Rabu, 14 November 2018 | 19:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kecelakaan

RS Polri terima total 186 kantong jenazah Rabu malam

Kamis, 08 November 2018 - 06:25 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Sumber foto: https://bit.ly/2RJcXh8
Kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Sumber foto: https://bit.ly/2RJcXh8

Elshinta.com - Posko Postmortem Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur menerima lagi satu kantong jenazah yang dikirim dari JICT Tanjung Priok, Rabu (7/11) malam, sehingga total yang diterima menjadi 186 kantong jenazah.

Kantong jenazah diterima langsung oleh Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Komisaris Besar Polisi Edi Purnomo di Posko Postmortem RS Polri, Rabu (7/11), tepat pukul 20.00 WIB.

Maka, hingga hari kesepuluh masa pencarian dan evakuasi pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, selain menerima total 186 kantong jenazah, RS Polri juga menerima 23 kantong properti serta mengidentifikasi total 51 penumpang dengan rincian 40 laki-laki dan 11 perempuan.

Baca juga: Identitas 17 korban Lion Air yang kembali teridentifikasi, Selasa

Berdasarkan hasil rekonsiliasi yang berlangsung selama dua jam mulai pada pukul 16.00 WIB, tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Mabes Polri berhasil mengumumkan tujuh korban, di antaranya terdiri dari kakak-beradik anak berusia empat tahun dan satu bayi, satu dokter laki-laki,serta satu anggota Polri. Tujuh jenazah korban tersebut langsung diserahkan ke keluarga oleh pihak RS Polri.

Berikut daftar lengkap tujuh penumpang yang berhasil diidentifikasi RS Polri, sebagaimana dilansir Antara:

1. Jenazah atas nama Kasan, laki-laki, usia 63 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari;
2. Jenazah atas nama Eling Sutikno, laki-laki, 59 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari;
3. Jenazah atas nama Sahabudin, laki-laki, 40 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari;
4. Jenazah atas nama AKBP Sekar Maulana, laki-laki, 45 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari;
5. Jenazah atas nama dr Rio Nanda Pratama, laki-laki, 26 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari;
6. Jenazah atas nama Radhika Widjaya, laki-laki, empat tahun, teridentifikasi melalui DNA dan medis;
7. Jenazah atas nama Rafezha Widjaya, laki-laki, satu tahun sembilan bulan, teridentifikasi melalui DNA dan medis.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Posko Postmortem Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur menerima lagi satu kantong jenazah yang dikirim dari JICT Tanjung Priok, Rabu (7/11) malam, sehingga total yang diterima menjadi 186 kantong jenazah.

Kantong jenazah diterima langsung oleh Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Komisaris Besar Polisi Edi Purnomo di Posko Postmortem RS Polri, Rabu (7/11), tepat pukul 20.00 WIB.

Maka, hingga hari kesepuluh masa pencarian dan evakuasi pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, selain menerima total 186 kantong jenazah, RS Polri juga menerima 23 kantong properti serta mengidentifikasi total 51 penumpang dengan rincian 40 laki-laki dan 11 perempuan.

Baca juga: Identitas 17 korban Lion Air yang kembali teridentifikasi, Selasa

Berdasarkan hasil rekonsiliasi yang berlangsung selama dua jam mulai pada pukul 16.00 WIB, tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Mabes Polri berhasil mengumumkan tujuh korban, di antaranya terdiri dari kakak-beradik anak berusia empat tahun dan satu bayi, satu dokter laki-laki,serta satu anggota Polri. Tujuh jenazah korban tersebut langsung diserahkan ke keluarga oleh pihak RS Polri.

Berikut daftar lengkap tujuh penumpang yang berhasil diidentifikasi RS Polri, sebagaimana dilansir Antara:

1. Jenazah atas nama Kasan, laki-laki, usia 63 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari;
2. Jenazah atas nama Eling Sutikno, laki-laki, 59 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari;
3. Jenazah atas nama Sahabudin, laki-laki, 40 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari;
4. Jenazah atas nama AKBP Sekar Maulana, laki-laki, 45 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari;
5. Jenazah atas nama dr Rio Nanda Pratama, laki-laki, 26 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari;
6. Jenazah atas nama Radhika Widjaya, laki-laki, empat tahun, teridentifikasi melalui DNA dan medis;
7. Jenazah atas nama Rafezha Widjaya, laki-laki, satu tahun sembilan bulan, teridentifikasi melalui DNA dan medis.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Rabu, 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Rabu, 14 November 2018 - 17:31 WIB

Polres Serang berhasil lumpuhkan dua perampok

Rabu, 14 November 2018 - 16:05 WIB

Korban banjir di Pangandaran masih mengungsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com