Jumat, 16 November 2018 | 11:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

Menhan: Teroris musuh Islam

Kamis, 08 November 2018 - 13:12 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Sumber foto: https://bit.ly/2PgIQR3
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Sumber foto: https://bit.ly/2PgIQR3

Elshinta.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa aksi-aksi yang dilakukan oleh teroris selama ini bukan merupakan ajaran Islam, oleh karena itu teroris merupakan musuh Islam.

"Teroris bukan Islam, Islam bukan seperti itu. Itu merusak Islam. Jadi sebetulnya teroris adalah musuh Islam. Islam membawa rahmat di muka bumi ini," kata Menhan dalam sambutannya pada seminar Indo Defence di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Ia menyebutkan, ada dua ancaman yang dihadapi negara-negara saat ini termasuk negara Indonesia, yakni ancaman nyata yang berupa terorisme, bencana alam, hingga pemberontakan, dan ancaman belum nyata seperti perang antar negara.

Menurut Ryamizard, untuk menghadapi teroris harus dengan kekuatan seluruh masyarakat Indonesia. "Yang nyata sekali adalah teroris. Teroris yang kita hadapi sekarang adalah teroris generasi ketiga. Pertama adalah Al-Qaeda, dia menghantam ke barat. Kedua ini seluruhnya dia ngaku-ngaku Islam dan merusak Islam. Sebenarnya teroris musuh Islam karena merusak nama Islam," tutur Menhan.

Baca juga: Jurus pencegahan aliran dana teroris Polri diapresiasi

Generasi kedua itu ISIS, ketiga adalah pahlawan atau pejuang yang pulang dari Suriah, Afghanistan. Ia menyebut ISIS lahir akibat konflik politik di Irak dan Suriah, namun tidak ada kaitannya dengan Islam.

"ISIS pada mulainya hanyalah kekuatan di Irak. Di sini perlu kita garis bawahi bahwa ISIS hanyalah buah dari konflik politik Irak-Suriah yang nggak ada kaitannya dengan agama. Dia biar keren ngaku Islam biar semua dunia bantu dia, (padahal) dia merusak Islam," tegas dia, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa aksi-aksi yang dilakukan oleh teroris selama ini bukan merupakan ajaran Islam, oleh karena itu teroris merupakan musuh Islam.

"Teroris bukan Islam, Islam bukan seperti itu. Itu merusak Islam. Jadi sebetulnya teroris adalah musuh Islam. Islam membawa rahmat di muka bumi ini," kata Menhan dalam sambutannya pada seminar Indo Defence di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Ia menyebutkan, ada dua ancaman yang dihadapi negara-negara saat ini termasuk negara Indonesia, yakni ancaman nyata yang berupa terorisme, bencana alam, hingga pemberontakan, dan ancaman belum nyata seperti perang antar negara.

Menurut Ryamizard, untuk menghadapi teroris harus dengan kekuatan seluruh masyarakat Indonesia. "Yang nyata sekali adalah teroris. Teroris yang kita hadapi sekarang adalah teroris generasi ketiga. Pertama adalah Al-Qaeda, dia menghantam ke barat. Kedua ini seluruhnya dia ngaku-ngaku Islam dan merusak Islam. Sebenarnya teroris musuh Islam karena merusak nama Islam," tutur Menhan.

Baca juga: Jurus pencegahan aliran dana teroris Polri diapresiasi

Generasi kedua itu ISIS, ketiga adalah pahlawan atau pejuang yang pulang dari Suriah, Afghanistan. Ia menyebut ISIS lahir akibat konflik politik di Irak dan Suriah, namun tidak ada kaitannya dengan Islam.

"ISIS pada mulainya hanyalah kekuatan di Irak. Di sini perlu kita garis bawahi bahwa ISIS hanyalah buah dari konflik politik Irak-Suriah yang nggak ada kaitannya dengan agama. Dia biar keren ngaku Islam biar semua dunia bantu dia, (padahal) dia merusak Islam," tegas dia, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com