Sabtu, 17 November 2018 | 10:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BNN tembak gembong besar narkoba di Aceh

Kamis, 08 November 2018 - 12:33 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2PkIMjD
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2PkIMjD

Elshinta.com - Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menembak seorang gembong besar narkoba atas nama Burhanuddin di Aceh, Rabu (7/11), yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk kasus tersangka oknum anggota DPRD Langkat bernama Ibrahim alias Hongkong.

"BNN telah melakukan tindakan tegas terhadap tersangka yang termasuk DPO dalam kasus Ibrahim aliad Hongkong dengan TKP Gempong Pintu, Aceh Besar," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, di Jakarta, Kamis. (8/11).

Burhanudin adalah pemasok narkoba jenis sabu dan ekstasi kepada Ibrahim yang ditangkap oleh BNN pada bulan Agustus di Pangkalan Susu, Sumatera Utara. Surat DPO atas nama Burhanuddin yang dikeluarkan oleh BNN no: DPO/05-P2/VIII/2018/BNN tgl 24 agust 2018.

"Pada saat ditangkap Burhanudin berusaha melarikan diri dan melawan petugas, kemudian petugas berusaha melumpuhkan dengan memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan," ungkap Arman, dikutip Antara.

Kemudian tembakan tersebut diarahkan ke bagian tubuh, selanjutnya Burhanuddin diberikan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit, ucapnya.

"Namun yang bersangkutan dinyatakan meninggal, saat ini masih dalam pengembangan untuk mencari barang bukti," kata Arman.

Tersangka Ibrahim alias Hongkong adalah oknum anggota DPRD dari partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang ditangkap dengan barang bukti tiga karung goni sabu dan 30 ribu butir ekstasi dengan logo daun berwarna biru dari Malaysia.

Ibrahim ditangkap dalam Operasi Gabungan BNN, Bea Cukai dan TNI AL Langsa terkait informasi adanya Peredaran Gelap Narkotika di wilayah Pangkalan Susu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menembak seorang gembong besar narkoba atas nama Burhanuddin di Aceh, Rabu (7/11), yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk kasus tersangka oknum anggota DPRD Langkat bernama Ibrahim alias Hongkong.

"BNN telah melakukan tindakan tegas terhadap tersangka yang termasuk DPO dalam kasus Ibrahim aliad Hongkong dengan TKP Gempong Pintu, Aceh Besar," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, di Jakarta, Kamis. (8/11).

Burhanudin adalah pemasok narkoba jenis sabu dan ekstasi kepada Ibrahim yang ditangkap oleh BNN pada bulan Agustus di Pangkalan Susu, Sumatera Utara. Surat DPO atas nama Burhanuddin yang dikeluarkan oleh BNN no: DPO/05-P2/VIII/2018/BNN tgl 24 agust 2018.

"Pada saat ditangkap Burhanudin berusaha melarikan diri dan melawan petugas, kemudian petugas berusaha melumpuhkan dengan memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan," ungkap Arman, dikutip Antara.

Kemudian tembakan tersebut diarahkan ke bagian tubuh, selanjutnya Burhanuddin diberikan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit, ucapnya.

"Namun yang bersangkutan dinyatakan meninggal, saat ini masih dalam pengembangan untuk mencari barang bukti," kata Arman.

Tersangka Ibrahim alias Hongkong adalah oknum anggota DPRD dari partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang ditangkap dengan barang bukti tiga karung goni sabu dan 30 ribu butir ekstasi dengan logo daun berwarna biru dari Malaysia.

Ibrahim ditangkap dalam Operasi Gabungan BNN, Bea Cukai dan TNI AL Langsa terkait informasi adanya Peredaran Gelap Narkotika di wilayah Pangkalan Susu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Sabtu, 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Sabtu, 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Sabtu, 17 November 2018 - 08:39 WIB

Presiden menuju Papua Nugini untuk hadiri KTT APEC

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com