Rabu, 14 November 2018 | 19:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/ Startup

Cara Tokopedia dan Bukalapak dapatkan lisensi emoney

Kamis, 08 November 2018 - 11:25 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2ATQLeF
Sumber foto: https://bit.ly/2ATQLeF

Elshinta.com - Penggunaan mata uang digital emoney akan semakin semarak dengan resminya penggunaan emoney di dua platform ecommerce besar di Indonesia yaitu Bukalapak dan Tokopedia. Pada 27 September 2018 lalu, Bukalapak mengumumkan kolaborasinya dengan DANA, sebuah perusahaan emoney milik Emtek dan Alipay. 

DANA juga menjadi platform emoney untuk aplikasi lainnya seperti BBM dan Tix.id. Sementara pesaing terdekat Bukalapak yaitu Tokopedia menggandeng OVO yang merupakan platform emoney milik Grup Lippo. Hal ini dkonfirmasi oleh OVO melalui keterangan resminya 31 Oktober lalu. 

Sementara pada 5 November, Tokopedia mulai mengumumkan pada penggunanya melalui email bahwa TokoCash yang selama ini dipakai untuk transaksi di Tokopedia telah digantikan oleh OVO.  Kemitraan dengan Tokopedia dengan OVO berarti akan menambahkan basis 80 juta pengguna aktif bulanan Tokopedia ke dalam 60 juta basis pengguna OVO. 

Seperti yang sudah diketahui, dua ecommerce ini sebelumnya memiliki layanan pembayaran digital sendiri yaitu BukaDompet milik Bukalapak dan TokoCash milik Tokopedia. Namun, kedua layanan tersebut terganjal masalah lisensi emoney yang belum mereka dapatkan dari Bank Indonesia. 

Dikutip dari Tech In Asia, pada 1 Oktober 2017 Bukalapak mengumumkan bahwa pihaknya menonaktifkan fitur isi saldo BukaDompet karena mereka tengah dalam proses mendapatkan lisensi emoney dari Bank Indonesia. Sementara TokoCash sejak September 2017 juga bernasib sama. 

Baca juga: Bagaimana bisnis crowdfunding berjalan?

Kolaborasi dengan perusahaan teknologi yang sudah memiliki lisensi emoney menjadi cara yang efektif bagi perusahaan seperti Tokopedia dan Bukalapak untuk melegalkan layanan pembayaran digital mereka. Hal ini mengingat proses mendapatkan izin menyelenggarakan emoney cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. 

Cara yang ditempuh oleh Bukalapak dan Tokopedia ini mirip dengan apa yang dilakukan oleh dua raksasa perusahaan rise sharing, GO-JEK dan GRAB untuk mendapatkan lisensi emoney mereka. Kedua layanan transportasi online ini juga memiliki kendala serupa. 

GRAB memilih bekerja sama dengan OVO sementara GO-JEK mengambil langkah yang lebih ambisius dengan mengakuisisi PonselPay milik MVComerce yang sudah mendapatkan lisensi emoney. Dengan akuisisi ini, GO-Pay yang pada awalnya diluncurkan sebagai GO-JEK Credit ini resmi menjadi emoney. 

 
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Penggunaan mata uang digital emoney akan semakin semarak dengan resminya penggunaan emoney di dua platform ecommerce besar di Indonesia yaitu Bukalapak dan Tokopedia. Pada 27 September 2018 lalu, Bukalapak mengumumkan kolaborasinya dengan DANA, sebuah perusahaan emoney milik Emtek dan Alipay. 

DANA juga menjadi platform emoney untuk aplikasi lainnya seperti BBM dan Tix.id. Sementara pesaing terdekat Bukalapak yaitu Tokopedia menggandeng OVO yang merupakan platform emoney milik Grup Lippo. Hal ini dkonfirmasi oleh OVO melalui keterangan resminya 31 Oktober lalu. 

Sementara pada 5 November, Tokopedia mulai mengumumkan pada penggunanya melalui email bahwa TokoCash yang selama ini dipakai untuk transaksi di Tokopedia telah digantikan oleh OVO.  Kemitraan dengan Tokopedia dengan OVO berarti akan menambahkan basis 80 juta pengguna aktif bulanan Tokopedia ke dalam 60 juta basis pengguna OVO. 

Seperti yang sudah diketahui, dua ecommerce ini sebelumnya memiliki layanan pembayaran digital sendiri yaitu BukaDompet milik Bukalapak dan TokoCash milik Tokopedia. Namun, kedua layanan tersebut terganjal masalah lisensi emoney yang belum mereka dapatkan dari Bank Indonesia. 

Dikutip dari Tech In Asia, pada 1 Oktober 2017 Bukalapak mengumumkan bahwa pihaknya menonaktifkan fitur isi saldo BukaDompet karena mereka tengah dalam proses mendapatkan lisensi emoney dari Bank Indonesia. Sementara TokoCash sejak September 2017 juga bernasib sama. 

Baca juga: Bagaimana bisnis crowdfunding berjalan?

Kolaborasi dengan perusahaan teknologi yang sudah memiliki lisensi emoney menjadi cara yang efektif bagi perusahaan seperti Tokopedia dan Bukalapak untuk melegalkan layanan pembayaran digital mereka. Hal ini mengingat proses mendapatkan izin menyelenggarakan emoney cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. 

Cara yang ditempuh oleh Bukalapak dan Tokopedia ini mirip dengan apa yang dilakukan oleh dua raksasa perusahaan rise sharing, GO-JEK dan GRAB untuk mendapatkan lisensi emoney mereka. Kedua layanan transportasi online ini juga memiliki kendala serupa. 

GRAB memilih bekerja sama dengan OVO sementara GO-JEK mengambil langkah yang lebih ambisius dengan mengakuisisi PonselPay milik MVComerce yang sudah mendapatkan lisensi emoney. Dengan akuisisi ini, GO-Pay yang pada awalnya diluncurkan sebagai GO-JEK Credit ini resmi menjadi emoney. 

 
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com