Rabu, 14 November 2018 | 19:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Harga elpiji subsidi di Jawai Rp28 ribu/tabung

Kamis, 08 November 2018 - 19:07 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Sigit Kurniawan
Gas elpiji 3 kg. Sumber foto: https://bit.ly/2JMH6ZT
Gas elpiji 3 kg. Sumber foto: https://bit.ly/2JMH6ZT

Elshinta.com - Harga jual elpiji subsidi di Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Kalbar, mencapai Rp28 ribu per tabung atau jauh di atas harga eceran tertingi (HET) yang telah ditentukan.

Andriansyah salah seorang warga Jawai Selatan, saat dihubungi, Kamis (8/11), mengeluhkan tingginya harga jual elpiji subsidi di tingkat pengecer di daerah mereka, bahkan bisa mencapai Rp28 ribu per tabungnya.

"Kami juga mensinyalir, tingginya harga elpiji subsidi karena banyak dibeli oleh oknum yang ingin mencari keuntungan, sehingga stok elpiji di pangkalan menjadi cepat habis," katanya.

Menurutnya, padahal di pangkalan elpiji di daerahnya tiga kali mendapat pasokan dalam seminggu. Tetapi begitu tiba, tidak lama kemudian elpiji tersebut sudah habis terjual, sehingga masyarakat tidak kebagian.

"Pasokan elpiji tersebut, biasanya tiba di pangkalan pada malam hari, sehingga begitu paginya elpiji tersebut sudah habis terjual," keluhnya.

Sehingga, pihaknya terpaksa membeli elpiji subsidi tersebut di tingkat pengecer tidak resmi, seperti warung-warung yang menjual sembako, tetapi juga menjual elpiji tiga kilogram tersebut, yang harganya bisa mencapai Rp28 ribu per tabung.

"Kami berharap pemerintah atau instansi terkait menindak tegas kalau pemilik pangkalan elpiji itu menyalahi aturan, sehingga permasalahan ini tidak terus berlanjut dan tidak merugikan masyarakat banyak," katanya.

Sementara itu, Executive Elpiji PT Pertamina Pontianak, Sandy Rahadian menyatakan, terkait tingginya harga jual elpiji di tingkat pengecer seperti kasus di Jawai Selatan, dikarenakan biaya angkut dari `supply point` atau titik persediaan, untuk pengangkutan ke Jawai dikirim melalui transportasi darat kemudian melalui sungai dan melalui darat kembali.

"Sehingga ongkos angkut menjadi meningkat. Ditambah lagi oknum yang mengambil keuntungan dalam kegiatan tersebut," ujar dia.

Ke depan Pertamina akan melaksanakan penambahan alokasi dan titik penyebaran pangkalan agar stok elpiji stabilitas sehingga harga dapat terjaga.

Ia juga berharap, hal tersebut didukung oleh pemerintah kabupaten setempat untuk pengaturan harga eceran tertinggi (HET) khususnya di wilayah yang jangkauannya di atas 60 kilometer dari supply point tersebut, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Harga jual elpiji subsidi di Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Kalbar, mencapai Rp28 ribu per tabung atau jauh di atas harga eceran tertingi (HET) yang telah ditentukan.

Andriansyah salah seorang warga Jawai Selatan, saat dihubungi, Kamis (8/11), mengeluhkan tingginya harga jual elpiji subsidi di tingkat pengecer di daerah mereka, bahkan bisa mencapai Rp28 ribu per tabungnya.

"Kami juga mensinyalir, tingginya harga elpiji subsidi karena banyak dibeli oleh oknum yang ingin mencari keuntungan, sehingga stok elpiji di pangkalan menjadi cepat habis," katanya.

Menurutnya, padahal di pangkalan elpiji di daerahnya tiga kali mendapat pasokan dalam seminggu. Tetapi begitu tiba, tidak lama kemudian elpiji tersebut sudah habis terjual, sehingga masyarakat tidak kebagian.

"Pasokan elpiji tersebut, biasanya tiba di pangkalan pada malam hari, sehingga begitu paginya elpiji tersebut sudah habis terjual," keluhnya.

Sehingga, pihaknya terpaksa membeli elpiji subsidi tersebut di tingkat pengecer tidak resmi, seperti warung-warung yang menjual sembako, tetapi juga menjual elpiji tiga kilogram tersebut, yang harganya bisa mencapai Rp28 ribu per tabung.

"Kami berharap pemerintah atau instansi terkait menindak tegas kalau pemilik pangkalan elpiji itu menyalahi aturan, sehingga permasalahan ini tidak terus berlanjut dan tidak merugikan masyarakat banyak," katanya.

Sementara itu, Executive Elpiji PT Pertamina Pontianak, Sandy Rahadian menyatakan, terkait tingginya harga jual elpiji di tingkat pengecer seperti kasus di Jawai Selatan, dikarenakan biaya angkut dari `supply point` atau titik persediaan, untuk pengangkutan ke Jawai dikirim melalui transportasi darat kemudian melalui sungai dan melalui darat kembali.

"Sehingga ongkos angkut menjadi meningkat. Ditambah lagi oknum yang mengambil keuntungan dalam kegiatan tersebut," ujar dia.

Ke depan Pertamina akan melaksanakan penambahan alokasi dan titik penyebaran pangkalan agar stok elpiji stabilitas sehingga harga dapat terjaga.

Ia juga berharap, hal tersebut didukung oleh pemerintah kabupaten setempat untuk pengaturan harga eceran tertinggi (HET) khususnya di wilayah yang jangkauannya di atas 60 kilometer dari supply point tersebut, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com