Rabu, 14 November 2018 | 19:18 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Naik delman alternatif angkutan warga saat banjir

Kamis, 08 November 2018 - 18:27 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Banjir membuat pendapatan kusir delman naik tiga kali lipat. Sumber foto:https: //bit.ly/2RHyTZP
Banjir membuat pendapatan kusir delman naik tiga kali lipat. Sumber foto:https: //bit.ly/2RHyTZP

Elshinta.com - Para penarik delman yang biasa mangkal di Jalan Dayeuhkolot meningkat pendapatan dibanding hari biasanya, saat banjir melanda kawasan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Para penarik delman yang sehari-hari mangkal di Pasar Dayeuhkolot bergeser ke arah wilayah terdampak banjir seperti ke Jalan Andir-Ciputat.

Saat banjir melanda, mereka mampu menarik hingga delapan kali terutama saat jam pergi dan pulang kerja.

"Banyak yang naik delman, meski kejadian banjir ini tidak diharapkan," ujar salah satu penarik delman, Ujang Koswara, Kamis (8/11).

Ujang mengatakan, banjir tiap tahunnya selalu menggenangi wilayah Andir terutama saat musim penghujan. Karena lokasinya dekat dengan bantaran Sungai Citarum, kerap kali membawa material lumpur 3-5 cm.

Lumpur ini merupakan bekas dari pengerukan sungai Citarum yang masih tersisa. Saat hujan pada Rabu sore hingga malam membuat sisa pengerukan itu terbawa air dan menjadi lumpur.

Akibat adanya lumpur tebal membuat akses jalan sulit untuk dilalui oleh pejalan kaki. Pengendara motor pun memilih untuk mencari jalur alternatif daripada harus memaksakan melintasi genangan lumpur. Satu-satunya akses hanya bisa menggunakan delman.

"Satu kali narik Rp5.000, tapi itu pun hanya sampai ke beberapa wilayah, soalnya kalau terus ke dalam ke daerah Ciputat, banjir sampe betis orang dewasa," kata dia, dikutip Antara.

Setelah dirasa akses jalan sudah tidak bisa lagi dilewati oleh delman, maka warga kemudian bisa melanjutkan perjalanan menggunakan perahu kayu.

Satu perahu kayu mampu menampung enam hingga delapan orang. Untuk satu kali perjalanan mereka harus membayar Rp3.000 ke lokasi yang akan dituju.

Siti mengatakan, banjir saat ini memang belum sebesar seperti pada awal tahun 2018. Namun genangan diprediksi akan terus meninggi seiring baru mulainya musim penghujan.

Ia pun menagih janji pemerintah daerah dan pusat dalam upaya menyelesaikan masalah banjir Citarum ini.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Para penarik delman yang biasa mangkal di Jalan Dayeuhkolot meningkat pendapatan dibanding hari biasanya, saat banjir melanda kawasan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Para penarik delman yang sehari-hari mangkal di Pasar Dayeuhkolot bergeser ke arah wilayah terdampak banjir seperti ke Jalan Andir-Ciputat.

Saat banjir melanda, mereka mampu menarik hingga delapan kali terutama saat jam pergi dan pulang kerja.

"Banyak yang naik delman, meski kejadian banjir ini tidak diharapkan," ujar salah satu penarik delman, Ujang Koswara, Kamis (8/11).

Ujang mengatakan, banjir tiap tahunnya selalu menggenangi wilayah Andir terutama saat musim penghujan. Karena lokasinya dekat dengan bantaran Sungai Citarum, kerap kali membawa material lumpur 3-5 cm.

Lumpur ini merupakan bekas dari pengerukan sungai Citarum yang masih tersisa. Saat hujan pada Rabu sore hingga malam membuat sisa pengerukan itu terbawa air dan menjadi lumpur.

Akibat adanya lumpur tebal membuat akses jalan sulit untuk dilalui oleh pejalan kaki. Pengendara motor pun memilih untuk mencari jalur alternatif daripada harus memaksakan melintasi genangan lumpur. Satu-satunya akses hanya bisa menggunakan delman.

"Satu kali narik Rp5.000, tapi itu pun hanya sampai ke beberapa wilayah, soalnya kalau terus ke dalam ke daerah Ciputat, banjir sampe betis orang dewasa," kata dia, dikutip Antara.

Setelah dirasa akses jalan sudah tidak bisa lagi dilewati oleh delman, maka warga kemudian bisa melanjutkan perjalanan menggunakan perahu kayu.

Satu perahu kayu mampu menampung enam hingga delapan orang. Untuk satu kali perjalanan mereka harus membayar Rp3.000 ke lokasi yang akan dituju.

Siti mengatakan, banjir saat ini memang belum sebesar seperti pada awal tahun 2018. Namun genangan diprediksi akan terus meninggi seiring baru mulainya musim penghujan.

Ia pun menagih janji pemerintah daerah dan pusat dalam upaya menyelesaikan masalah banjir Citarum ini.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com