Rabu, 14 November 2018 | 19:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

KPK tanggapi bantahan Imigrasi pelarian Eddy Sindoro

Kamis, 08 November 2018 - 18:06 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
KPK tanggapi bantahan imigrasi bantu pelarian Eddy Sindoro. Sumber foto: https://bit.ly/2SS2otk
KPK tanggapi bantahan imigrasi bantu pelarian Eddy Sindoro. Sumber foto: https://bit.ly/2SS2otk

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pihak Ditjen Imigrasi yang membantah bahwa pegawainya terlibat membantu pelarian mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro.

"Kami membaca informasi bahwa pihak imigrasi membantah keterlibatan salah satu pegawainya yang namanya muncul pada dakwaan terhadap Lucas," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (8/11).

Lucas merupakan seorang pengacara yang menyarankan Eddy melepas status warga negara Indonesia untuk membuat paspor negara lain, yaitu agar lepas dari jerat hukum sejak Eddy ditetapkan sebagai tersangka pada 21 November 2016.

Lebih lanjut, Febri menyatakan bahwa dalam proses penyidikan di KPK, petugas imigrasi itu telah diperiksa dalam proses penyidikan di KPK dan mengembalikan uang Rp30 juta yang diduga diterima sebelumnya terkait dengan perkara ini. Pengembalian tersebut, ungkap Febri, masuk sebagai salah satu bukti di mana nantinya pada persidangan akan dibuka bersamaan dengan bukti-bukti lainnya.

Dalam dakwaan terhadap Lucas, diketahui petugas imigrasi itu bernama Andi Sofyar.

Andi juga pernah diperiksa oleh KPK pada 4 Oktober 2018 sebagai saksi untuk tersangka Lucas saat itu dalam proses penyidikan kasus menghalangi penyidikan perkara suap pengajuan Peninjauan Kembali (PK) pada PN Jakarta Pusat dengan tersangka Eddy Sindoro (ESI), demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pihak Ditjen Imigrasi yang membantah bahwa pegawainya terlibat membantu pelarian mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro.

"Kami membaca informasi bahwa pihak imigrasi membantah keterlibatan salah satu pegawainya yang namanya muncul pada dakwaan terhadap Lucas," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (8/11).

Lucas merupakan seorang pengacara yang menyarankan Eddy melepas status warga negara Indonesia untuk membuat paspor negara lain, yaitu agar lepas dari jerat hukum sejak Eddy ditetapkan sebagai tersangka pada 21 November 2016.

Lebih lanjut, Febri menyatakan bahwa dalam proses penyidikan di KPK, petugas imigrasi itu telah diperiksa dalam proses penyidikan di KPK dan mengembalikan uang Rp30 juta yang diduga diterima sebelumnya terkait dengan perkara ini. Pengembalian tersebut, ungkap Febri, masuk sebagai salah satu bukti di mana nantinya pada persidangan akan dibuka bersamaan dengan bukti-bukti lainnya.

Dalam dakwaan terhadap Lucas, diketahui petugas imigrasi itu bernama Andi Sofyar.

Andi juga pernah diperiksa oleh KPK pada 4 Oktober 2018 sebagai saksi untuk tersangka Lucas saat itu dalam proses penyidikan kasus menghalangi penyidikan perkara suap pengajuan Peninjauan Kembali (PK) pada PN Jakarta Pusat dengan tersangka Eddy Sindoro (ESI), demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com