Kamis, 15 November 2018 | 12:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Korban gempa Sigi masih bertahan di tenda pengungsian

Kamis, 08 November 2018 - 11:17 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami Palu. Sumber foto: https://bit.ly/2ASmCMF
Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami Palu. Sumber foto: https://bit.ly/2ASmCMF

Elshinta.com - Masih banyak warga korban gempabumi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, yang masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian, meski hanya menggunakan tenda-tenda terpal.

Seperti di lokasi penampungan pengungsi di wilayah Desa Pombewe dan Sidera, Kecamatan Sigibiromaru, Kabupaten Sigi, Kamis (8/11), rata-rata warga belum mau kembali ke desa mereka.

Alasan utama mereka, karena rumah tempat tinggal mereka yang dibangun dengan susah payah bertahun-tahun itu, kini sudah habis atau hancur diterjang bencana alam gempabumi berkekuatan 7,4 SR yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Bukan hanya rumah mereka, tetapi seluruh harta benda dan matapencaharian telah hancur lebur diterjang gempabumi yang banyak menyengsarakan masyarakat di Kabupaten Sigi itu.

"Rumah kami habis, sekaligus kehilangan matapencaharian," kata Berto, salah seorang warga Desa Jonoge yang mengungsi ke Desa Pombewe karena desanya porak-poranda diterjang bencana alam dasyat tersebut, dikutip Antara.

Hal senada juga disampaikan oeleh Markus, salah seorang warga desa Sidera, Kecamatan Sigibiromaru. Sebagian permukiman di Desa Sidera juga diterjang gempabumi dan banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Untuk sementara mengungsi ke wilayah perbukitan di Desa Sidera, sebab lokasi tersebut berada pada ketinggian dan paling bagus untuk lokasi pengungsian sementara.

Ia mengatakan, di lokasi itu, pengungsi bukan hanya dari Desa Sidera, tetapi sebagian juga berasal dari Desa Jonoge. Desa Jonoge berbatasan langsung dengan Desa Sidera, khususnya Dusun II Jonoge.

Saat terjadi gempabumi, lokasi permukiman penduduk Dusun II Jonoge bergeser sekitar 200-an meter ke arah selatan dan semua rumah dan bangunan lainnya termasuk badan jalan hampir dua kilometer yang menghubungkan Desa Jonoge dan Sidera ikut lenyap bagaikan ditelan bumi.

Markus juga mengatakan belum mau kembali ke desanya, sebab rumah dan isi rumah, semuanya habis terkubur lumpur saat bencana alam tersebut secara memilukan meluluh-lantakkan permukiman dan areal pertanian dan peternakan yang ada di desa Jonoge.

"Ya mungkin akan kembali, tetapi belum bisa pastikan kapan waktunya," kata dia.

Di lokasi pengungsian Desa Pombewe masih terdapat sekitar 297 KK warga Desa Jonoge.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Masih banyak warga korban gempabumi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, yang masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian, meski hanya menggunakan tenda-tenda terpal.

Seperti di lokasi penampungan pengungsi di wilayah Desa Pombewe dan Sidera, Kecamatan Sigibiromaru, Kabupaten Sigi, Kamis (8/11), rata-rata warga belum mau kembali ke desa mereka.

Alasan utama mereka, karena rumah tempat tinggal mereka yang dibangun dengan susah payah bertahun-tahun itu, kini sudah habis atau hancur diterjang bencana alam gempabumi berkekuatan 7,4 SR yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Bukan hanya rumah mereka, tetapi seluruh harta benda dan matapencaharian telah hancur lebur diterjang gempabumi yang banyak menyengsarakan masyarakat di Kabupaten Sigi itu.

"Rumah kami habis, sekaligus kehilangan matapencaharian," kata Berto, salah seorang warga Desa Jonoge yang mengungsi ke Desa Pombewe karena desanya porak-poranda diterjang bencana alam dasyat tersebut, dikutip Antara.

Hal senada juga disampaikan oeleh Markus, salah seorang warga desa Sidera, Kecamatan Sigibiromaru. Sebagian permukiman di Desa Sidera juga diterjang gempabumi dan banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Untuk sementara mengungsi ke wilayah perbukitan di Desa Sidera, sebab lokasi tersebut berada pada ketinggian dan paling bagus untuk lokasi pengungsian sementara.

Ia mengatakan, di lokasi itu, pengungsi bukan hanya dari Desa Sidera, tetapi sebagian juga berasal dari Desa Jonoge. Desa Jonoge berbatasan langsung dengan Desa Sidera, khususnya Dusun II Jonoge.

Saat terjadi gempabumi, lokasi permukiman penduduk Dusun II Jonoge bergeser sekitar 200-an meter ke arah selatan dan semua rumah dan bangunan lainnya termasuk badan jalan hampir dua kilometer yang menghubungkan Desa Jonoge dan Sidera ikut lenyap bagaikan ditelan bumi.

Markus juga mengatakan belum mau kembali ke desanya, sebab rumah dan isi rumah, semuanya habis terkubur lumpur saat bencana alam tersebut secara memilukan meluluh-lantakkan permukiman dan areal pertanian dan peternakan yang ada di desa Jonoge.

"Ya mungkin akan kembali, tetapi belum bisa pastikan kapan waktunya," kata dia.

Di lokasi pengungsian Desa Pombewe masih terdapat sekitar 297 KK warga Desa Jonoge.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Kamis, 15 November 2018 - 10:36 WIB

BNN beri kosultasi peminum air rebusan pembalut

Rabu, 14 November 2018 - 20:37 WIB

Empat korban JT 610 kembali teridentifikasi

Rabu, 14 November 2018 - 20:27 WIB

Jabar siaga banjir-longsor hingga Mei 2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com