Sabtu, 17 November 2018 | 10:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Ratusan rumah di Tapsel Sumut terendam banjir

Kamis, 08 November 2018 - 14:55 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Ratusan rumah di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara kembali terendam banjir akibat Sungai Batangtoru dan Sungai Sangkunur meluap.

"Meluapnya kedua permukaan air sungai diakibatkan tingginya intensitas hujan," kata Kepala Desa Simataniari, Habibullah Harahap yang dihubungi dari Sipirok, Kamis (8/11).

Ia menjelaskan selain rumah warga, air juga merendam puluhan hektare lahan perkebunan dan lahan pertanian masyarakat di Dusun II Muara Pardomuan dan Dusun III Setia Budi Desa Simataniari. "Memang, sejak malam tadi hujan datang permukaan air mulai naik, masyarakat tetap bertahan karena hal ini sudah biasa dialami. Akan tetapi, siang ini ketinggian air terus bertambah ada yang mencapai kedalaman dua meter," terangnya, seperti dikutip dari Antara.

Kondisi yang semakin parah tersebut membuat sebagian warga terpaksa mengungsi mencari lokasi aman. 

Bahkan murid sekolah dasar (SD) Negeri Tindoan Laut dan siswa SMP Negeri (2) Angkola Sangkunur juga terpaksa diliburkan, karena sekolah mereka juga terendam.

Masyarakat, sebutnya berharap air cepat surut agar aktivitas warga dapat normal seperti biasa, dan anak-anak sekolah dapat kembali belajar seperti biasa.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan, Ilham Suhadi mengatakan pihaknya telah meluncur ke lokasi banjir. "Kita sudah monitoring kejadian  banjir Angkola Sangkunur melihat sejauh mana dan bagaimana kondisinya. Informasi sejauh ini belum diketahui apakah ada korban jiwa," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Ratusan rumah di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara kembali terendam banjir akibat Sungai Batangtoru dan Sungai Sangkunur meluap.

"Meluapnya kedua permukaan air sungai diakibatkan tingginya intensitas hujan," kata Kepala Desa Simataniari, Habibullah Harahap yang dihubungi dari Sipirok, Kamis (8/11).

Ia menjelaskan selain rumah warga, air juga merendam puluhan hektare lahan perkebunan dan lahan pertanian masyarakat di Dusun II Muara Pardomuan dan Dusun III Setia Budi Desa Simataniari. "Memang, sejak malam tadi hujan datang permukaan air mulai naik, masyarakat tetap bertahan karena hal ini sudah biasa dialami. Akan tetapi, siang ini ketinggian air terus bertambah ada yang mencapai kedalaman dua meter," terangnya, seperti dikutip dari Antara.

Kondisi yang semakin parah tersebut membuat sebagian warga terpaksa mengungsi mencari lokasi aman. 

Bahkan murid sekolah dasar (SD) Negeri Tindoan Laut dan siswa SMP Negeri (2) Angkola Sangkunur juga terpaksa diliburkan, karena sekolah mereka juga terendam.

Masyarakat, sebutnya berharap air cepat surut agar aktivitas warga dapat normal seperti biasa, dan anak-anak sekolah dapat kembali belajar seperti biasa.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan, Ilham Suhadi mengatakan pihaknya telah meluncur ke lokasi banjir. "Kita sudah monitoring kejadian  banjir Angkola Sangkunur melihat sejauh mana dan bagaimana kondisinya. Informasi sejauh ini belum diketahui apakah ada korban jiwa," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com