Korban hanyut banjir Tasikmalaya terus dicari
Kamis, 08 November 2018 - 09:18 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Dewi Rusiana
Petugas berhasil temukan 4 Jenazah, 2 orang hanyut masih dicari. Sumber foto: https://bit.ly/2OuGCs9

Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tim pencarian dan pertolongan masih terus mencari korban yang hanyut akibat banjir di Tasikmalaya.

"Satu orang hilang terseret banjir saat sedang berenang. Menurut temannya, korban loncat ke sungai langsung terseret arus kemudian tenggelam," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Surabaya, Kamis (8/11).

Ia mengatakan satu orang hilang atas nama Fajar Fian (10), warga Desa Sindangreja, Kecamatan Cikalong. Fajar hilang Selasa (6/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Tim pencarian dan pertolongan terus melakukan pencarian dengan menyusuri sungai.

Selain satu orang hilang, tim pencarian dan pertolongan telah menemukan lima orang meninggal dunia akibat terseret banjir dan tertimbun longsor. Semua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga.

"BPBD Kabupaten Tasikmalaya bersama aparat setempat dan relawan terus melakukan penanganan darurat. BPBD mengimbau masyarakat agar berhati-hati," jelasnya, dikutip Antara.

Sutopo mengimbau kepada masyarakat yang berada di dekat lokasi agar mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena hujan masih terus turun dan ada kemungkinan banjir atau longsor susulan.

Banjir dan longsor pada Selasa (6/11) pukul 04.00 WIB melanda enam desa di tiga kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.

Desa yang terdampak banjir adalah Ciandum, Bantar Kalong dan Cipatujah di Kecamatan Cipatujah; Cikupa dan Ciawi di Kecamatan Karang Nunggal; dan Ciluya di Kecamatan Culamega. Sebanyak 498 kepala keluarga terdampak banjir di tiga kecamatan tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 22 Januari 2019 - 08:14 WIB
Elshinta.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan aktivit...
Senin, 21 Januari 2019 - 16:53 WIB
Elshinta.com - Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, jalan lintas...
Senin, 21 Januari 2019 - 11:11 WIB
Elshinta.com - Masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang rawan tanah longsor di Jawa T...
Senin, 21 Januari 2019 - 10:08 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Minggu, 20 Januari 2019 - 21:34 WIB
Elshinta.com -Banyak korban bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah, di...
Minggu, 20 Januari 2019 - 19:17 WIB
Elshinta.com -Sejumlah warga terdampak banjir luapan Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, Jawa Bara...
Minggu, 20 Januari 2019 - 08:12 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa denga...
Minggu, 20 Januari 2019 - 06:28 WIB
Elshinta.com - Pencarian Seorang kakek bernama Mardiyo (60) yang diduga tertimbun tanah lo...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 20:23 WIB
Elshinta.com -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kota Banda Aceh, Provinsi A...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com -Sebanyak delapan desa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masih tergenang banjir,...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)