Menhan: Teroris musuh Islam
Kamis, 08 November 2018 - 13:12 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Sumber foto: https://bit.ly/2PgIQR3

Elshinta.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa aksi-aksi yang dilakukan oleh teroris selama ini bukan merupakan ajaran Islam, oleh karena itu teroris merupakan musuh Islam.

"Teroris bukan Islam, Islam bukan seperti itu. Itu merusak Islam. Jadi sebetulnya teroris adalah musuh Islam. Islam membawa rahmat di muka bumi ini," kata Menhan dalam sambutannya pada seminar Indo Defence di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Ia menyebutkan, ada dua ancaman yang dihadapi negara-negara saat ini termasuk negara Indonesia, yakni ancaman nyata yang berupa terorisme, bencana alam, hingga pemberontakan, dan ancaman belum nyata seperti perang antar negara.

Menurut Ryamizard, untuk menghadapi teroris harus dengan kekuatan seluruh masyarakat Indonesia. "Yang nyata sekali adalah teroris. Teroris yang kita hadapi sekarang adalah teroris generasi ketiga. Pertama adalah Al-Qaeda, dia menghantam ke barat. Kedua ini seluruhnya dia ngaku-ngaku Islam dan merusak Islam. Sebenarnya teroris musuh Islam karena merusak nama Islam," tutur Menhan.

Baca juga: Jurus pencegahan aliran dana teroris Polri diapresiasi

Generasi kedua itu ISIS, ketiga adalah pahlawan atau pejuang yang pulang dari Suriah, Afghanistan. Ia menyebut ISIS lahir akibat konflik politik di Irak dan Suriah, namun tidak ada kaitannya dengan Islam.

"ISIS pada mulainya hanyalah kekuatan di Irak. Di sini perlu kita garis bawahi bahwa ISIS hanyalah buah dari konflik politik Irak-Suriah yang nggak ada kaitannya dengan agama. Dia biar keren ngaku Islam biar semua dunia bantu dia, (padahal) dia merusak Islam," tegas dia, dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 20 Maret 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wira...
Senin, 18 Maret 2019 - 13:22 WIB
Elshinta.com - Sehubungan dengan tragedi penembakan di Masjid Al-Noor dan Lindwood di Christchurch, ...
Jumat, 15 Maret 2019 - 07:45 WIB
Elshinta.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengajak akademisi untuk merawat Negara...
Selasa, 12 Maret 2019 - 17:07 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kapasitas militer di Papua perlu diti...
Selasa, 12 Maret 2019 - 15:55 WIB
Elshinta.com - Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polri tela...
Sabtu, 09 Maret 2019 - 06:57 WIB
Elshinta.com - Kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Teuku Umar-385 Satuan Kapal Eskorta (Sat...
Sabtu, 09 Maret 2019 - 06:44 WIB
Elshinta.com - Jajaran Kodam XVII/Cenderawasih mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Kab...
Jumat, 08 Maret 2019 - 11:13 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai TNI perlu melakukan operasi yang lebi...
Jumat, 08 Maret 2019 - 08:46 WIB
Elshinta.com - Jenazah tiga prajurit TNI yang gugur saat kontak tembak dengan Kelompok Kri...
Jumat, 08 Maret 2019 - 07:31 WIB
Elshinta.com - Pasukan TNI yang berada di Kabupaten Nduga dua kali diserang oleh Kelompok ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)