Kamis, 15 November 2018 | 12:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

YLCC putus kerja sama dengan RS Harapan Depok

Kamis, 08 November 2018 - 17:17 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kepala Bidang Aset dan Sejarah Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Ferdy Jonthans. Foto: Hendrik I Raseukiy/Radio Elshinta
Kepala Bidang Aset dan Sejarah Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Ferdy Jonthans. Foto: Hendrik I Raseukiy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kepala Bidang Aset dan Sejarah Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Ferdy Jonthans mengatakan, pihaknya memutuskan kerja sama dengan RS Harapan Depok. 

"Aset lahan dan bangunan yang jadi rumah sakit ini adalah milik YLCC. Sedangkan kerja sama yang sudah berlangsung lama tidak ada transparansi kontribusi yang adil kepada YLCC," ujar Ferdy Jonathans kepada Kontributor Elshinta Hendrik I Raseukiy, Kamis, (8/11).

Sebutnya, pria yang dikenal selaku sejarawan era Hindia Belanda Kota Depok mengatakan donasi selama ini Rp7,5 juta per bulan itu sudah sejak tahun 1994.

"Sudah tidak wajar lagi. Sehingga YLCC menawarkan kerja sama dalam bentuk kontrak Rp50 juta per bulan tapi tidak ditanggapi oleh RS Harapan Depok," jelasnya. 

Sehingga, pihaknya memberi waktu seminggu per tanggal 7 November 2018 kedepan bagi RS Harapan Depok untuk menghentikan segala kegiatan dan mengosongkan lahan Rumah Sakit Harapan Kita dengan Surat Keputusan Nomor: 063/KPTS-YLCC/VIII/2018.

Sebelumnya, ungkap Ferdy, YLCC telah mengajukan ke pihak manajemen RS Harapan Depok untuk mereview kerja sama dalam bentuk donasi menjadi kontrak.

Namun, Ferdy meyakinkan, bahwa pihaknya masih membuka pintu bagi pihak RS Harapan Depok untuk duduk bersama dengan pertimbangan kemanusiaan atas pasien yang masih dirawat di RS ini.

Ferdy menambahkan, jika nantinya tidak ada kata kesepakatan dengan pihak manajemen RS Harapan Depok, YLCC berencana akan menjadikan bangunan yang ada sebagai situs cagar budaya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Kepala Bidang Aset dan Sejarah Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Ferdy Jonthans mengatakan, pihaknya memutuskan kerja sama dengan RS Harapan Depok. 

"Aset lahan dan bangunan yang jadi rumah sakit ini adalah milik YLCC. Sedangkan kerja sama yang sudah berlangsung lama tidak ada transparansi kontribusi yang adil kepada YLCC," ujar Ferdy Jonathans kepada Kontributor Elshinta Hendrik I Raseukiy, Kamis, (8/11).

Sebutnya, pria yang dikenal selaku sejarawan era Hindia Belanda Kota Depok mengatakan donasi selama ini Rp7,5 juta per bulan itu sudah sejak tahun 1994.

"Sudah tidak wajar lagi. Sehingga YLCC menawarkan kerja sama dalam bentuk kontrak Rp50 juta per bulan tapi tidak ditanggapi oleh RS Harapan Depok," jelasnya. 

Sehingga, pihaknya memberi waktu seminggu per tanggal 7 November 2018 kedepan bagi RS Harapan Depok untuk menghentikan segala kegiatan dan mengosongkan lahan Rumah Sakit Harapan Kita dengan Surat Keputusan Nomor: 063/KPTS-YLCC/VIII/2018.

Sebelumnya, ungkap Ferdy, YLCC telah mengajukan ke pihak manajemen RS Harapan Depok untuk mereview kerja sama dalam bentuk donasi menjadi kontrak.

Namun, Ferdy meyakinkan, bahwa pihaknya masih membuka pintu bagi pihak RS Harapan Depok untuk duduk bersama dengan pertimbangan kemanusiaan atas pasien yang masih dirawat di RS ini.

Ferdy menambahkan, jika nantinya tidak ada kata kesepakatan dengan pihak manajemen RS Harapan Depok, YLCC berencana akan menjadikan bangunan yang ada sebagai situs cagar budaya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

Kamis, 15 November 2018 - 09:35 WIB

JPU: Reza Bukan permasalahkan penangkapannya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com