Rabu, 14 November 2018 | 19:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Oknum polisi miliki narkoba dituntut penjara

Kamis, 08 November 2018 - 18:16 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RF32Ja
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RF32Ja

Elshinta.com - Seorang oknum anggota polisi yang tertangkap tangan membawa enam paket narkoba golongan satu bukan tanaman jenis sabu-sabu dituntut satu tahun dan enam bulan penjara oleh JPU Kejati Maluku Secretchil Penturi.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa Nofrizal Abdulazis Hukom (35) terbukti bersalah melanggar pasal 127 ayat (1) huruf A Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata JPU di Ambon, Kamis (8/11).

Tuntutan tersebut disampaikan dalam persidangan yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, Christina Tetelepta didampingi RA Didi Ismiatun dan Leo Sukarno selaku hakim anggota.

Yang memberatkan terdakwa dituntut penajara, karena terdakwa adalah anggota Polri dan tidak membantu program pemerintah dalam memberantas narkotika dan obat-obatan terlarang.

Sedangkan yang meringankan terdakwa adalah, ia berlaku sopan serta tidak berbelit-belit dalam persidangan dan belum pernah dihukum.

Menyatakan barang bukti berupa satu paket sabu yang dikemas menggunakan plastik clem bening yang dibalut tisu warna putih dan lima paket sabu yang disimpan dalam plastik bening dan disimpan dalam dompet ditambah lima lembar resi bukti transfer dirampas untuk dimusnahkan.

Terdakwa ditangkap saksi Lany Sudaryanto dan rekan-rekannya dari Ditresnarkoba Polda Maluku pada Minggu, (6/5) 2018 lalu di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon).

Penangkapan oknum anggota Polri ini dilakukan saksi setelah menerima informasi dari informan mereka bahwa ada dugaan tindak pidana narkotika yang dilakukan terdakwa.

Ketika berlangsung penangkapan, saksi hanya menemukan satu paket sabu dan setelah dilakukan pengembangan pemeriksaan, ternyata masih ada lima paket sabu lagi yang disimpan terdakwa di dalam dompetnya.

Terdakwa mengaku mendapatkan enam paket sabu tersebut dari seorang rekan polisi lainnya bernama Irsal Atamimi.

Majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan penasihat hukumnya Abdusyukur Kaliki dan Hendra Musaad, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Seorang oknum anggota polisi yang tertangkap tangan membawa enam paket narkoba golongan satu bukan tanaman jenis sabu-sabu dituntut satu tahun dan enam bulan penjara oleh JPU Kejati Maluku Secretchil Penturi.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa Nofrizal Abdulazis Hukom (35) terbukti bersalah melanggar pasal 127 ayat (1) huruf A Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata JPU di Ambon, Kamis (8/11).

Tuntutan tersebut disampaikan dalam persidangan yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, Christina Tetelepta didampingi RA Didi Ismiatun dan Leo Sukarno selaku hakim anggota.

Yang memberatkan terdakwa dituntut penajara, karena terdakwa adalah anggota Polri dan tidak membantu program pemerintah dalam memberantas narkotika dan obat-obatan terlarang.

Sedangkan yang meringankan terdakwa adalah, ia berlaku sopan serta tidak berbelit-belit dalam persidangan dan belum pernah dihukum.

Menyatakan barang bukti berupa satu paket sabu yang dikemas menggunakan plastik clem bening yang dibalut tisu warna putih dan lima paket sabu yang disimpan dalam plastik bening dan disimpan dalam dompet ditambah lima lembar resi bukti transfer dirampas untuk dimusnahkan.

Terdakwa ditangkap saksi Lany Sudaryanto dan rekan-rekannya dari Ditresnarkoba Polda Maluku pada Minggu, (6/5) 2018 lalu di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon).

Penangkapan oknum anggota Polri ini dilakukan saksi setelah menerima informasi dari informan mereka bahwa ada dugaan tindak pidana narkotika yang dilakukan terdakwa.

Ketika berlangsung penangkapan, saksi hanya menemukan satu paket sabu dan setelah dilakukan pengembangan pemeriksaan, ternyata masih ada lima paket sabu lagi yang disimpan terdakwa di dalam dompetnya.

Terdakwa mengaku mendapatkan enam paket sabu tersebut dari seorang rekan polisi lainnya bernama Irsal Atamimi.

Majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan penasihat hukumnya Abdusyukur Kaliki dan Hendra Musaad, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Rabu, 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Rabu, 14 November 2018 - 17:31 WIB

Polres Serang berhasil lumpuhkan dua perampok

Rabu, 14 November 2018 - 16:05 WIB

Korban banjir di Pangandaran masih mengungsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com