Rabu, 14 November 2018 | 19:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Korban hanyut di Pasaman Barat ditemukan meninggal

Kamis, 08 November 2018 - 14:30 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2yY8Eav
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2yY8Eav

Elshinta.com - Korban hanyut, Ahmad Arpikan (10) yang terseret arus Sungai Batang Lapu Pegambiran Kecamatan Parit Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan meninggal mengapung sekitar 600 meter dari lokasi awal korban mandi-mandi.

"Korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal," kata Camat Parit Koto Balingka, Hamulian, Kamis (8/11).

Ia menambahkan saat ditemukan kondisi korban telah meninggal dunia dan tubuhnya mengalami luka-luka.

"Ada sejumlah luka ditubuh korban diantaranya di tangan dan kepala korban. Kemungkinan terhempas ke batu," ujarnya, dikutip Antara.

Ia menyebutkan penemuan korban berawal ketika tim gabungan melanjutkan pencarian terhadap korban pada Kamis (8/11) pagi.

Saat tim dari BPBD, SAR, kepolisian, TNI dan masyarakat melakukan pencarian. Seorang warga melihat tangan korban terlihat dalam air. Melihat itu, warga memberitahukan kepada petugas. Tim gabungan langsung melihat korban dan mengangkat jasad korban ke darat.

"Saat ini jasad korban sudah dibawa oleh keluarga korban untuk segera disemayamkan," katanya.

Ia mengemukakan korban dihantam air sungai yang tiba-tiba besar saat korban mandi bersama teman-temannya pada Rabu, (7/11) sore.

Ia menambahkan korban yang hanyut itu merupakan anak dari Irwan dan Darwatni warga Jorong Pegambiran Parit Koto Balingka.

Hanyutnya seorang anak itu berawal ketika korban bersama teman sebayanya sedang mandi di sungai. Ketika sedang asik mandi, tiba-tiba datang air besar dan membawa korban hanyut. Sedangkan teman-temannya berhasil menyelamatkan diri.

Ia mengimbau kepada warga yang berdomisili di tepi sungai agar meningkatkan kewaspadaan ancaman banjir dan longsor.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Korban hanyut, Ahmad Arpikan (10) yang terseret arus Sungai Batang Lapu Pegambiran Kecamatan Parit Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan meninggal mengapung sekitar 600 meter dari lokasi awal korban mandi-mandi.

"Korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal," kata Camat Parit Koto Balingka, Hamulian, Kamis (8/11).

Ia menambahkan saat ditemukan kondisi korban telah meninggal dunia dan tubuhnya mengalami luka-luka.

"Ada sejumlah luka ditubuh korban diantaranya di tangan dan kepala korban. Kemungkinan terhempas ke batu," ujarnya, dikutip Antara.

Ia menyebutkan penemuan korban berawal ketika tim gabungan melanjutkan pencarian terhadap korban pada Kamis (8/11) pagi.

Saat tim dari BPBD, SAR, kepolisian, TNI dan masyarakat melakukan pencarian. Seorang warga melihat tangan korban terlihat dalam air. Melihat itu, warga memberitahukan kepada petugas. Tim gabungan langsung melihat korban dan mengangkat jasad korban ke darat.

"Saat ini jasad korban sudah dibawa oleh keluarga korban untuk segera disemayamkan," katanya.

Ia mengemukakan korban dihantam air sungai yang tiba-tiba besar saat korban mandi bersama teman-temannya pada Rabu, (7/11) sore.

Ia menambahkan korban yang hanyut itu merupakan anak dari Irwan dan Darwatni warga Jorong Pegambiran Parit Koto Balingka.

Hanyutnya seorang anak itu berawal ketika korban bersama teman sebayanya sedang mandi di sungai. Ketika sedang asik mandi, tiba-tiba datang air besar dan membawa korban hanyut. Sedangkan teman-temannya berhasil menyelamatkan diri.

Ia mengimbau kepada warga yang berdomisili di tepi sungai agar meningkatkan kewaspadaan ancaman banjir dan longsor.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Rabu, 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Rabu, 14 November 2018 - 17:31 WIB

Polres Serang berhasil lumpuhkan dua perampok

Rabu, 14 November 2018 - 16:05 WIB

Korban banjir di Pangandaran masih mengungsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com