Kamis, 15 November 2018 | 12:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Banjir landa 44 desa di 11 kecamatan Inhu Riau, ribuan rumah terendam

Kamis, 08 November 2018 - 11:07 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Foto: elshinta.com
Ilustrasi. Foto: elshinta.com

Elshinta.com - Sekitar 4.384 rumah di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, tergenang banjir akibat tingginya curah hujan selama sepekan terakhir ini.

"Ada 4.384 rumah warga yang terdampak banjir berdasarkan data terakhir tanggal 7 November. Selain rumah, ada satu bangunan SMP yang juga terkena dampak banjir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (8/11) pagi.

Dikutip Antara, Edwar menjelaskan, banjir disebabkan tingginya curah hujan yang membuat Sungai Kuantan meluap. Selain itu, ada juga pengaruh banjir kiriman dari daerah hulu, yakni dari Kabupaten Kuantan Singingi dan Provinsi Sumatera Barat.

Berdasarkan laporan terakhir, ungkapnya, ketinggian air mencapai 6,5 meter. Meski begitu, ketinggian air fluktuatif dan bisa berkurang karena sebagian wilayah berada di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Edwar menyebutkan, banjir melanda 44 desa di 11 kecamatan di daerah itu, termasuk satu bangunan SMP dan pos kesehatan. Total rumah yang terdampak banjir mencapai 4.384 unit.

Kecamatan yang terdampak bencana banjir itu antara lain Kecamatan Pasir Penyu, Rengat, Kuala Cenaku, Rengat Barat, Lirik, Lubuk Batu Jaya, Peranap, Rakit Kulim, Batang Peranap, Kelayang, serta Sei Lala.

Menurut Edwar, hingga kini belum ada warga yang mengungsi akibat dampak banjir tersebut. Sementara aktivitas belajar dan mengajar di SMP yang terkena dampak banjir juga dilaporkan masih berjalan.

Namun, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan tenda pengungsian apabila warga akhirnya memutuskan untuk tidak tinggal di rumah yang kebanjiran.

"Belum ada warga terdampak banjir yang mengungsi dari rumah mereka. Namun petugas kita menyiagakan peralatan pengungsian berupa tenda jika tiba-tiba warga membutuhkannya," katanya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Elshinta.com - Sekitar 4.384 rumah di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, tergenang banjir akibat tingginya curah hujan selama sepekan terakhir ini.

"Ada 4.384 rumah warga yang terdampak banjir berdasarkan data terakhir tanggal 7 November. Selain rumah, ada satu bangunan SMP yang juga terkena dampak banjir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (8/11) pagi.

Dikutip Antara, Edwar menjelaskan, banjir disebabkan tingginya curah hujan yang membuat Sungai Kuantan meluap. Selain itu, ada juga pengaruh banjir kiriman dari daerah hulu, yakni dari Kabupaten Kuantan Singingi dan Provinsi Sumatera Barat.

Berdasarkan laporan terakhir, ungkapnya, ketinggian air mencapai 6,5 meter. Meski begitu, ketinggian air fluktuatif dan bisa berkurang karena sebagian wilayah berada di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Edwar menyebutkan, banjir melanda 44 desa di 11 kecamatan di daerah itu, termasuk satu bangunan SMP dan pos kesehatan. Total rumah yang terdampak banjir mencapai 4.384 unit.

Kecamatan yang terdampak bencana banjir itu antara lain Kecamatan Pasir Penyu, Rengat, Kuala Cenaku, Rengat Barat, Lirik, Lubuk Batu Jaya, Peranap, Rakit Kulim, Batang Peranap, Kelayang, serta Sei Lala.

Menurut Edwar, hingga kini belum ada warga yang mengungsi akibat dampak banjir tersebut. Sementara aktivitas belajar dan mengajar di SMP yang terkena dampak banjir juga dilaporkan masih berjalan.

Namun, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan tenda pengungsian apabila warga akhirnya memutuskan untuk tidak tinggal di rumah yang kebanjiran.

"Belum ada warga terdampak banjir yang mengungsi dari rumah mereka. Namun petugas kita menyiagakan peralatan pengungsian berupa tenda jika tiba-tiba warga membutuhkannya," katanya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Kamis, 15 November 2018 - 10:36 WIB

BNN beri kosultasi peminum air rebusan pembalut

Rabu, 14 November 2018 - 20:37 WIB

Empat korban JT 610 kembali teridentifikasi

Rabu, 14 November 2018 - 20:27 WIB

Jabar siaga banjir-longsor hingga Mei 2019

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com