Kamis, 15 November 2018 | 12:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BNN Batang rehabilitasi 250 pecandu narkoba

Kamis, 08 November 2018 - 20:37 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AStcCC
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AStcCC

Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batang, Jawa Tengah, selama Januari hingga awal November 2018 telah merehabilitasi sebanyak 250 pecandu narkotika dan obat berbahaya.

Demikian disampaikan Kepala BNN Kabupaten Batang, Teguh Budi Santosa di Batang, Kamis (8/11).

Ia mengatakan bahwa para pecandu narkoba yang direhabilitasi tersebut akan mendapatkan terapi serta pembinaan hidup sehat dan keterampilan dengan memberikan peluang pekerjaan seperti bertani dan pemberian modal usaha.

Ia yang didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Andi mengatakan BNN memiliki kewajiban membina menangani mengawasi bagi pecandu yang sudah direhabilitasi agar mereka berfungsi kembali sebagaimana masyarakat yang sehat.

Menurutnya, para pecandu yang sudah rehabilitasi ini, belum sepenuhnya akan menjadikan mereka sehat atau tidak bergantung lagi pada narkoba namun hanya sebatas memulihkan saja.

"Oleh karena, untuk mengalihkan para pecandu dari ketergantungan narkoba ini maka kami memberikan bekal ketrampilan usaha agar mereka dapat menyibukkan diri dengan kegiatan usahanya seperti bertani dan berwiraswasta," katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan selama pecandu narkoba dan korban penyalahgunaan narkotika ini mau melaporkan diri dan menjalani rehabilitasi maka tidak akan dihukum karena pada pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika menyebutkan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Menurut dia, untuk rujukan pecandu narkoba, BNN sudah melakukan kerja sama dengan sejumlah rumah sakit atau klinik antara lain Rumah Sakit QIM, RSUD Kalisari Batang, Klinik Sehat Mandiri BNN, Klinik Bhaitul Ikhsan Gringsing, Klinik Medis Center Limpung, dan Puskesmas Bandar I.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batang, Jawa Tengah, selama Januari hingga awal November 2018 telah merehabilitasi sebanyak 250 pecandu narkotika dan obat berbahaya.

Demikian disampaikan Kepala BNN Kabupaten Batang, Teguh Budi Santosa di Batang, Kamis (8/11).

Ia mengatakan bahwa para pecandu narkoba yang direhabilitasi tersebut akan mendapatkan terapi serta pembinaan hidup sehat dan keterampilan dengan memberikan peluang pekerjaan seperti bertani dan pemberian modal usaha.

Ia yang didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Andi mengatakan BNN memiliki kewajiban membina menangani mengawasi bagi pecandu yang sudah direhabilitasi agar mereka berfungsi kembali sebagaimana masyarakat yang sehat.

Menurutnya, para pecandu yang sudah rehabilitasi ini, belum sepenuhnya akan menjadikan mereka sehat atau tidak bergantung lagi pada narkoba namun hanya sebatas memulihkan saja.

"Oleh karena, untuk mengalihkan para pecandu dari ketergantungan narkoba ini maka kami memberikan bekal ketrampilan usaha agar mereka dapat menyibukkan diri dengan kegiatan usahanya seperti bertani dan berwiraswasta," katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan selama pecandu narkoba dan korban penyalahgunaan narkotika ini mau melaporkan diri dan menjalani rehabilitasi maka tidak akan dihukum karena pada pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika menyebutkan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Menurut dia, untuk rujukan pecandu narkoba, BNN sudah melakukan kerja sama dengan sejumlah rumah sakit atau klinik antara lain Rumah Sakit QIM, RSUD Kalisari Batang, Klinik Sehat Mandiri BNN, Klinik Bhaitul Ikhsan Gringsing, Klinik Medis Center Limpung, dan Puskesmas Bandar I.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

Kamis, 15 November 2018 - 09:35 WIB

JPU: Reza Bukan permasalahkan penangkapannya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com