Kamis, 15 November 2018 | 12:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

BKKBN-IPADI revitalisasi konsep keluarga berencana

Rabu, 07 November 2018 - 21:35 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kepala BKKBN Sigit Priohutomo. Foto: Hendrik Raseukiy/Elshinta
Kepala BKKBN Sigit Priohutomo. Foto: Hendrik Raseukiy/Elshinta

Elshinta.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Ikatan Profesi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) melakukan kerja sama revitalisasi konsep serta materi kependudukan dalam pengajaran dan pendidikan kependudukan.

Disebutkan Kepala BKKBN Sigit Priohutomo, hal ini perlu dilakukan peninjauan terkait penyempurnaan keluarga berencana dan demografi yang relevan dengan Indonesia saat ini.

"Mengidentifikasi tantangan maupun kendala pendidikan kependudukan di Indonesia dan merancang upaya difusi inovasi materi kependudukan yang konstektual, komprehensif dan integratif," ujar Sigit di acara seminar Kualitas Kependudukan di Kota Depok, Rabu(7/11), dilaporkan Kontributor Elshinta Hendrik Raseukiy.

Pada kesempatan yang sama, Ketua IPADI Sudibyo Alimoeso menyoroti pembangunan yang berkelanjutan, peningkatan mobilitas internasional, stunting, lansia dan jaminan sosial bagi semua penduduk menjadi isu yang dianggap penting untuk diperhatikan dalam perencanaan pengaturan jumlah dan kuaitas penduduk.

Baca juga: Ini dia waktu yang tepat untuk kehamilan selanjutnya

"Sebagai fokus berarti penduduk merupakan subjek dan objek pembangunan. Artinya, penduduk berperan sebagai penggerak dan pelaku pembangunan sekaligus sebagai pihak yang menjadi tujuan pembangunan itu sendiri. Sementara itu, pengambilan keputusan perlu didasarkan pada data kependudukan yang baik," ujarnya.

Hal tersebut dinilai hanya akan terselenggara dengan baik jika konsep pembangunan berwawasan kependudukan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Ikatan Profesi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) melakukan kerja sama revitalisasi konsep serta materi kependudukan dalam pengajaran dan pendidikan kependudukan.

Disebutkan Kepala BKKBN Sigit Priohutomo, hal ini perlu dilakukan peninjauan terkait penyempurnaan keluarga berencana dan demografi yang relevan dengan Indonesia saat ini.

"Mengidentifikasi tantangan maupun kendala pendidikan kependudukan di Indonesia dan merancang upaya difusi inovasi materi kependudukan yang konstektual, komprehensif dan integratif," ujar Sigit di acara seminar Kualitas Kependudukan di Kota Depok, Rabu(7/11), dilaporkan Kontributor Elshinta Hendrik Raseukiy.

Pada kesempatan yang sama, Ketua IPADI Sudibyo Alimoeso menyoroti pembangunan yang berkelanjutan, peningkatan mobilitas internasional, stunting, lansia dan jaminan sosial bagi semua penduduk menjadi isu yang dianggap penting untuk diperhatikan dalam perencanaan pengaturan jumlah dan kuaitas penduduk.

Baca juga: Ini dia waktu yang tepat untuk kehamilan selanjutnya

"Sebagai fokus berarti penduduk merupakan subjek dan objek pembangunan. Artinya, penduduk berperan sebagai penggerak dan pelaku pembangunan sekaligus sebagai pihak yang menjadi tujuan pembangunan itu sendiri. Sementara itu, pengambilan keputusan perlu didasarkan pada data kependudukan yang baik," ujarnya.

Hal tersebut dinilai hanya akan terselenggara dengan baik jika konsep pembangunan berwawasan kependudukan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

Kamis, 15 November 2018 - 09:35 WIB

JPU: Reza Bukan permasalahkan penangkapannya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com