Jumat, 16 November 2018 | 11:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Rusun Dinas LH jadi percontohan program pemilahan sampah terpadu

Kamis, 08 November 2018 - 15:29 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Rusun dinas kebersihan. Sumber foto: https://bit.ly/2D8RoCl
Rusun dinas kebersihan. Sumber foto: https://bit.ly/2D8RoCl

Elshinta.com - Rumah susun kebersihan milik Dinas Lingkungan Hidup (LH) di Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi percontohan program pemilahan sampah terpadu.

Demikian kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edi Mulyanto, Kamis (8/11)

Ia mengatakan, dua blok rusun yang mayoritas dihuni oleh petugas harian lepas (PHL) dan petugas PPSU ini diajak untuk melakukan gerakan pemilahan sampah dari tempat tinggal masing-masing.    

"Tujuan gerakan pemilahan ini untuk mengurangi sampah dari Jakarta Barat yang dibuang ke Tempat Penampungan Akhir Bantargebang," kata Edy Mulyanto, dilansir dari laman beritajakarta.

Ia mengatakan, untuk memudahkan penghuni rusun melakukan pemilahan sampah anorganik dan organik, pihaknya sudah menyediakan dua kantong plastik besar serta tong komposter pembuatan pupuk kompos.    

"Di setiap lantai rusun disediakan tiga unit tong komposter berukuran besar untuk penghuni rusun mengolah sampah organik dari sisa sampah dapur," jelasnya.  

Ia mengungkapkan, nantinya program pemilahan sampah terpadu ini akan diterapkan di setiap RT untuk 56 kelurahan se-Jakarta Barat.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Rumah susun kebersihan milik Dinas Lingkungan Hidup (LH) di Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi percontohan program pemilahan sampah terpadu.

Demikian kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edi Mulyanto, Kamis (8/11)

Ia mengatakan, dua blok rusun yang mayoritas dihuni oleh petugas harian lepas (PHL) dan petugas PPSU ini diajak untuk melakukan gerakan pemilahan sampah dari tempat tinggal masing-masing.    

"Tujuan gerakan pemilahan ini untuk mengurangi sampah dari Jakarta Barat yang dibuang ke Tempat Penampungan Akhir Bantargebang," kata Edy Mulyanto, dilansir dari laman beritajakarta.

Ia mengatakan, untuk memudahkan penghuni rusun melakukan pemilahan sampah anorganik dan organik, pihaknya sudah menyediakan dua kantong plastik besar serta tong komposter pembuatan pupuk kompos.    

"Di setiap lantai rusun disediakan tiga unit tong komposter berukuran besar untuk penghuni rusun mengolah sampah organik dari sisa sampah dapur," jelasnya.  

Ia mengungkapkan, nantinya program pemilahan sampah terpadu ini akan diterapkan di setiap RT untuk 56 kelurahan se-Jakarta Barat.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com