Kamis, 15 November 2018 | 12:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Tim gabungan lanjutkan pencarian anak yang hanyut

Kamis, 08 November 2018 - 10:25 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2DtaUe0
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2DtaUe0

Elshinta.com - Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) melanjutkan pencarian terhadap anak yang hanyut.

Demikian disampaikan Ahmad Arpikan (10), di Sungai Batang Lapu Pegambiran Kecamatan Parit Koto Balingka, Kamis (8/11).

"Pagi ini pencarian kita lanjutkan menyusuri Sungai Batang Lapu bersama SAR dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan tidak ada kendala," kata Kepala Pelaksana BPBD, Tri Wahluyo di Simpang Empat.

Menurutnya pencarian terhadap korban telah dilakukan sejak Rabu (7/11) sore hingga malam. Namun belum ada tanda-tanda terlihat korban.

Ia menyebutkan korban dihantam air sungai yang tiba-tiba besar saat korban mandi bersama dengan teman-temannya pada Rabu, (7/11).

Baca juga: Akses jalan Mandailing Natal yang sempat tertutup longsor mulai bisa dilintasi

Ia mengemukakan korban yang hanyut itu merupakan anak dari Irwan dan Darwatni yang hingga Kamis pagi ini masih belum dapat ditemukan.

"Tim gabungan dari BPBD dan SAR dan pihak terkait lainnya masih melakukan pencarian," katanya.

Ia menambahkan hanyutnya seorang anak itu berawal ketika korban bersama teman sebayanya mandi di sungai tersebut. Ketika sedang asik mandi, tiba-tiba datang air besar dan membawa hanyut korban. Sedangkan teman-temannya berhasil untuk menyelamatkan diri.

Mendapat informasi itu maka tim BPBD, SAR dan pihak terkait lainnya langsung kelokasi dan melakukan pencarian korban.

"Pencarian terhadap korban menemui kendala yakni air dan arus yang besar. Tim akan terus melakukan pencarian," ujarnya.

Menurutnya hujan lebat yang melanda Pasaman Barat sejak Rabu (7/11) sore membuat sejumlah air sungai besar dan meluap.

Ia mengimbau kepada warga yang berdomisili di tepi sungai agar meningkatkan kewaspadaan ancaman banjir dan longsor, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) melanjutkan pencarian terhadap anak yang hanyut.

Demikian disampaikan Ahmad Arpikan (10), di Sungai Batang Lapu Pegambiran Kecamatan Parit Koto Balingka, Kamis (8/11).

"Pagi ini pencarian kita lanjutkan menyusuri Sungai Batang Lapu bersama SAR dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan tidak ada kendala," kata Kepala Pelaksana BPBD, Tri Wahluyo di Simpang Empat.

Menurutnya pencarian terhadap korban telah dilakukan sejak Rabu (7/11) sore hingga malam. Namun belum ada tanda-tanda terlihat korban.

Ia menyebutkan korban dihantam air sungai yang tiba-tiba besar saat korban mandi bersama dengan teman-temannya pada Rabu, (7/11).

Baca juga: Akses jalan Mandailing Natal yang sempat tertutup longsor mulai bisa dilintasi

Ia mengemukakan korban yang hanyut itu merupakan anak dari Irwan dan Darwatni yang hingga Kamis pagi ini masih belum dapat ditemukan.

"Tim gabungan dari BPBD dan SAR dan pihak terkait lainnya masih melakukan pencarian," katanya.

Ia menambahkan hanyutnya seorang anak itu berawal ketika korban bersama teman sebayanya mandi di sungai tersebut. Ketika sedang asik mandi, tiba-tiba datang air besar dan membawa hanyut korban. Sedangkan teman-temannya berhasil untuk menyelamatkan diri.

Mendapat informasi itu maka tim BPBD, SAR dan pihak terkait lainnya langsung kelokasi dan melakukan pencarian korban.

"Pencarian terhadap korban menemui kendala yakni air dan arus yang besar. Tim akan terus melakukan pencarian," ujarnya.

Menurutnya hujan lebat yang melanda Pasaman Barat sejak Rabu (7/11) sore membuat sejumlah air sungai besar dan meluap.

Ia mengimbau kepada warga yang berdomisili di tepi sungai agar meningkatkan kewaspadaan ancaman banjir dan longsor, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Kamis, 15 November 2018 - 10:36 WIB

BNN beri kosultasi peminum air rebusan pembalut

Rabu, 14 November 2018 - 20:37 WIB

Empat korban JT 610 kembali teridentifikasi

Rabu, 14 November 2018 - 20:27 WIB

Jabar siaga banjir-longsor hingga Mei 2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com