Kamis, 15 November 2018 | 12:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kemenhub uji kelaikudaraan 117 pesawat domestik

Kamis, 08 November 2018 - 07:10 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan uji kelaikudaraan atau ramp check. Sumber foto: https://bit.ly/2qyokwD
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan uji kelaikudaraan atau ramp check. Sumber foto: https://bit.ly/2qyokwD

Elshinta.com - Kementerian Perhubungan menyatakan telah melakukan uji kelaikudaraan atau ramp check terhadap 117 pesawat yang dioperasikan maskapai domestik menyusul jatuhnya pesawat Lion Air penerbangan JT 610.

"Dari hasil semua ramp check yang telah dilakukan, kita dapati semua pesawat dalam keadaan layak terbang," kata Kasubdit Produk Aeronautika Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kus Handono dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Rabu (7/11).

Dihimpun Antara, Kus merinci tipe pesawat yang dilakukan uji kelaikudaraan antara lain satu pesawat Boeing 737-300, dua pesawat Boeing 737-500, 57 pesawat Boeing 737- NG (New Generation), 11 pesawat Boeing 737 Max 8, 11 pesawat ATR-72 dan delapan pesawat Airbus 320.

Uji kelaikudaraan tersebut dilakukan selama tujuh hari terakhir di sepuluh bandara udara, yakni di Jakarta (Cengkareng), Kualanamu Medan, Padang, Bali, Makassar, Manado, Surabaya, Sorong, Balikpapan dan Batam.

Baca juga: Pasca-insiden Lion Air, Kemenhub akan intensifkan pemeriksaan pesawat udara

Kemudian, untuk pemeriksaan khusus kelaikudaraan terhadap pesawat Boeing 737 MAX 8, jenis pesawat sama yang digunakan Lion Air dalam penerbangan JT 610, juga didapatkan dalam keadaan layak terbang.

"Terhadap pesawat jenis Max, kita lakukan pemeriksaan khusus, tidak sesuai dengan jadwal rutinnya, tapi ini khusus dilakukan tidak pada waktunya. Semua yang dilakukan pemeriksaan dinyatakan layak terbang," ujar Kus.

Ia menambahkan sejumlah temuan yang tidak berfungsi pada pesawat jenis Max memang ada, namun diperbolehkan selama masih dalam jangka waktu yang ditentukan. Dokumen yang mengatur hal tersebut terdapat dalam minimum equipment list.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Elshinta.com - Kementerian Perhubungan menyatakan telah melakukan uji kelaikudaraan atau ramp check terhadap 117 pesawat yang dioperasikan maskapai domestik menyusul jatuhnya pesawat Lion Air penerbangan JT 610.

"Dari hasil semua ramp check yang telah dilakukan, kita dapati semua pesawat dalam keadaan layak terbang," kata Kasubdit Produk Aeronautika Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kus Handono dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Rabu (7/11).

Dihimpun Antara, Kus merinci tipe pesawat yang dilakukan uji kelaikudaraan antara lain satu pesawat Boeing 737-300, dua pesawat Boeing 737-500, 57 pesawat Boeing 737- NG (New Generation), 11 pesawat Boeing 737 Max 8, 11 pesawat ATR-72 dan delapan pesawat Airbus 320.

Uji kelaikudaraan tersebut dilakukan selama tujuh hari terakhir di sepuluh bandara udara, yakni di Jakarta (Cengkareng), Kualanamu Medan, Padang, Bali, Makassar, Manado, Surabaya, Sorong, Balikpapan dan Batam.

Baca juga: Pasca-insiden Lion Air, Kemenhub akan intensifkan pemeriksaan pesawat udara

Kemudian, untuk pemeriksaan khusus kelaikudaraan terhadap pesawat Boeing 737 MAX 8, jenis pesawat sama yang digunakan Lion Air dalam penerbangan JT 610, juga didapatkan dalam keadaan layak terbang.

"Terhadap pesawat jenis Max, kita lakukan pemeriksaan khusus, tidak sesuai dengan jadwal rutinnya, tapi ini khusus dilakukan tidak pada waktunya. Semua yang dilakukan pemeriksaan dinyatakan layak terbang," ujar Kus.

Ia menambahkan sejumlah temuan yang tidak berfungsi pada pesawat jenis Max memang ada, namun diperbolehkan selama masih dalam jangka waktu yang ditentukan. Dokumen yang mengatur hal tersebut terdapat dalam minimum equipment list.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com