Kamis, 15 November 2018 | 12:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Hiburan / Aktual Hiburan

Polri `masuk` dunia sinetron

Kamis, 08 November 2018 - 06:59 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Workshop Bersama Production House: Sosialisasi Penggunaan Seragam Dinas Polisi dan Action/Tindakan Kepolisian dalam Pembuatan Layar Lebar, Film TV, dan Sinetron, Rabu (7/11). Sumber foto: https://bit.ly/2ARDq6w
Workshop Bersama Production House: Sosialisasi Penggunaan Seragam Dinas Polisi dan Action/Tindakan Kepolisian dalam Pembuatan Layar Lebar, Film TV, dan Sinetron, Rabu (7/11). Sumber foto: https://bit.ly/2ARDq6w

Elshinta.com - Polri membentuk tim khusus yang bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menanggulangi munculnya citra yang tak diinginkan tentang Polri dalam tayangan televisi.

“Akan kita bantu, akan kita siapkan tim asistensi untuk membantu Bapak Ibu sekalian (para kreator berbagai rumah produksi) untuk mempelajari sikap tampangnya polisi. Polisi nggak ada yang jalannya loyo-loyo, mulai dari sikap dan tampang,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto saat berbicara dalam acara `Workshop Bersama Production House: Sosialisasi Penggunaan Seragam Dinas Polisi dan Action/Tindakan Kepolisian dalam Pembuatan Layar Lebar, Film TV, dan Sinetron`, Rabu (7/11).

Hadir pula dalam acara itu, Ketua KPI Yuliandre Darwis. 

Diungkapkan, permasalahan ini berdasarkan tayangan di televisi yang mencitrakan personelnya sebagai petugas yang loyo, bisa dibayar, dan salah memasang tanda pangkat. Setyo melanjutkan keluhannya perihal citra polisi yang tayang di televisi. Suatu saat dia dikomplain oleh seniornya di kepolisian.

“Saya terus terang mendapatkan komplain dari mantan Wakapolri, saya dikoreksi,  ada itu sinetron, primetime lagi, antara jam tujuh sampai jam delapan malam, masa polisi nangkap penjahat, kemudian penjahatnya bayar, terus dibebaskan?,” tutur Setyo.

Baca juga: Jurus pencegahan aliran dana teroris Polri diapresiasi

Selain itu, sambung Setyo, ada pula pemasangan tanda pangkat di seragam dinas polisi yang awur-awuran di sinetron. Polisi tak mau kesalahan-kesalahan itu terus diulang oleh rumah produksi sinetron dan tayangan lain.

“Pakaian seragamnya nggak betul, itu makanya kita menyiapkan diri membentuk tim asistensi untuk membantu, supaya betul betul apa yang dilakukan production house atau produser stasiun televisi sesuai dengan aturan,” kata Setyo.

Tim asistensi yang terdiri dari beberapa satuan kerja akan dibentuk oleh Divisi Humas Polri, khusus untuk mendampingi para kreator supaya tak salah dalam menampilkan sosok polisi di tayangan yang mereka bikin, mulai dari level televisi sampai layar lebar.

Namun untuk sementara, Setyo mempersilakan para kreator untuk berkonsultasi ke Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Kombes Cahyo Budi Siswanto, untuk mendapatkan arahan yang benar sebelum memproduksi tayangan.

“Dan saya minta pada ketua KPI untuk memberikan referensi pada rekan rekan kita yang memproduksi film, FTV, sinetron. Mari kita jaga sama sama produksinya. Kreatif boleh, tapi harus tetap berpikir jangka panjang, kedepan, dan bermanfaat,” jelas Setyo.

Di sisi lain, Setyo mengapresiasi tayangan yang menampilkan polisi dengan baik, seperti tayangan acara realitas (reality show) yang menampilkan penindakan polisi terhadap situasi tertentu. Ada pula film The Raid yang menampilkan dengan benar bagaimana polisi memegang terduga pelaku kejahatan, hingga bagaimana polisi memegang senjata. Demikian seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Elshinta.com - Polri membentuk tim khusus yang bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menanggulangi munculnya citra yang tak diinginkan tentang Polri dalam tayangan televisi.

“Akan kita bantu, akan kita siapkan tim asistensi untuk membantu Bapak Ibu sekalian (para kreator berbagai rumah produksi) untuk mempelajari sikap tampangnya polisi. Polisi nggak ada yang jalannya loyo-loyo, mulai dari sikap dan tampang,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto saat berbicara dalam acara `Workshop Bersama Production House: Sosialisasi Penggunaan Seragam Dinas Polisi dan Action/Tindakan Kepolisian dalam Pembuatan Layar Lebar, Film TV, dan Sinetron`, Rabu (7/11).

Hadir pula dalam acara itu, Ketua KPI Yuliandre Darwis. 

Diungkapkan, permasalahan ini berdasarkan tayangan di televisi yang mencitrakan personelnya sebagai petugas yang loyo, bisa dibayar, dan salah memasang tanda pangkat. Setyo melanjutkan keluhannya perihal citra polisi yang tayang di televisi. Suatu saat dia dikomplain oleh seniornya di kepolisian.

“Saya terus terang mendapatkan komplain dari mantan Wakapolri, saya dikoreksi,  ada itu sinetron, primetime lagi, antara jam tujuh sampai jam delapan malam, masa polisi nangkap penjahat, kemudian penjahatnya bayar, terus dibebaskan?,” tutur Setyo.

Baca juga: Jurus pencegahan aliran dana teroris Polri diapresiasi

Selain itu, sambung Setyo, ada pula pemasangan tanda pangkat di seragam dinas polisi yang awur-awuran di sinetron. Polisi tak mau kesalahan-kesalahan itu terus diulang oleh rumah produksi sinetron dan tayangan lain.

“Pakaian seragamnya nggak betul, itu makanya kita menyiapkan diri membentuk tim asistensi untuk membantu, supaya betul betul apa yang dilakukan production house atau produser stasiun televisi sesuai dengan aturan,” kata Setyo.

Tim asistensi yang terdiri dari beberapa satuan kerja akan dibentuk oleh Divisi Humas Polri, khusus untuk mendampingi para kreator supaya tak salah dalam menampilkan sosok polisi di tayangan yang mereka bikin, mulai dari level televisi sampai layar lebar.

Namun untuk sementara, Setyo mempersilakan para kreator untuk berkonsultasi ke Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Kombes Cahyo Budi Siswanto, untuk mendapatkan arahan yang benar sebelum memproduksi tayangan.

“Dan saya minta pada ketua KPI untuk memberikan referensi pada rekan rekan kita yang memproduksi film, FTV, sinetron. Mari kita jaga sama sama produksinya. Kreatif boleh, tapi harus tetap berpikir jangka panjang, kedepan, dan bermanfaat,” jelas Setyo.

Di sisi lain, Setyo mengapresiasi tayangan yang menampilkan polisi dengan baik, seperti tayangan acara realitas (reality show) yang menampilkan penindakan polisi terhadap situasi tertentu. Ada pula film The Raid yang menampilkan dengan benar bagaimana polisi memegang terduga pelaku kejahatan, hingga bagaimana polisi memegang senjata. Demikian seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 13 November 2018 - 07:55 WIB

Jennie: Debut solo saya bagian dari musik BLACKPINK

Selasa, 13 November 2018 - 07:47 WIB

Zayn Malik ungkap dirinya bukan seorang Muslim

Selasa, 13 November 2018 - 07:17 WIB

Stan Lee, pencipta Spider-Man, tutup usia pada 95 tahun

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com