Jumat, 16 November 2018 | 17:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 / Startup

Bagaimana artificial intelligence berperan dalam meningkatkan kualitas bisnis?

Kamis, 08 November 2018 - 16:12 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2Fa0gKy
Sumber foto: https://bit.ly/2Fa0gKy

Elshinta.com - Teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan semakin mewarnai perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini. Artificial Intelligence dikembangkan agar mampu mengerjakan, memahami dan mempelajari sendiri hal-hal yang kompleks, yang dipandang hanya bisa dilakukan dengan kecerdasan manusia. 

Menurut Gunawan Susanto mantan Presiden Direktur IBM Indonesia dalam wawancaranya dengan Inspigo, Artificial Intelligence atau cognititive computing berbeda dengan programmable computing, yang hanya diprogam untuk menjalankan perintah tertentu. Teknologi kecerdasan buatan ini menurutnya mampu mengerti (understand), reasoning (memberikan alasannya), dan learn (belajar). 

Salah satu pemanfaatan artificial intelligence pada bisnis online adalah penggunaan teknologi chatbot. Chatbot mulai populer sejak sekitar 10 tahun lalu ketika penetrasi aplikasi berbasis messaging seperti Line dan Whatsapp mulai tinggi. Penggunaan chatbot banyak diminati oleh perusahaan besar untuk melayani pengguna yang banyak jumlahnya secara lebih cepat dan efisien. 

Menurut Irzan Raditya CEO Kata.ai, sebuah perusahaan yang fokus pada pengembangan solusi berbasis AI yang dikutip dari dailysocial.id, chatbot menawarkan berbagai keunggulan. “Pada dasarnya chatbot menawarkan berbagai keunggulan. Di antaranya pengguna tidak perlu lagi mencari supplier, menghubungi mereka, memeriksa ketersediaan dan pembayaran rincian. Semua akan distimulasikan oleh respons spesifik berdasarkan pertanyaan yang dikirim,” kata Irzan.

Baca juga: Inilah tren ecommerce yang akan semakin marak di tahun 2019

Machine learning yang menjadi salah satu landasan teknologi pada chatbot berperan dalam membuat program yang dapat mengenali pola-pola pelanggan. Sementara Natural Language Processing (NLP) yang kerap dipadukan dengan artificial intelligence berperan penting dalam memahami bahasa yang biasa digunakan oleh pengguna. 

Kata.ai sendiri merupakan satu dari beberapa platform chatbot yang ada di Indonesia. Seperti yang dikutip dari situs resminya, startup ini membantu perusahaan untk mengintegrasikan teknologi artificial intelligence ke dalam kegiatan bisnis dan usaha, memastikan proses bisnis yang efektif dan efisien dengan bantuan chatbot. 

Beberapa produk chatbot buatan Kata.ai yang telah dipakai oleh perusahaan besar tanah air seperti chatbot bernama Sabrina untuk Bank BRI dan Shalma untuk perusahaan ritel, Alfamart. Kedua chatbot ini memiliki fungsi yang hampir sama, sebagai asisten virtual yang membantu melayani pelanggan. 

Dikutip dari Tech in Asia, chatbot Sabrina mampu membantu pengguna menemukan lokasi kantor cabang BRI terdekat, serta menangani keluhan teknis yang dialami nasabah. Sementara Shalma dikembangkan untuk menarik perhatian konsumen retail melalui penawaran beragam promo menarik.

