Rabu, 14 November 2018 | 19:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

KPK cegah pengusaha tambang Samin Tan terkait suap PLTU Riau-1

Kamis, 08 November 2018 - 13:06 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Dewi Rusiana
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan,  KPK telah mencegah pengusaha tambang Samin Tan , pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan  terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

"Ya jadi pencegahan ke luar negeri itu kami lakukan terhadap saksi karena kami butuh keterangannya terkait dengan salah satu proses yang tentu masih ada hubungannya dengan proyek PLTU Riau-1," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (8/11) seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

KPK juga  mencegah seorang swasta bernama Neni Afwani. Ia  pernah menjabat direktur dalam struktur perusahaan Borneo Lumbung Energi dan Metal tahun 2013.

Samin Tan pernah diperiksa penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 pada 13 September 2018. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan,  KPK telah mencegah pengusaha tambang Samin Tan , pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan  terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

"Ya jadi pencegahan ke luar negeri itu kami lakukan terhadap saksi karena kami butuh keterangannya terkait dengan salah satu proses yang tentu masih ada hubungannya dengan proyek PLTU Riau-1," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (8/11) seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

KPK juga  mencegah seorang swasta bernama Neni Afwani. Ia  pernah menjabat direktur dalam struktur perusahaan Borneo Lumbung Energi dan Metal tahun 2013.

Samin Tan pernah diperiksa penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 pada 13 September 2018. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com