Jumat, 16 November 2018 | 17:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Asia Pasific

Jurus pencegahan aliran dana teroris Polri diapresiasi

Rabu, 07 November 2018 - 20:32 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan apresiasi dari CEO AUSTRAC. Foto: Istimewa/Elshinta.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan apresiasi dari CEO AUSTRAC. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan apresiasi dari CEO AUSTRAC (Australian Transaction Reports and Analysis Center) Nicole Rose dalam acara The 4th Annual Counter-Terrorism Financing Summit 2018 di Royal Orchid Sheraton Hotel, Bangkok, Rabu (7/11).

“Very comprehensive and good presentation for General Tito,” kata Nicole.

Selain itu, Asistant to Secretary General Thailand’s Anti Money Laundering Office (AMLO) Praia Kaoian juga memuji apa yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito tentang pencegahan aliran dana kejahatan terorisme.

“Nice and interesting presentation, very complete, thanks for General Tito,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri memberikan pemaparan tentang perkembangan terkini tindak pidana terorisme yang terjadi di Indonesia, trend pendanaan terorisme, perubahan modus operandi serta beberapa contoh kasus penanganan aliran dana teroris yang ditangani oleh Indonesia.

“Misalnya pada kasus Bom Bali I, Teror Thamrin Jakarta dan yang terkini yakni Teror Bom Gereja Surabaya,” kata Tito dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Rabu (7/11).

Di samping itu, Tito juga memberikan pandangannya tentang peran signifikan dari Financial Intelligence Unit di berbagai negara guna memutus aliran dana dan logistik bagi para kelompok teror.

Maka dari itu, Tito menekankan betapa pentingnya kerja sama antar negara dalam penanganan dan penanggulangan kejahatan aliran dana kelompok teroris berupa peningkatan kerja sama.

“Sharing informasi dan pengembangan kapasitas di antara penegak hukum termasuk financial intelligence unit khususnya di kawasan regional Asia dan Australia,” tandasnya.

Acara CTF Summit tahun ini dilaksanakan berdasarkan keberhasilan penyelenggaraan pertemuan sebelumnya di Sydney, Bali dan Kualalumpur. Tahun ini Thailand’s Anti Money Laundering Office (AMLO) menjadi tuan rumah kerja sama dengan PPATK dan AUSTRAC.

Kegiatan ini diikuti para kepala Financial Intelligence Unit, perwakilan senior pembuat kebijakan, penegak hukum, lembaga kebijakan dan keamanan nasional. Selain itu, dari industri dan akademisi berbagai negara yang memberikan perhatian lebih terhadap penanggulangan pendanaan terorisme dan kejahatan finansial beresiko tinggi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 16 November 2018 - 17:38 WIB

Facebook segera bentuk badan independen konten

Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan apresiasi dari CEO AUSTRAC (Australian Transaction Reports and Analysis Center) Nicole Rose dalam acara The 4th Annual Counter-Terrorism Financing Summit 2018 di Royal Orchid Sheraton Hotel, Bangkok, Rabu (7/11).

“Very comprehensive and good presentation for General Tito,” kata Nicole.

Selain itu, Asistant to Secretary General Thailand’s Anti Money Laundering Office (AMLO) Praia Kaoian juga memuji apa yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito tentang pencegahan aliran dana kejahatan terorisme.

“Nice and interesting presentation, very complete, thanks for General Tito,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri memberikan pemaparan tentang perkembangan terkini tindak pidana terorisme yang terjadi di Indonesia, trend pendanaan terorisme, perubahan modus operandi serta beberapa contoh kasus penanganan aliran dana teroris yang ditangani oleh Indonesia.

“Misalnya pada kasus Bom Bali I, Teror Thamrin Jakarta dan yang terkini yakni Teror Bom Gereja Surabaya,” kata Tito dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Rabu (7/11).

Di samping itu, Tito juga memberikan pandangannya tentang peran signifikan dari Financial Intelligence Unit di berbagai negara guna memutus aliran dana dan logistik bagi para kelompok teror.

Maka dari itu, Tito menekankan betapa pentingnya kerja sama antar negara dalam penanganan dan penanggulangan kejahatan aliran dana kelompok teroris berupa peningkatan kerja sama.

“Sharing informasi dan pengembangan kapasitas di antara penegak hukum termasuk financial intelligence unit khususnya di kawasan regional Asia dan Australia,” tandasnya.

Acara CTF Summit tahun ini dilaksanakan berdasarkan keberhasilan penyelenggaraan pertemuan sebelumnya di Sydney, Bali dan Kualalumpur. Tahun ini Thailand’s Anti Money Laundering Office (AMLO) menjadi tuan rumah kerja sama dengan PPATK dan AUSTRAC.

Kegiatan ini diikuti para kepala Financial Intelligence Unit, perwakilan senior pembuat kebijakan, penegak hukum, lembaga kebijakan dan keamanan nasional. Selain itu, dari industri dan akademisi berbagai negara yang memberikan perhatian lebih terhadap penanggulangan pendanaan terorisme dan kejahatan finansial beresiko tinggi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com