Jumat, 16 November 2018 | 11:23 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pileg 2019

Jokowi: Komunikasi di medsos tak jamin kepercayaan rakyat

Kamis, 08 November 2018 - 08:17 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Calon Presiden Indonesia nomor urut 1 Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2Oxlvpb
Calon Presiden Indonesia nomor urut 1 Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2Oxlvpb

Elshinta.com - Calon presiden Indonesia nomor urut 01, Joko Widodo menyatakan, komunikasi melalui berbagai media sosial tidak menjamin adanya kepercayaan dari rakyat.

"Kita tahu banyak masyarakat yang tak terjangkau oleh TV, Instagram, Twitter, dan banyak mssyarakat yang tidak percaya dengan media-media seperti ini.  Glamornya, riuhnya di media sosial tidak menjamin dapat kepercayaan dari rakyat," kata Jokowi saat membuka pembekalan bagi calon anggota legislatif Partai Hanura di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (7/11) malam.

Jokowi juga meminta para caleg tidak silau dengan hasil survei dan berita-berita karena rakyat ada yang menggunakan media sosial dan ada juga yang tidak.

Menurut dia, cara berkomunikasi dengan rakyat merupakan hal yang penting. "Sekarang enggak jamannya bermain di medsos dan televisi. Itu penting tapi yang paling penting bisa door to door, komunikasi tatap muka itu penting sekali," ungkapnya.

Baca juga: Jokowi sebut Alhamdulillah Yusril bersedia jadi pengacaranya

Lebih lanjut, Jokowi juga meminta para caleg agar menyampaikan program yang telah dilakukan pemerintah, seperti penyediaan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Program Keluarga Harapan yang langsung bersentuhan dengan individu-individu.

"Juga pembagian sertifikat tanah tahun 2017 sudah 5 juta lebih, tahun ini minimal 7 juta dan tahun depan 9 juta. Kalau kita bisa jelaskan seperti itu rakyat akan tahu kemudian memberikan dukungan kepada yang kita kerjakan dan akan kita lakukan," pungkasnya, mengutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Calon presiden Indonesia nomor urut 01, Joko Widodo menyatakan, komunikasi melalui berbagai media sosial tidak menjamin adanya kepercayaan dari rakyat.

"Kita tahu banyak masyarakat yang tak terjangkau oleh TV, Instagram, Twitter, dan banyak mssyarakat yang tidak percaya dengan media-media seperti ini.  Glamornya, riuhnya di media sosial tidak menjamin dapat kepercayaan dari rakyat," kata Jokowi saat membuka pembekalan bagi calon anggota legislatif Partai Hanura di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (7/11) malam.

Jokowi juga meminta para caleg tidak silau dengan hasil survei dan berita-berita karena rakyat ada yang menggunakan media sosial dan ada juga yang tidak.

Menurut dia, cara berkomunikasi dengan rakyat merupakan hal yang penting. "Sekarang enggak jamannya bermain di medsos dan televisi. Itu penting tapi yang paling penting bisa door to door, komunikasi tatap muka itu penting sekali," ungkapnya.

Baca juga: Jokowi sebut Alhamdulillah Yusril bersedia jadi pengacaranya

Lebih lanjut, Jokowi juga meminta para caleg agar menyampaikan program yang telah dilakukan pemerintah, seperti penyediaan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Program Keluarga Harapan yang langsung bersentuhan dengan individu-individu.

"Juga pembagian sertifikat tanah tahun 2017 sudah 5 juta lebih, tahun ini minimal 7 juta dan tahun depan 9 juta. Kalau kita bisa jelaskan seperti itu rakyat akan tahu kemudian memberikan dukungan kepada yang kita kerjakan dan akan kita lakukan," pungkasnya, mengutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com