Jumat, 16 November 2018 | 17:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Konsultasi

Menyiasati modal dengan harga bahan baku yang tidak stabil

Kamis, 08 November 2018 - 19:35 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2Pk3qjK
Sumber foto: https://bit.ly/2Pk3qjK

Elshinta.com - 

Pertanyaan pembaca

Saya membuka warung makan yang belum terlalu besar. Masalah yang saya hadapi adalah harga bahan baku yang sering tidak stabil. Sementara jika harus stok banyak saya tidak berani karena takut busuk dan modal bisa habis. Adakah cara untuk mengatasinya? Terima kasih.

Suciati, Jakarta Barat

Jawaban

Mba Suci, risiko fluktuasi harga adalah alamiah untuk semua bahan baku pada semua jenis bisnis. Sangat jarang bisnis yang merujuk pada bahan baku yang stabil, pada dasarnya Anda menjaga kestabilan bisnis berdasarkan pada harga pokok produksi dimana bahan baku itu termasuk didalamnya.

Adapun perhitungan margin yang disebabkan harga bahan baku naik harus diantisipasi dari strategi harga jual. Perlu dimaklumi bahwa bisnis kuliner adalah bisnis dengan keuntungan yang cukup besar sehingga pada periode kenaikan harga bahan baku Anda diharapkan melakukan cross subsidi dengan jenis makanan lainnya yang masih bermargin lumayan.

Baca juga: Kendala apa yang mungkin terjadi saat baru membuka usaha?

Hal ini dilakukan jika startegi Anda adalah mempertahankan harga pada produk yang naik tersebut. Beberapa pandangan menyatakan bahwa dalam bisnis kuliner kenaikan harga mengikuti pasar bahan baku masih bisa ditoleransi oleh konsumennya sepanjang tidak melampaui 20% harga jual. 

Namun pandangan ini relatif khususnya pada masyarakat kalangan bawah. Semakin rendah level sosial ekonomi konsumen Anda semakin sensitif terhadap level harga sedangkan di level yang lebih tinggi tergantian harga secara temporer masih bisa diterima.

Diatas semua itu jangan lupa bahwa aspek rasa dan selera selalu menjadi andalan yang bisa menutupi lonjakan harga bahan baku. Tidak perlu dilakukan strategi atau tips menumpuk bahan baku karena selama bisnis kuliner masih sangat mengandalkan aspek kesegaran maka tekhnik terbaik tetaplah berupa bahan baku yang belum lama disimpan.

Niam Muiz

Niam Muiz adalah seorang inspirator handal dalam dunia bisnis, master trainer tamatan Amerika Serikat yang telah menelorkan lebih dari 8000 eksekutif pada berbagai level jabatan dan fungsi di berbagai wilayah di Indonesia. Ia sudah malang melintang di dunia training dan kini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Inspira Consulting Jakarta. Anda bisa mengirimkan pertanyaan seputar bisnis ke email majalahelshinta2@gmail.com. Tulis pertanyaanya pada bodi email dengan subject “Tanya eMajels” Kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk mendapatkan informasi seputar panduan dan inspirasi bisnis.

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Megapolitan | 16 November 2018 - 16:27 WIB

Sudinhub Jakpus tuntaskan titik macet pada 2019

Elshinta.com - 

Pertanyaan pembaca

Saya membuka warung makan yang belum terlalu besar. Masalah yang saya hadapi adalah harga bahan baku yang sering tidak stabil. Sementara jika harus stok banyak saya tidak berani karena takut busuk dan modal bisa habis. Adakah cara untuk mengatasinya? Terima kasih.

Suciati, Jakarta Barat

Jawaban

Mba Suci, risiko fluktuasi harga adalah alamiah untuk semua bahan baku pada semua jenis bisnis. Sangat jarang bisnis yang merujuk pada bahan baku yang stabil, pada dasarnya Anda menjaga kestabilan bisnis berdasarkan pada harga pokok produksi dimana bahan baku itu termasuk didalamnya.

Adapun perhitungan margin yang disebabkan harga bahan baku naik harus diantisipasi dari strategi harga jual. Perlu dimaklumi bahwa bisnis kuliner adalah bisnis dengan keuntungan yang cukup besar sehingga pada periode kenaikan harga bahan baku Anda diharapkan melakukan cross subsidi dengan jenis makanan lainnya yang masih bermargin lumayan.

Baca juga: Kendala apa yang mungkin terjadi saat baru membuka usaha?

Hal ini dilakukan jika startegi Anda adalah mempertahankan harga pada produk yang naik tersebut. Beberapa pandangan menyatakan bahwa dalam bisnis kuliner kenaikan harga mengikuti pasar bahan baku masih bisa ditoleransi oleh konsumennya sepanjang tidak melampaui 20% harga jual. 

Namun pandangan ini relatif khususnya pada masyarakat kalangan bawah. Semakin rendah level sosial ekonomi konsumen Anda semakin sensitif terhadap level harga sedangkan di level yang lebih tinggi tergantian harga secara temporer masih bisa diterima.

Diatas semua itu jangan lupa bahwa aspek rasa dan selera selalu menjadi andalan yang bisa menutupi lonjakan harga bahan baku. Tidak perlu dilakukan strategi atau tips menumpuk bahan baku karena selama bisnis kuliner masih sangat mengandalkan aspek kesegaran maka tekhnik terbaik tetaplah berupa bahan baku yang belum lama disimpan.

Niam Muiz

Niam Muiz adalah seorang inspirator handal dalam dunia bisnis, master trainer tamatan Amerika Serikat yang telah menelorkan lebih dari 8000 eksekutif pada berbagai level jabatan dan fungsi di berbagai wilayah di Indonesia. Ia sudah malang melintang di dunia training dan kini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Inspira Consulting Jakarta. Anda bisa mengirimkan pertanyaan seputar bisnis ke email majalahelshinta2@gmail.com. Tulis pertanyaanya pada bodi email dengan subject “Tanya eMajels” Kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk mendapatkan informasi seputar panduan dan inspirasi bisnis.

 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com