Naik delman alternatif angkutan warga saat banjir
Kamis, 08 November 2018 - 18:27 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Dewi Rusiana
Banjir membuat pendapatan kusir delman naik tiga kali lipat. Sumber foto:https: //bit.ly/2RHyTZP

Elshinta.com - Para penarik delman yang biasa mangkal di Jalan Dayeuhkolot meningkat pendapatan dibanding hari biasanya, saat banjir melanda kawasan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Para penarik delman yang sehari-hari mangkal di Pasar Dayeuhkolot bergeser ke arah wilayah terdampak banjir seperti ke Jalan Andir-Ciputat.

Saat banjir melanda, mereka mampu menarik hingga delapan kali terutama saat jam pergi dan pulang kerja.

"Banyak yang naik delman, meski kejadian banjir ini tidak diharapkan," ujar salah satu penarik delman, Ujang Koswara, Kamis (8/11).

Ujang mengatakan, banjir tiap tahunnya selalu menggenangi wilayah Andir terutama saat musim penghujan. Karena lokasinya dekat dengan bantaran Sungai Citarum, kerap kali membawa material lumpur 3-5 cm.

Lumpur ini merupakan bekas dari pengerukan sungai Citarum yang masih tersisa. Saat hujan pada Rabu sore hingga malam membuat sisa pengerukan itu terbawa air dan menjadi lumpur.

Akibat adanya lumpur tebal membuat akses jalan sulit untuk dilalui oleh pejalan kaki. Pengendara motor pun memilih untuk mencari jalur alternatif daripada harus memaksakan melintasi genangan lumpur. Satu-satunya akses hanya bisa menggunakan delman.

"Satu kali narik Rp5.000, tapi itu pun hanya sampai ke beberapa wilayah, soalnya kalau terus ke dalam ke daerah Ciputat, banjir sampe betis orang dewasa," kata dia, dikutip Antara.

Setelah dirasa akses jalan sudah tidak bisa lagi dilewati oleh delman, maka warga kemudian bisa melanjutkan perjalanan menggunakan perahu kayu.

Satu perahu kayu mampu menampung enam hingga delapan orang. Untuk satu kali perjalanan mereka harus membayar Rp3.000 ke lokasi yang akan dituju.

Siti mengatakan, banjir saat ini memang belum sebesar seperti pada awal tahun 2018. Namun genangan diprediksi akan terus meninggi seiring baru mulainya musim penghujan.

Ia pun menagih janji pemerintah daerah dan pusat dalam upaya menyelesaikan masalah banjir Citarum ini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 19:44 WIB
Elshinta.com - Wartawan atau awak media merupakan mitra strategis dalam penanggulangan ben...
Kamis, 25 April 2019 - 19:31 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya yang diucapkan di Gedung MK Jak...
Kamis, 25 April 2019 - 19:17 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menambah kapal patroli, guna mengoptimal...
Kamis, 25 April 2019 - 18:15 WIB
Elshinta.com - Kepala kepolisian Resor (Kapolres) Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy memimpin pel...
Kamis, 25 April 2019 - 17:27 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Resor Majalengka, Jawa Barat melaksanakan pembinaan rohani dan mental...
Kamis, 25 April 2019 - 17:19 WIB
Elshinta.com - Aliansi Pekerja Buruh Daerah (APBD) Sumatera Utara meminta Presiden RI dan ...
Kamis, 25 April 2019 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Sejumlah ormas Islan di Kota Depok mendukung protes Pemkot Depok kepada Komisi P...
Kamis, 25 April 2019 - 16:48 WIB
Elshinta.com - Hingga Kamis (25/4) sore, pukul 16:30:05 WIB, data yang masuk di Sistem Informas...
Kamis, 25 April 2019 - 16:45 WIB
Elshinta.com - Menyambut bulan suci Ramadan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menggelar pr...
Kamis, 25 April 2019 - 16:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, agar pengerjaan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)