Oknum polisi miliki narkoba dituntut penjara
Kamis, 08 November 2018 - 18:16 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RF32Ja

Elshinta.com - Seorang oknum anggota polisi yang tertangkap tangan membawa enam paket narkoba golongan satu bukan tanaman jenis sabu-sabu dituntut satu tahun dan enam bulan penjara oleh JPU Kejati Maluku Secretchil Penturi.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa Nofrizal Abdulazis Hukom (35) terbukti bersalah melanggar pasal 127 ayat (1) huruf A Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata JPU di Ambon, Kamis (8/11).

Tuntutan tersebut disampaikan dalam persidangan yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, Christina Tetelepta didampingi RA Didi Ismiatun dan Leo Sukarno selaku hakim anggota.

Yang memberatkan terdakwa dituntut penajara, karena terdakwa adalah anggota Polri dan tidak membantu program pemerintah dalam memberantas narkotika dan obat-obatan terlarang.

Sedangkan yang meringankan terdakwa adalah, ia berlaku sopan serta tidak berbelit-belit dalam persidangan dan belum pernah dihukum.

Menyatakan barang bukti berupa satu paket sabu yang dikemas menggunakan plastik clem bening yang dibalut tisu warna putih dan lima paket sabu yang disimpan dalam plastik bening dan disimpan dalam dompet ditambah lima lembar resi bukti transfer dirampas untuk dimusnahkan.

Terdakwa ditangkap saksi Lany Sudaryanto dan rekan-rekannya dari Ditresnarkoba Polda Maluku pada Minggu, (6/5) 2018 lalu di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon).

Penangkapan oknum anggota Polri ini dilakukan saksi setelah menerima informasi dari informan mereka bahwa ada dugaan tindak pidana narkotika yang dilakukan terdakwa.

Ketika berlangsung penangkapan, saksi hanya menemukan satu paket sabu dan setelah dilakukan pengembangan pemeriksaan, ternyata masih ada lima paket sabu lagi yang disimpan terdakwa di dalam dompetnya.

Terdakwa mengaku mendapatkan enam paket sabu tersebut dari seorang rekan polisi lainnya bernama Irsal Atamimi.

Majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan penasihat hukumnya Abdusyukur Kaliki dan Hendra Musaad, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 18:11 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi...
Selasa, 23 April 2019 - 12:24 WIB
Elshinta.com - Seorang mahasiswi berinisial DVK (18) warga Kelurahan Sidomulyo Kecamatan T...
Sabtu, 20 April 2019 - 07:26 WIB
Elshinta.com - Polsek Sawah Besar telah melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV dan sa...
Sabtu, 20 April 2019 - 07:14 WIB
Elshinta.com - Seorang wanita yang diketahui bernama Indrawati Cipta (46) ditemukan tewas ...
Jumat, 19 April 2019 - 07:26 WIB
Elshinta.com - Polda Jambi masih terus mendalami kasus pembakaran 15 kotak suara DPRD Kota...
Kamis, 18 April 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Kapolda Aceh Irjen Pol. Rio S. Djambak mengunjungi Pos TNI AL Pusong, Kota ...
Sabtu, 13 April 2019 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Dua terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi Budi Hartanto (28), AS (sebelumnya di...
Jumat, 12 April 2019 - 20:34 WIB
Elshinta.com - Setelah melalui proses pemeriksaan oleh tim Forensik Polda Jawa Timur, potongan ...
Jumat, 12 April 2019 - 15:52 WIB
Elshinta.com - Polda Jawa Timur berhasil menangkap dua pelaku terkait kasus pembunuhan dan...
Kamis, 11 April 2019 - 10:23 WIB
Elshinta.com - Tiga dari 12 siswi SMA yang diduga sebagai pelaku perundungan terhadap Aud ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)