti Hamzah, Senin (5/11), sekitar pukul 17.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni di Pontianak, Kalbar, Rabu (7/11).

Ia menjelaskan, tersangka diancam pasal 1 (1) UU Darurat No. 12/1951, terkait kepemilikan senjata api tanpa izin atau ilegal tersebut.

"Terungkapnya kepemilikan senjata api ilegal yang dimiliki oleh tersangka AI tersebut, dari keterangan tersangka Ar yang sebelumnya diamankan oleh Polresta Surabaya atas kasus serupa, sehingga diketahuilah bahwa temannya berinisial AI juga memiliki senpi rakitan tersebut," tuturnya, dikutip Antara

Ia menambahkan, dari keterangan tersangka Ar tersebutlah, maka pihaknya langsung melakukan penyelidikan sehingga tersangka AI bisa diringkus atas kepemilikan senjata api rakitan ilegal tersebut.

"Dari pengakuan tersangka AI menyatakan, senjata api rakitan tersebut dibelinya seharga Rp5,5 juta melalui media sosial kepada HS salah seorang warga Lumajang, Jawa Timur yang juga sudah diamankan oleh pihak kepolisian di sana," ujar Husni.

Dalam kesempatan itu, Kasat Reskrim Polresta Pontianak menyatakan, saat ini tersangka sudah dilakukan penahanan dan pemeriksaan terkait kepemilikan senjata api ilegal tersebut.

"Kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa, satu pucuk senjata api jenis airsoft gun yang sudah diubah menjadi senjata api rakitan, kemudian sembilan butir amunisi hampa, lima butir amunisi tajam, satu buah handphone yang digunakan tersangka dalam transaksi pembelian senjata ilegal tersebut, termasuk satu buah kartu ATM Bank Kalbar yang digunakan untuk transfer," katanya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memeriksa para saksi, menyita barang bukti, dan melakukan koordinasi dengan pihak JPU dan dengan ahli, ucap Husni.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Kamis, 15 November 2018 - 10:36 WIB

BNN beri kosultasi peminum air rebusan pembalut

Rabu, 14 November 2018 - 20:37 WIB

Empat korban JT 610 kembali teridentifikasi

Rabu, 14 November 2018 - 20:27 WIB

Jabar siaga banjir-longsor hingga Mei 2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com