Jumat, 16 November 2018 | 17:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

BNN tangkap dua tersangka narkoba jaringan Internasional

Kamis, 08 November 2018 - 19:47 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2FdhfvP
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2FdhfvP

Elshinta.com - Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan Provinsi Aceh serta TNI AL dan Bea Cukai menangkap dua tersangka penyelundup narkoba jenis sabu-sabu jaringan internasional, Malaysia-Aceh.

Demikian kata Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser melalui Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Aceh Amanto di Banda Aceh, Kamis, mengatakan, selain mengamankan dua tersangka, pihaknya juga mengamankan dua karung diduga berisi narkoba.

Kedua tersangka tersebut, yakni SN (43), warga Peureulak, Aceh Timur, ditangkap di Jalan Prof A Majid Ibrahim, Kota Langsa, pada Rabu (7/11) sekitar pukul 16.30 WIB. Serta tersangka MF (31), ditangkap di rumahnya di Peureulak, pada Kamis (8/11) sekitar pukul 05.00 WIB.

Amanto tidak menyebutkan berat narkoba yang diamankan tersebut. Hanya saja dalam karung tersebut banyak bungkusan berisi kristal bening yang diduga narkoba. Sebagian bungkusan itu dilakban dan sebagian lagi bertuliskan aksara China.

Kedua tersangka diduga merupakan kelompok Burhanuddin yang sebelumnya ditembak mati di Gampong Pintu Khop, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, Rabu (7/11) sekitar pukul 08.00.

Sebelumnya, tersangka Burhanuddin merupakan DPO BNN terkait penangkapan narkoba di Pangkalan Susu, Sumatera Utara. Tersangka Burhanuddin ditembak karena berupaya melarikan diri saat dilakukan penangkapan oleh petugas BNN.

Amanto menyebutkan, penangkapan kedua tersangka berawal ditangkapnya SN di Kota Langsa. Dari pengakuannya, narkoba tersebut diterimanya dari dua orang Munsilin dan Muhammad Fauzi. Keduanya membawa dari Pulau Penang, Malaysia atas perintah Burhanuddin.

Kemudian, tim gabungan menangkap tersangka MF di rumahnya di Peureulak, Aceh Timur. Dari penangkapan itu, tim mendapat informasi, narkoba disembunyikan di kawasan perkebunan sawit Simpang Wie, demikian Antara

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 16 November 2018 - 17:38 WIB

Facebook segera bentuk badan independen konten

Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Elshinta.com - Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan Provinsi Aceh serta TNI AL dan Bea Cukai menangkap dua tersangka penyelundup narkoba jenis sabu-sabu jaringan internasional, Malaysia-Aceh.

Demikian kata Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser melalui Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Aceh Amanto di Banda Aceh, Kamis, mengatakan, selain mengamankan dua tersangka, pihaknya juga mengamankan dua karung diduga berisi narkoba.

Kedua tersangka tersebut, yakni SN (43), warga Peureulak, Aceh Timur, ditangkap di Jalan Prof A Majid Ibrahim, Kota Langsa, pada Rabu (7/11) sekitar pukul 16.30 WIB. Serta tersangka MF (31), ditangkap di rumahnya di Peureulak, pada Kamis (8/11) sekitar pukul 05.00 WIB.

Amanto tidak menyebutkan berat narkoba yang diamankan tersebut. Hanya saja dalam karung tersebut banyak bungkusan berisi kristal bening yang diduga narkoba. Sebagian bungkusan itu dilakban dan sebagian lagi bertuliskan aksara China.

Kedua tersangka diduga merupakan kelompok Burhanuddin yang sebelumnya ditembak mati di Gampong Pintu Khop, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, Rabu (7/11) sekitar pukul 08.00.

Sebelumnya, tersangka Burhanuddin merupakan DPO BNN terkait penangkapan narkoba di Pangkalan Susu, Sumatera Utara. Tersangka Burhanuddin ditembak karena berupaya melarikan diri saat dilakukan penangkapan oleh petugas BNN.

Amanto menyebutkan, penangkapan kedua tersangka berawal ditangkapnya SN di Kota Langsa. Dari pengakuannya, narkoba tersebut diterimanya dari dua orang Munsilin dan Muhammad Fauzi. Keduanya membawa dari Pulau Penang, Malaysia atas perintah Burhanuddin.

Kemudian, tim gabungan menangkap tersangka MF di rumahnya di Peureulak, Aceh Timur. Dari penangkapan itu, tim mendapat informasi, narkoba disembunyikan di kawasan perkebunan sawit Simpang Wie, demikian Antara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Jumat, 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Jumat, 16 November 2018 - 11:56 WIB

Polisi: HS membunuh seorang diri dengan linggis

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com