Saat ini, penggunaan AI masih banyak dilakukan pada sektor layanan pelanggan. Namun, potensi penggunaan AI sesungguhnya akan lebih besar daripada itu. Artificial intelligence dapat dikembangkan untuk membuat rekomendasi-rekomendasi tertentu berdasarkan data historis yang ada. Beberapa ecommerce di luar negeri, penggunaan AI bahkan sudah mampu memberikan rekomendasi produk yang dicari berdasarkan gambar atau foto, tidak dengan kata-kata atau keyword yang selama ini dipakai. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Megapolitan | 16 November 2018 - 16:27 WIB

Sudinhub Jakpus tuntaskan titik macet pada 2019

Elshinta.com - Teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan semakin mewarnai perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini. Artificial Intelligence dikembangkan agar mampu mengerjakan, memahami dan mempelajari sendiri hal-hal yang kompleks, yang dipandang hanya bisa dilakukan dengan kecerdasan manusia. 

Menurut Gunawan Susanto mantan Presiden Direktur IBM Indonesia dalam wawancaranya dengan Inspigo, Artificial Intelligence atau cognititive computing berbeda dengan programmable computing, yang hanya diprogam untuk menjalankan perintah tertentu. Teknologi kecerdasan buatan ini menurutnya mampu mengerti (understand), reasoning (memberikan alasannya), dan learn (belajar). 

Salah satu pemanfaatan artificial intelligence pada bisnis online adalah penggunaan teknologi chatbot. Chatbot mulai populer sejak sekitar 10 tahun lalu ketika penetrasi aplikasi berbasis messaging seperti Line dan Whatsapp mulai tinggi. Penggunaan chatbot banyak diminati oleh perusahaan besar untuk melayani pengguna yang banyak jumlahnya secara lebih cepat dan efisien. 

Menurut Irzan Raditya CEO Kata.ai, sebuah perusahaan yang fokus pada pengembangan solusi berbasis AI yang dikutip dari dailysocial.id, chatbot menawarkan berbagai keunggulan. “Pada dasarnya chatbot menawarkan berbagai keunggulan. Di antaranya pengguna tidak perlu lagi mencari supplier, menghubungi mereka, memeriksa ketersediaan dan pembayaran rincian. Semua akan distimulasikan oleh respons spesifik berdasarkan pertanyaan yang dikirim,” kata Irzan.

Baca juga: Inilah tren ecommerce yang akan semakin marak di tahun 2019

Machine learning yang menjadi salah satu landasan teknologi pada chatbot berperan dalam membuat program yang dapat mengenali pola-pola pelanggan. Sementara Natural Language Processing (NLP) yang kerap dipadukan dengan artificial intelligence berperan penting dalam memahami bahasa yang biasa digunakan oleh pengguna. 

Kata.ai sendiri merupakan satu dari beberapa platform chatbot yang ada di Indonesia. Seperti yang dikutip dari situs resminya, startup ini membantu perusahaan untk mengintegrasikan teknologi artificial intelligence ke dalam kegiatan bisnis dan usaha, memastikan proses bisnis yang efektif dan efisien dengan bantuan chatbot. 

Beberapa produk chatbot buatan Kata.ai yang telah dipakai oleh perusahaan besar tanah air seperti chatbot bernama Sabrina untuk Bank BRI dan Shalma untuk perusahaan ritel, Alfamart. Kedua chatbot ini memiliki fungsi yang hampir sama, sebagai asisten virtual yang membantu melayani pelanggan. 

Dikutip dari Tech in Asia, chatbot Sabrina mampu membantu pengguna menemukan lokasi kantor cabang BRI terdekat, serta menangani keluhan teknis yang dialami nasabah. Sementara Shalma dikembangkan untuk menarik perhatian konsumen retail melalui penawaran beragam promo menarik.

Saat ini, penggunaan AI masih banyak dilakukan pada sektor layanan pelanggan. Namun, potensi penggunaan AI sesungguhnya akan lebih besar daripada itu. Artificial intelligence dapat dikembangkan untuk membuat rekomendasi-rekomendasi tertentu berdasarkan data historis yang ada. Beberapa ecommerce di luar negeri, penggunaan AI bahkan sudah mampu memberikan rekomendasi produk yang dicari berdasarkan gambar atau foto, tidak dengan kata-kata atau keyword yang selama ini dipakai. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com