Rabu, 14 November 2018 | 19:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Presiden Jokowi terima juara dunia angkat besi 61 kg Eko Yuli

Kamis, 08 November 2018 - 14:21 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Presiden Jokowi, Menpora, dan Ketua Umum PB PABBSI mendampingi Eko Yuli menjawab wartawan, di Istana Merdeka, Jakata, Kamis (8/11) pagi. Sumber foto: https://bit.ly/2DbqTwm
Presiden Jokowi, Menpora, dan Ketua Umum PB PABBSI mendampingi Eko Yuli menjawab wartawan, di Istana Merdeka, Jakata, Kamis (8/11) pagi. Sumber foto: https://bit.ly/2DbqTwm

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Ketua Umum PB Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) menerima juara dunia angkat besi nomor 61 kilogram, Eko Yuli Irawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11) pagi.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi mengatakan, rakyat dan pemerintah bangga atas prestasi yang dicapai oleh Eko Yuli, yang menjadi juara dunia sekaligus pemegang rekor dunia angkat besi kelas 61 kg, dalam kejuaraan dunia angkat besi di Asghabat, Turkmenistan, pada Sabtu (3/11) lalu.

“Saya kira ini, prestasi-prestasi seperti ini kita harapkan terus berkesinambungan. Tidak hanya di angkat besi, di angkat berat saja, tetapi di cabang-cabang olahraga yang lainnya juga terpacu dari kemarin, melanjutkan prestasi yang telah diraih di Asian Games 2018,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Kamis siang.

Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah akan terus memberikan support melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) disamping PB PABBSI yang akan terus mengikuti dan mengikutkan atlet-atletnya dalam kompetisi-kompetisi, kejuaraan-kejuaraan yang ada di manapun. 

Mengenai kemungkinan pemberian bonus kepada Eko Yuli, Presiden Jokowi mengatakan, nantinya akan disampaikan. “Nanti, nanti saya sampaikan, kan baru saja datang, belum ngomong-ngomong,” ujar dia.

Dalam kejuaraan dunia angkat besi di Asghabat, Turkmenistan itu, lifter Indonesia Eko Yuli berhasil meraih medali emas kelas 61 kg. Ia juga berhasil memecahkan rekor dengan total angkatannya 317 kg dari 313 kg sebelumnya, dengan rincian angkatan clean and jerk 174 kg dan snatch 143 kg. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Ketua Umum PB Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) menerima juara dunia angkat besi nomor 61 kilogram, Eko Yuli Irawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11) pagi.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi mengatakan, rakyat dan pemerintah bangga atas prestasi yang dicapai oleh Eko Yuli, yang menjadi juara dunia sekaligus pemegang rekor dunia angkat besi kelas 61 kg, dalam kejuaraan dunia angkat besi di Asghabat, Turkmenistan, pada Sabtu (3/11) lalu.

“Saya kira ini, prestasi-prestasi seperti ini kita harapkan terus berkesinambungan. Tidak hanya di angkat besi, di angkat berat saja, tetapi di cabang-cabang olahraga yang lainnya juga terpacu dari kemarin, melanjutkan prestasi yang telah diraih di Asian Games 2018,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Kamis siang.

Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah akan terus memberikan support melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) disamping PB PABBSI yang akan terus mengikuti dan mengikutkan atlet-atletnya dalam kompetisi-kompetisi, kejuaraan-kejuaraan yang ada di manapun. 

Mengenai kemungkinan pemberian bonus kepada Eko Yuli, Presiden Jokowi mengatakan, nantinya akan disampaikan. “Nanti, nanti saya sampaikan, kan baru saja datang, belum ngomong-ngomong,” ujar dia.

Dalam kejuaraan dunia angkat besi di Asghabat, Turkmenistan itu, lifter Indonesia Eko Yuli berhasil meraih medali emas kelas 61 kg. Ia juga berhasil memecahkan rekor dengan total angkatannya 317 kg dari 313 kg sebelumnya, dengan rincian angkatan clean and jerk 174 kg dan snatch 143 kg. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com