Polda tunggu laporan kasus perkosaan mahasiswi UGM
Kamis, 08 November 2018 - 20:57 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MwCHz4

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunggu laporan untuk menangani kasus perkosaan yang menimpa salah satu mahasiswi Universitas Gadjah Mada saat menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku pada 2017.

"Pelecehan seksual itu memang bukan delik aduan, tetapi yang bersangkutan (korban) harus melapor karena kalau tidak melapor bisa saja dia tidak merasa dirugikan," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yulianto di Yogyakarta, Kamis (8/11).

Yulianto mengatakan hingga saat ini Polda DIY belum menerima laporan terkait kasus yang terjadi pada 2017. "Saya cek belum ada (laporan)," kata dia.

Menurut dia, meski bukan delik aduan, untuk menindak kasus pelecehan seksual yang terjadi pada tahun lalu itu tetap dibutuhkan berbagai data mengenai peristiwa dan siapa saja saksi-saksi saat kejadian. Data-data itu pula yang menurut dia, bisa menjadi dasar kepolisian untuk bergerak dan melakukan pemanggilan.

"Untuk menindak kasus itu harus memuat form-form segala macam mengenai kejadian dan siapa-siapa saksinya. Nah orang-orang yang mengetahui peristiwa itu mesti melapor apakah temannya, atau keluarganya," kata Yulianto, dikutip Antara.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Fisipol UGM berinisial AN diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh sesama rekan KKN berinisial HS, mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2014.

Peristiwa ini terjadi saat mahasiswi angkatan 2014 ini mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku pertengahan tahun 2017 lalu. Peristiwa itu diungkap oleh Balairung Press (Badan Pers Mahasiswa UGM) melalui laporan yang diunggah pada 5 November 2018.

Kabid Humas dan Protokol UGM Iva Ariani melalui keterangan tertulisnya menyatakan pihak UGM telah membentuk Tim Investigasi atas kasus itu dan akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 19 Januari 2019 - 08:27 WIB
Elshinta.com - Pihak kepolisian masih menyelidiki terkait penemuan tengkorak dan tulang-be...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 08:14 WIB
Elshinta.com - Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengamankan jaringan peng...
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:09 WIB
Elshinta.com - Pihak kepolisian peringatkan terduga pelaku pembunuhan wanita yang mayatnya...
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:27 WIB
Elshinta.com - Satu dari dua tersangka kasus penyelundupan batu antimoni ilegal bernama Sa...
Kamis, 17 Januari 2019 - 19:34 WIB
Elshinta.com - Aparat Polresta Tangerang, Banten, memburu bandar narkotika jenis sabu-sabu...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:09 WIB
Elshinta.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti memint...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:43 WIB
Elshinta.com - Polsek Metro Tanah Abang Jakarta Pusat menangkap tiga provokator biang keri...
Kamis, 17 Januari 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Warga Gaplek, Pamulang, Tangerang Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:37 WIB
Elshinta.com -Seorang remaja di Kabupaten Kediri memiliki ‘hobi’ meremas payudara g...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:28 WIB
Elshinta.com -Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau menyita ribuan produk ilegal berupa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/usr/lib/php/20151012/apc.so' - /usr/lib/php/20151012/apc.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: