Ratusan petani lereng kaki Gunung Wilis buat pupuk organik dari limbah kotoran sapi
Kamis, 08 November 2018 - 17:59 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Istimewa, Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Ratusan petani yang tinggal di lereng kaki Gunung Wilis Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memiliki kealihan dalam membuat pupuk organik dari limbah ternak yang difermentasi. Keahlihan membuat pupuk organik ini didapat oleh para petani setelah mendapat edukasi pelatihan dari Bank Indonesia Kediri Jawa Timur. 

Menurut Joko Raharto selaku kepala Bank Indonesia cabang  Kediri, selama ini ia melihat potensi untuk membuat pupuk organik dari limbah ternak cukup besar, karena di wilayah Kecamatan Sendang Tulunganggung banyak warga yang memiliki hewan ternak sapi.

Ia mengetahui selama ini kotoran hewan ternak tersebut selalu  dibuang oleh warga ke sungai sehingga berdampak pada penurunan  kualitas kejernihan air. "Kami melihat disini ada potensi sapi, selama ini kotoranya dibuang ke sungai. Padahal itu mas hitam yang bisa difermentasi menjadi pupuk. Sehingga kami Edukasi," terang Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengendali Inflansi Daerah Kota Kediri ini Kamis (8/11), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Sebelum memiliki keterampilan mengelolah pupuk organik, selama ini para petani selalu mengandalkan pembelian pupuk kimia. Bagi para petani yang tempat tinggalnya berada di atas terpaksa harus turun ke bawah yang lokasinya cukup jauh untuk membeli pupuk. "Selama ini petani justru mengambil pupuk dari bawah, sekarang dengan kita latih bisa mengolah pupuk itu untuk budidaya pertanian mereka," ujarnya. 

Terpisah, Kristian Yuwono selaku ketua KUB Omah Kopi mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan yang diberikan Bank Indonesia Kediri. Melalui keterampilan yang telah dimiliki, petani bisa menekan biaya operasional selama kegiatan proses tanam, dan tidak lagi mengandalkan pembelian pupuk kimia. 

Kotoran sapi itu didapat secara cuma cuma  dari para peternak. Petani cuman hanya membeli obat pengurai bakteri seharga Rp40 ribu. " itu kan limbahnya Gratis to, cuman membeli obat pengurai mematikan bakteri harganya 1 botol 40 ribu," ujarnya. 

Kristian Yuwono menilai, pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan melalui proses fermentasi sangat mudah dan bisa  dilakukan oleh siapa pun. "Pertama dari kotoran limbah sapi itu dikeringkan, kadar airnya sekitar 12 persen nanti dikasih Mikrobakteri yang mempercepat penguraian. Untuk tanaman kopi sangat bagus, prosesnya hanya satu malam," urainya. 

Selain pelatihan pembuatan pupuk, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri bersama KUB Omah Kopi, Petani, Pokdarwis dan Perum Perhutani juga melaksanakan tanam kopi Arabika jenis Komasti sebanyak 25 ribu batang. 25 ribu tanaman kopi ini ditanam diatas lahan seluas 10 hektar dengan melibatkan 100 petani. Kegiatan ini sekaligus mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan dan pengembangan pariwisata. Penanaman 25 ribu bibit kopi Arabika dilakukan di lereng kaki Gunung Wilis di Desa Sendang dan Pager Wojo Tulunganggung.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:35 WIB
Elshinta.com -Sedikitnya 10 Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Arutmin I...
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com -Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan 72,4 persen jalan di provinsi ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:43 WIB
Elshinta.com -Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama memberikan sanksi kepada ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Lembaga survei Indomedia Poll membongkar profil dan visi kebangsaan caleg-caleg ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Konsumsi elpiji non subsidi di wilayah DI Yogyakarta mengalami tren peningk...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (26/3) melakukan pemeri...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com -Bupati Majalengka, Karna Sobahi, resmi meluncurkan `Majalengka Raharja Quick Resp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Wakil Bupati Lumajang Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan orang yang mendapat...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Hakim Konstitusi Aswanto hari ini, Selasa (26/3) mengucapkan sumpah sebagai...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat kecewa atas sikap Uni Eropa dalam meng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)